Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Korea Utara memasang kembali pengeras suara propaganda di perbatasan antar-Korea, Senin (22/6). Pengeras suara itu sempat dibongkar pada 2018 menyusul kesepakatan yang dicapai pada pertemuan puncak antar-Korea.
Sementara itu, para aktivis Korea Selatan mengatakan mereka telah menerbangkan balon pembawa pesan propaganda melintasi perbatasan ke Korut. Ini provokasi terbaru dalam peningkatan ketegangan antara kedua tetangga.
Pemasangan speaker menyusul ancaman Pyongyang sebelumnya untuk melanjutkan ‘kegiatan-kegiatan melawan musuh’ sebagai protes terhadap selebaran propaganda yang telah dikirim melintasi perbatasan oleh para pembelot Korut dan aktivis sipil di Korsel.
Baca Juga: Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung Antar-Korea
Pyongyang telah menyatakan kemarahannya tentang aksi penerbangan balon-balon propaganda itu, dan Seoul pun telah berusaha menghentikan para aktivis.
Militer Korsel mendeteksi, Minggu (21/6) sore, Korut sedang mengerjakan pemasangan ulang speaker di banyak tempat di dalam zona demiliterisasi (DMZ).
Sebagai respons, militer Korsel mengatakan sedang meninjau opsi untuk menginstal kembali pengeras suara mereka.
Baca Juga: Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Jepang Geram
Korsel dan Korut biasa mempromosikan ideologi masing-masing dan saling mengkritik melalui pengeras suara. Tetapi kedua seteru sama-sama membongkar alat propaganda mereka setelah Deklarasi Panmunjeom diumumkan menyusul pertemuan puncak pertama antara Presiden Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 27 April 2018.
Deklarasi itu berbunyi,"... kedua belah pihak sepakat untuk mengubah zona demiliterisasi menjadi zona damai dalam arti yang sebenarnya dengan menghentikan per 1 Mei tahun ini semua tindakan bermusuhan dan menghilangkan sarana permusuhan, termasuk penyiaran melalui pengeras suara dan distribusi selebaran, di daerah di sepanjang Garis Demarkasi Militer."
Baca Juga: Korea Utara Ancam Tingkatkan Kehadiran Militer di Sekitar DMZ
Pyongyang pada saat itu menanggalkan puluhan pengeras suara dari sekitar 40 tempat. Sejak pencairan hubungan pada 2018, dua rival lama telah melakukan upaya untuk meningkatkan hubungan dan mempertahankan dialog.
Tapi hubungan mereka tampaknya memburuk dengan cepat dalam seminggu terakhir. Korut pada Jumat lalu meledakkan Kantor Penghubung Antar-Korea, di sisi perbatasannya, yang didirikan dua tahun lalu untuk memastikan dialog reguler antara kedua negara.
Analis percaya Pyongyang sengaja meningkatkan ketegangan untuk meningkatkan daya tawar dan memaksa pembicaraan atau negosiasi baru. (BBC/Korea Times/Hym/OL-10)
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
PERLOMBAAN senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan kian mendalam ke bawah laut. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik kapal selam nuklir, Kamis (25/12).
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Di drakor ini, Kim Seon-ho memerankan karakter bernama Joo Ho-jin. Ho-jin merupakan penerjemah multibahasa yang ditugaskan sebagai penerjemah untuk bintang top Cha Mu-hee (Go Youn-jung).
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Korea Selatan dilanda tren "Dubai Chewy Cookie". Terinspirasi dari cokelat viral Dubai, hidangan penutup ini laku keras berkat pengaruh K-Pop dan visual yang menggoda.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved