Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

AS Tawarkan Hadiah Rp165 Miliar untuk Informasi Lokasi Mojtaba Khamenei

Media Indonesia
14/3/2026 11:05
AS Tawarkan Hadiah Rp165 Miliar untuk Informasi Lokasi Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei(Dok Tasnim Agency)

AMERIKA Serikat menyiapkan imbalan hingga US$10 juta atau Rp169,5 miliar bagi pihak yang dapat memberikan informasi terkait lokasi para pemimpin utama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Program tersebut diumumkan oleh Rewards for Justice (RFJ), yang berada di bawah Departemen Luar Negeri AS, pada Jumat (13/3).

"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga US$10 juta (sekitar Rp169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya. Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia," kata RFJ dalam sebuah pernyataan.

Program hadiah tersebut mencakup informasi mengenai beberapa tokoh penting di lingkaran kekuasaan Iran. Di antaranya adalah Ayatollah Mojtaba Khamenei, Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi (SLO) Ali Asghar Hejazi, Penasihat SLO Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Brigjen Eskandar Momeni, serta Menteri Intelijen dan Keamanan Esmail Khatib.

RFJ menyebutkan bahwa siapa pun yang memiliki informasi terkait para tokoh tersebut dapat melaporkannya melalui saluran resmi program tersebut.

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat setelah serangan yang dilancarkan pada 28 Februari. Pada saat itu, kedua negara menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, menimbulkan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatullah Ali Khamenei.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Setelah wafatnya Ali Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian dipilih untuk menggantikan posisi tersebut sebagai pemimpin baru Iran. Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan perubahan lain dalam struktur kepemimpinan militer negara tersebut.

Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan mereka ke Iran dilakukan sebagai langkah untuk menghadapi ancaman yang dinilai berasal dari program nuklir Teheran. Namun, kemudian keduanya juga menegaskan bahwa tujuan yang lebih luas adalah mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya