Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
RAJA Arab Saudi Salman memuji Presiden AS Donald Trump atas upaya diplomatik Washington di kawasan, Minggu (6/9). Hal itu datang beberapa hari setelah seorang pejabat tinggi Gedung Putih berkunjung untuk menekan kerajaan untuk normalisasi dengan Israel.
"Mengungkapkan penghargaan Kerajaan atas upaya yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk membangun perdamaian, menegaskan keinginan Kerajaan untuk mencapai solusi yang langgeng dan adil bagi perjuangan Palestina untuk membawa perdamaian, yang merupakan titik awal utama bagi upaya Kerajaan dan Arab Peace Initiative," kata Salman yang dimuat oleh kantor berita resmi Arab Saudi.
Baca juga: Soal Palestina, Arab Saudi Minta AS Beri Solusi yang Adil
Salman yang menelepon Trump, juga membahas upaya untuk memerangi pandemi virus korona dan posisi Saudi sebagai ketua G20 tahun ini, kata kantor pers Saudi.
Seruan itu datang beberapa hari setelah Riyadh setuju untuk mengizinkan pesawat Israel terbang melewati wilayahnya ke dan dari Uni Emirat Arab, dan di tengah usaha yang dilakukan Gedung Putih untuk membuat negara-negara Arab lain di luar UEA bersedia secara terbuka menormalisasi hubungan dengan Israel.
Pada Selasa lalu, penasehat senior Gedung Putih Jared Kushner mengunjungi Saudi dan Bahrain, dilaporkan untuk membahas normalisasi dengan Israel, setelah terbang dari Tel Aviv ke UEA dalam penerbangan komersial pertama Israel antara tujuan tersebut.
Tidak ada komentar dari Gedung Putih tentang seruan tersebut.
Baca juga: Lewati Brasil, India Catatkan Kasus Covid-19 Terbanyak Kedua
Saudi, yang mendominasi Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang bersekutu dengan Barat dan merupakan sekutu penting AS, secara konsisten bersikeras mereka tidak akan menormalisasi hubungan sampai setelah kesepakatan damai dicapai antara Israel dan Palestina berdasarkan solusi dua negara. Pendirian itu sejalan dengan Arab Peace Initiative, tawaran Liga Arab pada 2002 yang dipimpin Saudi untuk segera menjalin hubungan dengan Israel setelah konflik Israel-Palestina selesai, dan jika Tel Aviv mengembalikan Dataran Tinggi Golan ke Suriah.
Namun, Riyadh secara khusus tidak mengritik UEA karena meninggalkan perjanjian itu dan telah menyatakan kesediaan untuk isyarat niat baik terhadap Israel, yang memiliki musuh yang sama yaitu Iran. (Arab News/OL-6)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Fokus utama kampanye ini adalah membuka akses bagi wisatawan, termasuk dari Indonesia, untuk menjelajahi sisi paling ikonik dari Arab Saudi.
HARI ini, Minggu, (8/2) yang bertepatan dengan 20 Syaban 1447 H, pemerintah Arab Saudi resmi mulai menerbitkan visa haji 2026 atau 1447 Hijriah.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
Ustaz Zakaria menekankan bahwa aturan di Tanah Haram bukan untuk membatasi jemaah, melainkan menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved