Kamis 14 Mei 2020, 07:12 WIB

AS dan Kuba Saling Tuding Soal Terorisme

Basuki Eka Purnama | Internasional
AS dan Kuba Saling Tuding Soal Terorisme

AFP/NICHOLAS KAMM
Polisi menyelidiki insiden penembakan di gedung Kedutaan Besar Kuba di Washington, Amerika Serikat.

 

AMERIKA Serikat (AS) dan Kuba saling tuding mengenai dukungan terhadap aksi teror saat Presiden AS Donald Trump, Rabu (13/5), memasukkan Kuba dalam daftar hitam karena dianggap tidak bekerja sama menentang terorisme.

Ini merupakan kali pertama Kuba kembali masuk daftar hitam AS sejak 2015. Mereka bergabung dengan empat musuh AS lainnya yaitu Iran, Korea Utara, Suriah, dan Venezuela.

Washington meningkatkan tekanan terhadap Havana sehari setelah Kuba meminta diadakannya penyelidikan terorisme setelah kedutaan besar mereka di Washington menjadi korban serangan penembakan.

Baca juga: AS Tuding Tiongkok Berusaha Curi Vaksin Covid-19

Departemen Luar Negeri AS menuding Kuba menyembunyikan pemberontak sayap kiri Kolombia ELN. Mereka pergi ke Havana pada 2017 untuk bernegosiasi dengan Bogota namun tidak pernah kembali ke Kolombia.

"Penolakan Kuba untuk bekerja sama dengan pemerintah Kolombia menunjukkan mereka tidak mendukung upaya AS yang membantu Kolombia menciptakan perdamaian dan keamanan," ujar Departemen Luar Negeri AS.

Presiden Kolombia Ivan Duque mengakhiri perundingan damai dengan ELN pada Januari lalu setelah sebuah bom mobil menghantam sebuah akademi polisi di Bogota yang menewaskan 21 orang.

Kelompok militan itu meminta pemerintah Kolombia menjamin keamanan para negositator mereka jika mereka kembali dari Kuba.

Kebijakan Departemen Luar Negeri AS ini merupakan langkah terbaru Trump untuk menekan Kuba dan menjauhkan diri dari upaya rekonsiliasi yang dilakukan pendahulunya, Barack Obama. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP

WHO: Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 29 November 2021, 17:48 WIB
Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya...
Antara/Fikri Yusuf

PBB: Pandemi Rugikan Sektor Pariwisata Global $2,0 Triliun pada 2021

👤Nur Aivanni  🕔Senin 29 November 2021, 17:20 WIB
Kedatangan turis internasional tahun ini akan tetap 70-75% di bawah 1,5 miliar kedatangan yang tercatat pada 2019 sebelum pandemi...
AFP/Organisasi Energi Atom Iran.

Perjalanan Berliku Perjanjian Nuklir Iran pada 2015

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 14:39 WIB
Dengan pembicaraan tentang pemulihan kesepakatan yang akan dimulai di Wina pada Senin (29/11), mari kita lihat kembali sejarahnya yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya