Senin 09 Maret 2020, 23:49 WIB

Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Jepang Geram

Nur Aivanni | Internasional
Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Jepang Geram

AFP
Warga Korea menonton peluncuran rudal oleh Kora Utara

 

KOREA Utara menembakkan beberapa proyektil yang diduga Jepang sebagai rudal balistik ke laut pada Senin (9/3), seminggu setelah uji coba senjata serupa oleh Pyongyang.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan Korea Utara telah meluncurkan yang diduga sebagai "rudal balistik", yang dilarang di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Peluncuran berulang obyek seperti rudal balistik telah menjadi persoalan serius bagi masyarakat internasional, termasuk negara kita," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada parlemen.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan bahwa Korea Utara tampaknya telah melakukan latihan menembak bersama yang melibatkan berbagai jenis beberapa peluncur roket.

JCS pun menyatakan sangat menyesal atas tindakan Pyongyang. Awalnya mereka mengatakan tiga proyektil terlibat, sebelum mengubah deskripsi menjadi "banyak".

JCS mengatakan perangkat itu ditembakkan ke arah timur laut dari provinsi Hamgyong Selatan dan terbang 200 kilometer (124 mil) pada ketinggian maksimum 50 kilometer. Itu sedikit lebih pendek, tetapi juga sedikit lebih tinggi dari penembakan Senin lalu.

Para analis mengatakan Korut terus memperbaiki kemampuan senjatanya selama diskusi nuklirnya yang telah lama terhenti dengan AS, yang terhenti sejak gagalnya KTT Hanoi antara pemimpin Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump lebih dari setahun yang lalu.

Dalam pertemuan darurat, menteri keamanan Korea Selatan mengatakan, latihan menembak yang terus dilakukan Korut tidak membantu upaya bagi perdamaian abadi di semenanjung Korea.

Tiga proyektil yang ditembakkan dengan sukses dari Transporter Erector Launcher (TEL) tunggal akan menjadi "tonggak baru" untuk program rudal balistik jarak pendek Korea Utara, cuit Ankit Panda, rekan senior di Federasi Ilmuwan Amerika.

"Kim terus menguji, meningkatkan, dan mengoperasionalkan pasukannya," kata Vipin Narang dari Massachusetts Institute of Technology.

Setelah peluncuran pekan lalu, media pemerintah Korea Utara mengatakan Kim mengawasi latihan "artileri jarak jauh". Militer Korea Selatan mengatakan peluncuran itu tampaknya merupakan dua rudal balistik jarak pendek.

Korea Utara melakukan serangkaian uji coba senjata akhir tahun lalu, yang terakhir pada November, yang sering digambarkan sebagai sistem peluncuran roket ganda, sementara yang lain menyebutnya rudal balistik.

Pyongyang berada di bawah serangkaian sanksi terhadap program-program senjatanya dari Dewan Keamanan PBB, AS, Korea Selatan dan lainnya. (AFP/OL-8)

Baca Juga

AFP/INDRANIL MUKHERJEE

Presiden Portugal Serukan Persatuan Nasional Lawan Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 17:40 WIB
Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa menyerukan persatuan nasional untuk atasi krisis kesehatan masyarakat yang disebabkan covid-19....
Ina FASSBENDER / AFP

Gara-gara Covid-19, Robot Gantikan Mahasiswa Jepang Hadiri Wisuda

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 17:19 WIB
Robot itu mengenakan topi dan toga wisuda dalam acara wisuda di Business Breakthrough University di Tokyo. "Wajah" robot adalah...
 SAM PANTHAKY / AFP

907 WNI Jamaah Tablihg Terjebak di Luar Negeri Karena Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 07 April 2020, 16:37 WIB
Setidaknya 907 orang WNI jamaah tabligh masih berada di luar negeri. Sebagian besar berada di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya