Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGGUNG Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, tahun ini berubah menjadi arena konfrontasi diplomatik yang sengit. Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada penggertak atau penggaggu (bullies), merujuk pada ambisi agresif Presiden Amerika (AS) Serikat Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark.
Trump telah berulangkali menyatakan niatnya untuk menguasai wilayah otonom tersebut demi kepentingan keamanan nasional AS. Langkah ini memicu reaksi keras dari para pemimpin Uni Eropa yang menilai tindakan tersebut mengancam kedaulatan negara anggota NATO dan stabilitas aliansi transatlantik.
Dalam pidatonya di Davos pada Selasa (20/1), Macron menekankan pentingnya kedaulatan Eropa di tengah tekanan eksternal. "Eropa tidak akan membiarkan dirinya diintimidasi. Kami berdiri bersama Denmark," tegas Macron.
Senada dengan Macron, Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen berjanji bahwa respons blok tersebut terhadap ancaman tarif dan tekanan diplomatik Trump akan sangat "tegas dan tidak tergoyahkan". Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh pernyataan Trump di Gedung Putih sebelum keberangkatannya ke Swiss. Saat ditanya seberapa jauh ia bersedia bertindak untuk mengambil alih Greenland, Trump menjawab singkat, "Kalian akan segera tahu."
Ancaman terhadap Aliansi NATO
Isu Greenland ini kini mengancam keutuhan NATO. Trump, melalui platform Truth Social, mengeklaim bahwa dirinya adalah penyelamat aliansi tersebut dari "tumpukan abu sejarah." Namun, para sekutu melihat klaim tersebut bertolak belakang dengan sikapnya yang agresif terhadap Denmark, sesama anggota NATO.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk turut menyuarakan keprihatinannya. Melalui unggahan di media sosial, Tusk memperingatkan bahwa kebijakan peredaman (appeasement) hanya akan membuahkan penghinaan. "Ketegasan dan kepercayaan diri Eropa telah menjadi kebutuhan mendesak saat ini," tulisnya.
Dukungan Internasional untuk Denmark
Dukungan bagi Denmark tidak hanya datang dari daratan Eropa. Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang juga hadir di Davos, menyatakan penolakan keras terhadap rencana pemberlakuan tarif oleh AS sebagai alat tekan dalam isu Greenland. Carney menyerukan dialog terfokus untuk mencapai tujuan keamanan di Arktik tanpa merusak kemakmuran ekonomi kawasan.
Sementara itu, Inggris dan Denmark dijadwalkan mengadakan pertemuan pertahanan darurat pada Rabu (21/1) ini. Fokus utama pembicaraan adalah keamanan di wilayah Arktik yang kini menjadi titik panas geopolitik baru.
Meski atmosfer memanas, Trump sempat melunakkan retorikanya dengan menyatakan bahwa AS dan NATO akan mencapai kesepakatan yang membuat semua pihak "bahagia". Namun, penolakannya untuk menghadiri pertemuan darurat G7 yang diusulkan Perancis menunjukkan bahwa jalan menuju kompromi masih sangat terjal.
Pertemuan tatap muka para pemimpin ini di Davos diprediksi akan menjadi salah satu momen paling menentukan bagi masa depan hubungan Barat. (France24/B-3)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mencuri perhatian di World Economic Forum Davos dengan kacamata hitam Louis Vuitton. Ada apa?
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan jajaran pemimpin Eropa mengecam keras ambisi Donald Trump menguasai Greenland.
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisinya mengakuisisi Greenland untuk keamanan nasional dan global, meski ditentang warga lokal dan pemimpin Eropa.
LEMBAGA think tank GIF menilai kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) menunjukkan kecenderungan yang semakin agresif dan koersif dalam merespons dinamika geopolitik global.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Peristiwa ini bermula pada September 2023, namun detail penyebabnya baru terungkap melalui laporan penelitian internasional yang dirilis pada akhir 2024.
Menlu Sugiono menegaskan menjaga kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kebijakan luar negeri Indonesia.
Menlu Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendorong terciptanya perdamaian serta stabilitas internasional melalui jalur diplomasi dan penguatan kerja sama global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved