Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI keberatan keras dari sekutu terdekatnya, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap memberlakukan kembali sanksi PBB untuk Iran, Sabtu (19/9). Bobot dampaknya tidak jelas tanpa kerja sama dengan negara-negara besar lainnya di dunia.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan "Kembalinya hampir semua sanksi PBB yang sebelumnya dihentikan" dan, pada dasarnya, menyatakan kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran tidak lagi berlaku.
“Akibatnya, dunia akan lebih aman,” kata Pompeo.
Baca juga: Oracle dan Walmart Kuasai Saham, Tiktok Bisa Lanjut di AS
Dia juga memperingatkan AS siap menggunakan otoritas domestiknya untuk memberlakukan konsekuensi bagi negara lain yang tidak memberlakukan sanksi. Menlu tidak menjelaskan lebih lanjut.
Beberapa menit setelah pernyataan Pompeo, Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan sanksi itu ‘batal demi hukum’.
"Batas waktu 'ilegal dan palsu' AS telah datang dan pergi," kata Ravanchi di Twitter.
Dia memperingatkan "berenang melawan arus internasional hanya akan membuat AS semakin terisolasi."
Di Iran, Presiden Hassan Rouhani mendeklarasikan Sabtu dan Minggu sebagai ‘hari kemenangan’ sesuai dengan apa yang dia gambarkan sebagai upaya AS yang ompong untuk menghukum negaranya.
"Ini adalah kemenangan bersejarah bagi Iran," katanya, menambahkan "AS terisolasi dan malu."
Sehari sebelumnya, Inggris, Prancis, dan Jerman, mengatakan dalam sebuah surat, sanksi--yang telah ditangguhkan PBB setelah penandatanganan perjanjian nuklir 2015--tidak akan memiliki efek hukum. Sanksi PBB itu telah ada sebelum era Barack Obama menegosiasikan perjanjian nuklir Iran 2015.
Untuk menggarisbawahi oposisi mendasar mereka, surat itu mengatakan ketiga negara akan bekerja untuk mempertahankan perjanjian nuklir 2015, yang mereka negosiasikan bersama dengan AS, Tiongkok, dan Rusia, bahkan ketika Washington berusaha menghancurkan sisa-sisanya.
Pemerintahan Trump menarik diri dari perjanjian lebih dari dua tahun lalu.
"Kami telah bekerja tanpa lelah untuk melestarikan perjanjian nuklir dan tetap berkomitmen untuk melakukannya," kata surat itu, yang salinannya dilihat oleh The New York Times.
Bagi Trump, hukuman tersebut memiliki kalkulus politik dan internasional. Dia mencalonkan diri pada 2016 dengan menyatakan kesepakatan Iran adalah hadiah ‘mengerikan’ bagi kepemimpinan negara itu.
Jika mantan wakil presiden Joe Biden menang pada pemilu November, berlanjutnya sanksi akan mempersulit penyusunan kembali beberapa versi perjanjian.
Tetapi, bagi para kritikus presiden, langkah itu menggarisbawahi bagaimana pemerintahannya telah memecah aliansi dan mematahkan pemahaman dengan musuh adidaya AS, Rusia, dan Tiongkok.
Mereka bersatu dalam mencapai kesepakatan 2015. Sekarang AS telah mengambil jalannya sendiri, dan Rusia serta Tiongkok tampaknya siap melanjutkan penjualan senjata konvensional ke Iran bulan depan ketika embargo senjata terhadap Iran berakhir, atas keberatan Washington.
"Ironi yang saya lihat di sini adalah Trump sebenarnya sangat membantu PBB dan multilateralisme," kata profesor hukum internasional Ian Johnstone dari Fletcher School di Tufts University.
Dia memperkirakan sanksi tidak akan diberlakukan oleh negaranegara lain.
"AS berkeras sanksi itu akan kembali berlaku, dan sebagian besar negara lain akan berkata, 'Tidak, sanksi-sanksi itu tidak akan diberlakukan," kata Prof Johnstone, mantan penasehat mendiang Sekjen PBB Kofi Annan. (Straits Times/OL-1)
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menggantikan peran PBB.
AS tidak lagi melihat PBB sebagai pilar stabilitas global, melainkan sebagai beban yang menghalangi dominasi unilateral Washington.
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Presiden Donald Trump melontarkan wacana bahwa lembaga barunya, Board of Peace, mungkin akan menggantikan PBB dalam menyelesaikan konflik global.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved