Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN pengunjuk rasa Thailand telah berbaris di dekat Grand Palace di Bangkok demi menyerahkan serangkaian tuntutan untuk reformasi demokrasi, termasuk perubahan pada keluarga kerajaan yang kuat di negara itu, dalam tantangan langsung kepada Raja Maha Vajiralongkorn.
Para pengunjuk rasa, yang berkemah semalam di ibu kota setelah demonstrasi besar prodemokrasi pada Sabtu (19/9), juga menyerukan pemogokan umum.
Massa dihentikan polisi di depan mahkamah agung, tetapi seorang pemimpin mahasiswa, Panusaya Sithijirawattanakulwas, diizinkan berjalan me-lewati barisan petugas untuk menyerahkan amplop berisi tuntutan kepada komisaris polisi untuk diserahkan ke dewan rahasia raja.
Para pengunjuk rasa sema-kin berani selama dua bulan demonstrasi menentang istana dan kelompok mapan yang didominasi militer, melanggar tabu lama tentang mengkritik monarki--yang ilegal di bawah undang-undang lese-majeste.Pihak kerajaan belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Raja saat ini tidak berada di Thailand.
Para pemimpin protes me-nyatakan kemenangan setelah mengatakan polisi Royal Guard telah setuju untuk menyampaikan tuntutan mereka ke kantor pusat kepolisian. Polisi tidak segera berkomentar.
“Kemenangan terbesar kami dalam dua hari ini bertujuan menunjukkan bahwa orang bi-asa seperti kami dapat mengi-rim surat kepada bangsawan,” kata Parit ‘Penguin’ Chiwarak kepada kerumunan.
Kemarin para pengunjuk rasa juga mengumumkan mereka akan turun ke jalan lagi pada Kamis mendatang, dan mela-kukan aksi protes besar pada 14 Oktober, peringatan gerakan perlawanan mahasiswa 1973.
Pada demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun, pu-luhan ribu pengunjuk rasa pada Sabtu menyambut seruan untuk reformasi monarki, serta tuntutan mencopot Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta yang melancarkan kudeta, dan konstitusi serta pemilihan baru.
Tak lama setelah matahari terbit, kemarin, pengunjuk rasa memasang sebuah plakat di area yang dikenal sebagai Sanam Luang, atau Royal Field, dekat Grand Palace. (Hym/Al Jazeera/I-1)
SERANGAN gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran telah mengguncang politik global
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung begitu brutal di depan miliaran pasang mata manusia menyisakan pertanyaan yang tak mudah dijawab
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Ketua Divisi Riset dan Dokumentasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Hans Giovanny Yosua mengingatkan agar Polri tidak disalahgunakan.
Bisa jadi kata cemooh berasal dari kata ini; atau setidaknya memiliki nalar dan rasa yang sebangun.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
AKSI unjuk rasa yang digelar Serikat Buruh Industri Morowali Indonesia (SBIMI) di depan kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Seperti diketahui bencana banjir Pekalongan yang telah merendam permukiman mereka selama hampir satu bulan hingga saat ini masih belum tertangani dengan baik.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Komisi III DPR RI meluruskan berbagai narasi keliru soal KUHP baru, menegaskan pidana mati, pasal presiden, zina, hingga demo tetap dibatasi prinsip keadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved