Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan saingan dari Partai Demokrat Joe Biden terus melakukan gesekan retoris satu sama lain pada Senin (7/9) ketika kampanye kepresidenan memasuki homestretch tradisional pada liburan Hari Buruh AS.
Trump mencoba menggambarkan lawannya Biden sebagai ancaman bagi ekonomi dan "bodoh". Sementara Biden membidik laporan yang menyebut Trump meremehkan pasukan militer yang gugur.
Pada konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan Biden dan pasangannya bukan orang yang kompeten. Bahkan akan membawa negara pada kehancuran.
Baca juga: Trump Tuduh Harris dan Biden Bermain Politik dengan Vaksin
"Biden dan pasangannya yang sangat liberal (Senator Kamala Harris), orang paling liberal di Kongres - menurut saya bukan orang yang kompeten, akan menghancurkan negara ini dan akan menghancurkan ekonomi ini," kata Trump yang juga menyebut Biden "bodoh" sebagai "Sleepy Joe".
Trump kemudian membantah laporan di majalah The Atlantic yang memuat dirinya pernah menyebut tentara AS yang gugur sebagai pecundang. Cerita itu pun telah mendominasi liputan berita selama berhari-hari dan mengancam dukungan Trump dari kalangan para veteran dan anggota militer, blok pemungutan suara utama.
"Tidak ada orang yang lebih menghormati tidak hanya militer kami, tetapi untuk orang-orang yang memberikan nyawa mereka di militer," ucap Trump.
Biden mengutip pernyataan yang dilaporkan saat berkampanye di negara bagian Pennsylvania. Merujuk pada putranya, Beau Biden, yang bertugas di Irak sebagai anggota Garda Nasional Delaware dan meninggal karena kanker otak pada 2015.
"Beau bukanlah pecundang atau bodoh. Dia melayani dengan kepahlawanan," tuturnya.
Kunjungan Biden ke Pennsylvania pada Senin (7/9) memulai kesibukan perjalanan ke negara-negara bagian untuk kampanye politik karena persaingan semakin ketat dengan waktu kurang dari 60 hari hingga pemilihan 3 November.
Dengan pandemi covid-19 dan kerusuhan sipil atas rasisme dan kebrutalan polisi yang menjadi perhatian dalam beberapa bulan terakhir, Biden berusaha mempertahankan keunggulannya.
Dia menggambarkan Trump sebagai pemimpin tidak efektif yang berkembang dalam kekacauan dan telah meninggalkan kelas pekerja.
Trump sendiri telah berjuang untuk mengubah arah kampanye tentang polarisasi rasial dan 'hukum dan ketertiban'. Hal itu dimaksudkan untuk memotivasi basisnya dan menarik pendukung baru di bagian pinggiran kota negara bagian kunci, seperti Pennsylvania, Wisconsin dan Michigan. (AlJazeera/OL-1)
atuhnya jet tempur F-15 dan A-10 milik AS di Iran menjadi pukulan telak bagi prestise Washington. Simak analisis mengenai kekacauan internal Gedung Putih dan nasib pilot yang hilang.
Ketegangan memuncak! Iran tantang balik ultimatum 48 jam Donald Trump. Simak peringatan keras dari Komandan Khatam al-Anbiya terkait ancaman "pintu neraka"
Iran resmi bebaskan kapal Irak melintasi Selat Hormuz di tengah ancaman 48 jam dari Donald Trump. Simak dampak blokade terhadap harga minyak mentah dunia.
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Presiden Donald Trump menyambut Lionel Messi dan Inter Miami di Gedung Putih. Trump puji Messi lebih hebat dari Pele dan sindir Joe Biden. Cek selengkapnya!
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved