Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron, pada Minggu (14/6), berjanji untuk melawan rasisme. Namun, katanya, Prancis tidak akan menurunkan patung-patung tokoh era kolonial yang kontroversial.
Itu adalah pertama kalinya Macron berbicara mengenai masalah tersebut sejak kematian George Floyd di Amerika Serikat yang telah memicu aksi protes di seluruh dunia, termasuk di Prancis.
Para demonstran telah menyatakan kemarahan mereka atas ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi, khususnya terhadap kaum minoritas dari bekas koloni Prancis di Afrika.
Macron mengakui bahwa alamat, nama, warna kulit seseorang bisa mengurangi peluang mereka untuk berhasil dalam masyarakat Prancis.
Akan tetapi, ia menyerukan perjuangan untuk memastikan bahwa setiap orang bisa menemukan tempat mereka tanpa memandang asal etnis atau agama. Dia pun berjanji untuk tidak berkompromi dalam menghadapi rasisme, anti-Semitisme dan diskriminasi.
Namun, dia menegaskan bahwa Prancis tidak akan menurunkan patung-patung tokoh era kolonial yang kontroversial seperti yang terjadi di beberapa negara lain dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Kepala Polisi Atlanta Mundur setelah Pria Kulit Hitam Terbunuh
Di tengah-tengah seruan untuk menurunkan patung-patung yang dikaitkan dengan perdagangan budak Prancis atau kesalahan kolonial, Macron mengatakan bawah pihaknya tidak akan menghapus jejak atau nama apa pun dari sejarahnya.
"Itu tidak akan menurunkan patung apa pun," katanya.
"Kita harus melihat semua sejarah kita bersama termasuk hubungan dengan Afrika, dengan tujuan kebenaran daripada menyangkal siapa kita," kata Macron.
Seperti banyak pemerintah di seluruh dunia, Macron menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menentang rasisme dan kekerasan polisi.
Setidaknya 15.000 orang berdemonstrasi di Paris pada Sabtu, yang terbaru dalam serangkaian protes Prancis yang dipicu oleh kematian George Floyd di Amerika Serikat dan gerakan Black Lives Matter, tetapi semakin fokus pada ketegangan di Prancis sendiri antara polisi dan minoritas. (France24/A-2)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved