Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Prancis Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Pasca-lockdown

(CNA/Hym/I-1)
22/8/2020 04:15
Prancis Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Pasca-lockdown
Orang-orang mengantri mengenakan masker di pusat tes COVID-19, di Parc Manceau, di Le Mans, Prancis barat laut, pada 21 Agustus 2020.(. (Photo by JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP) )

PRANCIS melaporkan 4.711 infeksi virus korona baru (covid-19) selama 24 jam terakhir, Ka mis (20/8), rekor pascapenguncian. Namun, jumlah pa sien covid-19 di rumah sakit
turun.

Selama penguncian, Prancis mengalami puncak 7.578 infeksi per hari pada 31 Maret. Setelah penguncian berakhir pada 10 Mei, jumlah infeksi baru per hari turun ke level terendah
hanya 115 pada 24 Mei.

Jumlah infeksi baru per hari telah meningkat menjadi sekitar 1.000 pada akhir Juli, dengan percepatan mulai pertengahan Agustus. Rata-rata pergerakan tujuh hari sekarang 3.000, level yang terakhir terlihat pada pertengahan April.

Prancis telah melakukan lebih dari 664 ribu tes covid-19 dan sudah 6 juta sejak epidemi dimulai. Meskipun tingkat infeksi melonjak, jumlah pasien covid-19 di rumah sakit relatif
stabil, turun 58 orang lagi ke tingkat terendah baru pascapenguncian, yaitu sebanyak 4.748. Jumlah orang dalam perawat an intensif naik enam orang menjadi 380.

Sementara itu, Italia melaporkan 845 infeksi virus korona baru dalam 24 jam terakhir, kata Kementerian Kesehatan, peningkatan harian tertinggi sejak Mei ketika pemerintah
melonggarkan langkah-langkah penguncian yang kaku.

Italia, salah satu negara yang paling parah terkena dampak di Eropa, menahan wabah setelah mencapai puncak kematian dan kasus antara Maret dan April.

Namun, telah terjadi peningkatan infeksi yang stabil selama sebulan terakhir, yang kata para ahli diakibatkan per temuan orang-orang yang terkait dengan liburan dan
kehidupan malam.

Terakhir kali catatan negara yang tinggi pada 16 Mei, de ngan 875 kasus, dua hari sebelum restoran, bar, dan to ko dibuka kembali setelah penguncian 10 minggu.

Kasus Italia sebagian besar masih terkonsentrasi di wilayah utara di pusat wabah yang ditemukan pada akhir Februari, dengan Lombardy dan Veneto sama-sama di atas 150
pada Kamis.

Italia telah mengambil tindakan pencegahan untuk mencoba membendung tren kenaik an baru-baru ini, menutup klub dan diskotek, serta mewajibkan masker pada malam hari di ruang publik.

Wisatawan dari beberapa negara non-UE telah memasuki Italia dan kewajiban pengujian diberlakukan pada orangorang yang kembali dari negara-negara Eropa yang terpukul
parah. (CNA/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya