Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HUKUMAN mati yang dijatuhkan Iran terhadap seorang atlet gulat, Navid Afkari, Sabtu (12/9) menilai kecaman berbagai pihak. Salah satunya datang dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Dalam pernyataannya, IOC menyatakan terkejut dengan eksekusi mati itu. IOC mengaku sangat kecewa setelah permohonan para atlet di seluruh dunia dan badan-badan internasional gagal menghentikan eksekusi tersebut.
"Kami bersama keluarga dan teman-teman Navid Afkari," kata IOC dalam sebuah pernyataan.
Navid Afkari, 27, menjalani eksekusi di sebuah penjara di selatan kota Shiraz, Provinsi Fars. Afkari telah dinyatakan bersalah atas pembunuhan terhadap Hossein Torkman, seorang pegawai departemen air, pada 2 Agustus 2018, kata pengadilan.
Jaksa penuntut Kazem Mousavi mengatakan hukuman mati dilakukan atas desakan keluarga korban. Sementara pengacara Afkari, Hassan Younessi, menyebutkan sejumlah orang di Shiraz berencana akan bertemu dengan keluarga pekerja yang terbunuh, Minggu (13/9) untuk meminta pengampunan mereka.
Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan hukum pidana di Iran "terpidana memiliki hak untuk bertemu keluarganya sebelum dieksekusi. "Apakah Anda terburu-buru melaksanakan hukuman sehingga Anda mencabut kunjungan terakhir Afkari," katanya.
Sementara itu, Amnesty International mengatakan eksekusi yang dilakukan secara diam-diam adalah parodi mengerikan yang membutuhkan tindakan internasional segera. Laporan yang diterbitkan mengatakan Afkari dihukum atas dasar pengakuan yang disiarkan di televisi setelah dirinya mengalami penyiksaan. (AFP/R-1)
Presiden Donald Trump klaim Iran tunda eksekusi Erfan Soltani usai ancaman aksi militer AS.
Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada rezim Iran terkait rencana eksekusi mati demonstran, termasuk profesor Erfan Soltani.
Laporan terkini PBB mengungkapkan pemerintah Korea Utara semakin sering menerapkan hukuman mati.
Iran menghukum mati sembilan terpidana pengedar narkoba dalam beberapa hari terakhir. Negara ini merupakan salah satu negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia.
Ali Reza Akbari memiliki status kewarganegaraan ganda, Iran-Inggris. Dia dituduh telah melakukan spionase terhadap sejumlah situs dan dokumen rahasia untuk kepentingan Inggris.
Menurut dia eksekusi ini harus memiliki konsekuensi bagi Iran yang setimpal dari masyarakat dunia. Kantor berita Iran Mizan melaporkan eksekusi tersebut.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved