Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Macron dan Pemimpin Eropa Bersatu Melawan Ambisi Donald Trump

Haufan Hasyim Salengke
21/1/2026 09:53
Macron dan Pemimpin Eropa Bersatu Melawan Ambisi Donald Trump
Presiden AS Donald Trump (depan) menghadiri konferensi pers setelah KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025.((Xinhua/Zhao Dingzhe))

PANGGUNG Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, tahun ini berubah menjadi arena konfrontasi diplomatik yang sengit. Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada penggertak atau penggaggu (bullies), merujuk pada ambisi agresif Presiden Amerika (AS) Serikat Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark.

Trump telah berulangkali menyatakan niatnya untuk menguasai wilayah otonom tersebut demi kepentingan keamanan nasional AS. Langkah ini memicu reaksi keras dari para pemimpin Uni Eropa yang menilai tindakan tersebut mengancam kedaulatan negara anggota NATO dan stabilitas aliansi transatlantik.

Dalam pidatonya di Davos pada Selasa (20/1), Macron menekankan pentingnya kedaulatan Eropa di tengah tekanan eksternal. "Eropa tidak akan membiarkan dirinya diintimidasi. Kami berdiri bersama Denmark," tegas Macron.

Senada dengan Macron, Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen berjanji bahwa respons blok tersebut terhadap ancaman tarif dan tekanan diplomatik Trump akan sangat "tegas dan tidak tergoyahkan". Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh pernyataan Trump di Gedung Putih sebelum keberangkatannya ke Swiss. Saat ditanya seberapa jauh ia bersedia bertindak untuk mengambil alih Greenland, Trump menjawab singkat, "Kalian akan segera tahu."

Ancaman terhadap Aliansi NATO

Isu Greenland ini kini mengancam keutuhan NATO. Trump, melalui platform Truth Social, mengeklaim bahwa dirinya adalah penyelamat aliansi tersebut dari "tumpukan abu sejarah." Namun, para sekutu melihat klaim tersebut bertolak belakang dengan sikapnya yang agresif terhadap Denmark, sesama anggota NATO.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk turut menyuarakan keprihatinannya. Melalui unggahan di media sosial, Tusk memperingatkan bahwa kebijakan peredaman (appeasement) hanya akan membuahkan penghinaan. "Ketegasan dan kepercayaan diri Eropa telah menjadi kebutuhan mendesak saat ini," tulisnya.

Dukungan Internasional untuk Denmark

Dukungan bagi Denmark tidak hanya datang dari daratan Eropa. Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang juga hadir di Davos, menyatakan penolakan keras terhadap rencana pemberlakuan tarif oleh AS sebagai alat tekan dalam isu Greenland. Carney menyerukan dialog terfokus untuk mencapai tujuan keamanan di Arktik tanpa merusak kemakmuran ekonomi kawasan.

Sementara itu, Inggris dan Denmark dijadwalkan mengadakan pertemuan pertahanan darurat pada Rabu (21/1) ini. Fokus utama pembicaraan adalah keamanan di wilayah Arktik yang kini menjadi titik panas geopolitik baru.

Meski atmosfer memanas, Trump sempat melunakkan retorikanya dengan menyatakan bahwa AS dan NATO akan mencapai kesepakatan yang membuat semua pihak "bahagia". Namun, penolakannya untuk menghadiri pertemuan darurat G7 yang diusulkan Perancis menunjukkan bahwa jalan menuju kompromi masih sangat terjal.

Pertemuan tatap muka para pemimpin ini di Davos diprediksi akan menjadi salah satu momen paling menentukan bagi masa depan hubungan Barat. (France24/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya