Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Tiongkok mengatakan telah mengidentifikasi jenis virus corona baru dari famili yang sama yang menyebabkan epidemi SARS 2002-2003 sebagai penyebab wabah pneumonia misterius di pusat Kota Wuhan, Tiongkok, yang menginfeksi 59 orang.
Tes laboratorium telah mengidentifikasi virus baru dan seluruh urutan genom telah diperoleh, siaran televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, melaporkan, Kamis (9/1), mengutip satuan tugas para ahli medis.
Sebanyak 15 pasien di Wuhan telah dites positif terjangkit virus itu, yang menunjukkan ‘tipikal morfologi coronavirus’, demikian laporan tersebut.
“Patogen dari kasus pneumonia viral yang tidak dapat dijelaskan ini untuk tahap awal diidentifikasi sebagai jenis baru coronavirus,” kata kelompok pakar tersebut.
Baca juga : Penyakit Pneumonia Merebak di Wuhan,Tiongkok
Otoritas medis di Wuhan sebelumnya mengesampingkan sindrom pernapasan akut berat (SARS) sebagai penyebab wabah tersebut.
Tidak seperti SARS, yang menewaskan ratusan orang di daratan Tiongkok dan Hong Kong, tidak ada kematian dilaporkan di Wuhan dan delapan pasien, tidak lagi menunjukkan gejala pneumonia, telah diizinkan pulang dari rumah sakit pada Rabu (8/1).
Otoritas kesehatan Wuhan mengatakan sejauh ini tidak ada penularan dari manusia ke manusia.
Ada 59 kasus virus misterius yang dilaporkan di Wuhan sejak bulan lalu, banyak dari mereka melibatkan individu yang bekerja di pasar makanan laut tempat hewan liar juga telah dijual. Pasar tersebut telah ditutup menyusul kasus tersebut.
Virus SARS mungkin menginfeksi manusia setelah melompat dari hewan,” menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kasus Wuhan pertama diidentifikasi pada 12 Desember dan terakhir pada 29 Desember.
Menyusul laporan CCTV, sejumlah detail penting masih perlu ditetapkan, kata Profesor David Hui Shu-cheong, seorang ahli pengobatan pernapasan dari Chinese University of Hong Kong.
"Beberapa informasi penting, termasuk hewan mana yang merupakan sumber virus, masa inkubasi dan rute penularan, masih belum teridentifikasi," ujarnya.
Virus corona dapat menginfeksi mamalia seperti babi, sapi, kucing, anjing, unta, kelelawar, dan tikus, serta manusia. (South China Morning Post/Hym/OL-09)
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Ledakan toko petasan di Xiangyang, Hubei, Tiongkok, tewaskan 12 orang di tengah perayaan Imlek. Insiden ini picu kembali debat larangan kembang api akibat isu keamanan.
Kedutaan Besar China di AS membantah keras tudingan uji coba nuklir Beijing, menyebutnya sebagai manipulasi politik Washington untuk menjaga hegemoni nuklir.
TIONGKOK bersiap mengoperasikan robot humanoid untuk membantu patroli di pos perbatasan utama dengan Vietnam,
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved