Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Puluhan ribu orang menandatangani petisi yang menyerukan agar Libanon ditempatkan di bawah mandat Prancis. Hingga Jumat (7/8) setidaknya 58.000 orang telah menandatangani petisi online yang dibuat oleh warga Libanon itu sejak Rabu (5/8).
Petisi itu berisikan keinginan untuk menempatkan Libanon di bawah mandat Prancis selama 10 tahun ke depan. Lantaran pemerintahan saat ini dinilai telah gagal dan tidak mampu mengelola negara itu.
"Pejabat Libanon jelas menunjukkan ketidakmampuan total untuk mengamankan dan mengelola negara. Dengan sistem yang gagal, korupsi, terorisme dan milisi, negara baru saja mencapai nafas terakhirnya," demikian bunyi petisi itu seperti dilansir Al Jazeera. "Kami percaya Libanon harus kembali di bawah mandat Prancis untuk membangun pemerintahan yang bersih dan tahan lama."
Baca Juga: Simpati dan Dukungan Mengalir ke Libanon
Namun, warga lainnya mengecam petisi tersebut sebagai sarana untuk melanjutkan kolonialisme Prancis.
Bertepatan dengan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat warga menaruh harapan baru. Banyak yang merasa tersentuh dengan kedatangan pemimpin dunia pertama ke kota yang hancur akibat ledakan itu.
Bahkan ketika Macron tiba di lokasi ledakan dan menyusuri jalan Gemmamyze, banyak warga mengerumuninya dan menyerukan perubahan rezim sambil berteriak, "Revolusi!" Ada juga yang berkata, "Anda adalah harapan kami satu-satunya."
Baca Juga: KBRI Beirut Pastikan Semua WNI di Libanon Aman dari Ledakan
Warga juga mengungkapkan keputusasaan mereka terhadap kondisi pemerintahan di negara itu. Seorang wanita bahkan menangis dan meminta agar Prancis tidak memberikan sumbangan secara langsung ke pemerintah. Lantaran dikhawatirkan bantuan itu justru akan kembali digunakan untuk korupsi.
Macron pun berusaha menenangkan dan merenspons. "Tidak, saya ingin menyerahkannya kepada kalian, melalui LSM, di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tapi kita perlu mengubah sistem politik," ujarnya seperti dilansir ABC News.
Sebelumnya, di pusat Kota Beirut terjadi demonstrasi massa anti-pemerintah. Aksi itu sempat mengkhwatirkan pihak keamanan karena para demonstran mulai membakar dan merusak fasilitas publik. Kepolisian kota terpaksa membubarkannya dengan menembakan gas air mata. (Van/AlJazeera/ABCNews/OL-10)
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dukung aturan baru RI batasi medsos anak di bawah 16 tahun. Simak daftar platform yang akan dinonaktifkan mulai 28 Maret 2026.
Presiden Macron nyatakan solidaritas untuk Spanyol setelah Trump ancam putus perdagangan akibat penolakan penggunaan pangkalan militer untuk serangan ke Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved