Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KONGRES Amerika Serikat (AS) siap menyerahkan kepada Presiden Donald Trump untuk kedua kalinya dalam kurang dari sebulan sebagai bentuk kecaman terhadap pemerintah Tiongkok melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Pada Kamis (5/12) waktu setempat, anggota Senat mengatakan bahwa mereka berharap bisa menerbitkan legislasi secara cepat dan mudah untuk memberi sanksi kepada para pejabat Tiongkok yang terlibat tindakan brutal terhadap etnik minoritas Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Dari hasil voting anggota Kongres, sebanyak 407 suara mendukung memberi sanksi kepada para pejabat Tiongkok yang melakukan pelanggaran HAM terhadap etnik Uighur. Hanya satu suara anggota Kongres yang menolak.
Persetujuan Senat diharapkan dalam dua pekan ke depan dapat diputuskan secara resmi. Di sisi lain, Gedung Putih belum berkomentar mengenai legislasi tersebut. Bisa jadi Trump tidak memiliki pilihan lain selain menandatangani legislasi yang diajukan Senat sebagaimana undang-undang yang mendukung penerapan HAM di Hong Kong.
"Pandangan saya jika ini (legislasi) ini akan disejetujui oleh Gedung Putih...Ini sulit untuk tidak ditandangani atau berkembang menjadi undang-undang," kata Senator Marco Rubio dari Florida.
Di sisi lain, Trump masih bersikap canggung dan ragu terhadap Tiongkok terkait persaingan dagang, tetapi bukan untuk urusan HAM. Trump dipastikan akan menandatangani legislasi dari Senat.
Memang, Trump berulang kali menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai seorang sahabat. Namun Xi sendiri tidak begitu suka dengan kebijakan Trump telah menjadi 'polisi dunia'.
Legislasi yang telah mendapat kesepakatan di Senat akan mendorong pemerintah AS yang memasukan daftar para pejabat Tiongkok yang dikenai sanksi atas peran dalam melakukan tindakan represif terhadap minoritas muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Menurut laporan, otoritas Tiongkok telah menahan sedikit 1 juta etnik Uighur, Kazaks, dan etnik minoritas lainnya di kamp pengasingan. Namun laporan lain mengatakan jumlah etnik yang ditahan mencapai 2 juta orang.
Laporan pengamat HAM mengatakan para tahanan dipaksa untuk didoktrinasi secara politis, disiksa, dipukul, tak diberi makan, dan dipaksa. Mereka diminta tidak melakukan praktik agama mereka secara bebas dan tidak boleh berbicara dalam bahasa asli mereka.(AFP/Aljazeera/OL-09)
LANGKAH Indonesia bergabung sebagai anggota awal Board of Peace (BoP) dinilai sebagai pisau bermata dua bagi diplomasi nasional.
Upaya diplomatik global belakangan lebih banyak digerakkan oleh kepemimpinan Amerika Serikat dibandingkan forum internasional.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Muslim Muda Banten (FMMB) mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap masyarakat muslim yang ada di Uighur.
Tiongkok mengubah nama ratusan desa di wilayah Xinjiang sebagai sebuah upaya menghapus makna budaya dan agama bagi etnis Uighur,
Salah satu perwakilan massa dari Aliansi Mahasiswa Islam Bersatu (AMIB), Amril, menduga Abdulhakim dan organisasinya mendukung Israel dibandingkan Palestina.
Sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Uighur, Abdulhakim Idris diduga menjadi corong kepentingan negara barat.
POLISI antihuru hara berpatroli di lingkungan perkotaan dekat ibu kota India pada Rabu (2/8), setelah meletusnya dua kasus kerusuhan sektarian yang telah menewaskan enam orang.
Wang Xiaohing berdalih tindakan ini untuk memberantas kekuatan kriminal dan menopang keamanan politik, serta kontrol sosial di seluruh negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved