Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Donald Trump diam-diam merilis lebih dari US$100 juta bantuan militer untuk Libanon setelah berbulan-bulan keterlambatan yang tidak dapat dijelaskan.
Hal itu menurut dua staf kongres dan seorang pejabat administrasi yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang masalah tersebut.
Dana Pendanaan Militer Asing US$105 juta untuk Angkatan Bersenjata Libanon dirilis pekan lalu. Anggota parlemen diberitahu tentang langkah itu, Senin (2/12).
Dana itu tertahan di kantor Manajemen dan Anggaran sejak September lalu meskipun sudah memenangi persetujuan kongres dan dukungan luar biasa dari Pentagon, Departemen Luar Negeri, dan Dewan Keamanan Nasional.
Gedung Putih belum memberikan penjelasan apa pun atas penundaan tersebut meskipun ada permintaan berulang dari Kongres dan media.
Pembekuan samar-samar pada bantuan militer disebutkan dalam kesaksian saksi pemakzulan bulan lalu. David Hale, salah satu pejabat penting di Departemen Luar Negeri AS, yang menjabat sebagai duta besar AS untuk Libanon dari 2013 hingga 2015, dalam kesaksian para penyelidik pemakzulan Dewan mengisyaratkan penangguhan bantuan itu.
Hale mengatakan itu sekitar waktu ia pertama kali mulai mendengar ada masalah dengan sekitar US$400 juta dalam bantuan militer untuk Ukraina, yang dibekukan oleh pemerintahan Trump selama musim panas dan dirilis pada 11 September.
"Saya mengetahui dari seorang anggota staf saya, saya percaya, dan paket bantuan ke Libanon juga ditunda dengan cara yang sama," kata Hale. (Ahram Online/Hym/OL-09)
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Ia menyebut jumlah tersebut setara dengan “ratusan bus sekolah yang dipenuhi anak-anak yang melarikan diri demi keselamatan mereka setiap 24 jam.”
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved