Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Putin Tetapkan Pemungutan Suara Perubahan Konstitusi pada 1 Juli

Nur Aivanni
02/6/2020 10:35
Putin Tetapkan Pemungutan Suara Perubahan Konstitusi pada 1 Juli
Presiden Rusia Vladimir Putin saat rapat teleconference dengan Presidential Commissioner untuk hak anak-anak Anna Kuznetsova (1/6/2020)(AFP/ALEXEY NIKOLSKY)

Di tengah ancaman pandemi virus covid-19, Presiden Rusia Vladimir Putin terus maju dengan rencananya untuk melakukan perubahan konstitusi yang bisa memperpanjang kekuasaannya setelah 2024. Pemungutan suara untuk perubahan konstitusi yang sebelumnya tertunda itu akan berlangsung pada 1 Juli.

Pengumuman pada Senin tersebut keluar beberapa hari setelah para pejabat mengatakan krisis kesehatan akibat pandemi covid-19 telah melewati puncaknya, meskipun negara tersebut masih melaporkan ribuan infeksi baru setiap hari.

"Ketika situasi pandemi membaik, kami tentu saja kembali ke kehidupan normal, termasuk kebutuhan untuk memikirkan pekerjaan selanjutnya tentang amandemen konstitusi," kata Putin dalam sebuah video dengan para pejabat pemilihan dan kesehatan, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Presiden menyetujui usulan dari pejabat bahwa pemungutan suara diadakan pada 1 Juli dan mengatakan kesehatan masyarakat perlu menjadi prioritas pertama dan utama bagi penyelenggara.

Baca juga: Otopsi Independen: Kematian George Floyd akibat Sesak Napas

Pemungutan suara akan diadakan seminggu setelah Rusia dijadwalkan akan mengadakan perayaan besar dijadwalkan kembali pada 24 Juni yang menandai 75 tahun sejak akhir Perang Dunia II di Eropa.

Lyubov Sobol, seorang pemimpin oposisi Moskow dan sekutu kepala kritikus Kremlin Alexei Navalny mengecam rencana untuk mengadakan pemungutan suara konstitusional pada bulan Juli.

"Ini adalah hukum dasar negara kita dan mereka telah mengatur sirkus ini," katanya melalui akun Twitternya. "Putin siap mempertaruhkan kehidupan dan kesehatan masyarakat," tambahnya.

Pemungutan suara tentang perubahan konstitusi sebelumnya akan diadakan pada 22 April, tetapi harus ditunda setelah Rusia mengalami lonjakan infeksi virus covid-19.

Rusia terus mencatat sejumlah besar kasus virus covid-19. Ada 9.035 infeksi covid-19 pada Senin, sehingga totalnya menjadi 414.878 kasus. (Al Jazeera/OL-14)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bude
Berita Lainnya