Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KONGRES Amerika Serikat (AS) siap menyerahkan kepada Presiden Donald Trump untuk kedua kalinya dalam kurang dari sebulan sebagai bentuk kecaman terhadap pemerintah Tiongkok melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Pada Kamis (5/12) waktu setempat, anggota Senat mengatakan bahwa mereka berharap bisa menerbitkan legislasi secara cepat dan mudah untuk memberi sanksi kepada para pejabat Tiongkok yang terlibat tindakan brutal terhadap etnik minoritas Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Dari hasil voting anggota Kongres, sebanyak 407 suara mendukung memberi sanksi kepada para pejabat Tiongkok yang melakukan pelanggaran HAM terhadap etnik Uighur. Hanya satu suara anggota Kongres yang menolak.
Persetujuan Senat diharapkan dalam dua pekan ke depan dapat diputuskan secara resmi. Di sisi lain, Gedung Putih belum berkomentar mengenai legislasi tersebut. Bisa jadi Trump tidak memiliki pilihan lain selain menandatangani legislasi yang diajukan Senat sebagaimana undang-undang yang mendukung penerapan HAM di Hong Kong.
"Pandangan saya jika ini (legislasi) ini akan disejetujui oleh Gedung Putih...Ini sulit untuk tidak ditandangani atau berkembang menjadi undang-undang," kata Senator Marco Rubio dari Florida.
Di sisi lain, Trump masih bersikap canggung dan ragu terhadap Tiongkok terkait persaingan dagang, tetapi bukan untuk urusan HAM. Trump dipastikan akan menandatangani legislasi dari Senat.
Memang, Trump berulang kali menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai seorang sahabat. Namun Xi sendiri tidak begitu suka dengan kebijakan Trump telah menjadi 'polisi dunia'.
Legislasi yang telah mendapat kesepakatan di Senat akan mendorong pemerintah AS yang memasukan daftar para pejabat Tiongkok yang dikenai sanksi atas peran dalam melakukan tindakan represif terhadap minoritas muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Menurut laporan, otoritas Tiongkok telah menahan sedikit 1 juta etnik Uighur, Kazaks, dan etnik minoritas lainnya di kamp pengasingan. Namun laporan lain mengatakan jumlah etnik yang ditahan mencapai 2 juta orang.
Laporan pengamat HAM mengatakan para tahanan dipaksa untuk didoktrinasi secara politis, disiksa, dipukul, tak diberi makan, dan dipaksa. Mereka diminta tidak melakukan praktik agama mereka secara bebas dan tidak boleh berbicara dalam bahasa asli mereka.(AFP/Aljazeera/OL-09)
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Amerika Serikat mewajibkan calon tentara setidaknya memiliki kartu izin tinggal permanen (Green Card) atau telah menjadi warga negara AS (US Citizen).
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Muslim Muda Banten (FMMB) mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap masyarakat muslim yang ada di Uighur.
Tiongkok mengubah nama ratusan desa di wilayah Xinjiang sebagai sebuah upaya menghapus makna budaya dan agama bagi etnis Uighur,
Salah satu perwakilan massa dari Aliansi Mahasiswa Islam Bersatu (AMIB), Amril, menduga Abdulhakim dan organisasinya mendukung Israel dibandingkan Palestina.
Sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Uighur, Abdulhakim Idris diduga menjadi corong kepentingan negara barat.
POLISI antihuru hara berpatroli di lingkungan perkotaan dekat ibu kota India pada Rabu (2/8), setelah meletusnya dua kasus kerusuhan sektarian yang telah menewaskan enam orang.
Wang Xiaohing berdalih tindakan ini untuk memberantas kekuatan kriminal dan menopang keamanan politik, serta kontrol sosial di seluruh negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved