Selasa 03 Desember 2019, 10:04 WIB

Pemerintahan AS Diam-diam Loloskan Bantuan Militer untuk Libanon

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Pemerintahan AS Diam-diam Loloskan Bantuan Militer untuk Libanon

AFP/ANWAR AMRO
Seorang demonstran anti-Amerika mengibarkan bendera dengan pengawasan aparat keamanan di Awkar, timur laut Beirut, Libanon.

 

PEMERINTAH Donald Trump diam-diam merilis lebih dari US$100 juta bantuan militer untuk Libanon setelah berbulan-bulan keterlambatan yang tidak dapat dijelaskan.

Hal itu menurut dua staf kongres dan seorang pejabat administrasi yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang masalah tersebut.

Dana Pendanaan Militer Asing US$105 juta untuk Angkatan Bersenjata Libanon dirilis pekan lalu. Anggota parlemen diberitahu tentang langkah itu, Senin (2/12).

Dana itu tertahan di kantor Manajemen dan Anggaran sejak September lalu meskipun sudah memenangi persetujuan kongres dan dukungan luar biasa dari Pentagon, Departemen Luar Negeri, dan Dewan Keamanan Nasional.

Gedung Putih belum memberikan penjelasan apa pun atas penundaan tersebut meskipun ada permintaan berulang dari Kongres dan media.

Pembekuan samar-samar pada bantuan militer disebutkan dalam kesaksian saksi pemakzulan bulan lalu. David Hale, salah satu pejabat penting di Departemen Luar Negeri AS, yang menjabat sebagai duta besar AS untuk Libanon dari 2013 hingga 2015, dalam kesaksian para penyelidik pemakzulan Dewan mengisyaratkan penangguhan bantuan itu.

Hale mengatakan itu sekitar waktu ia pertama kali mulai mendengar ada masalah dengan sekitar US$400 juta dalam bantuan militer untuk Ukraina, yang dibekukan oleh pemerintahan Trump selama musim panas dan dirilis pada 11 September.

"Saya mengetahui dari seorang anggota staf saya, saya percaya, dan paket bantuan ke Libanon juga ditunda dengan cara yang sama," kata Hale. (Ahram Online/Hym/OL-09)

Baca Juga

AFP/Joe Raedle

Direktur Intelijen AS Janji Ungkap Laporan Pembunuhan Khashoggi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:59 WIB
Sejumlah media AS melaporkan pada November 2018 bahwa CIA telah menyimpulkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan...
AFP/Noel Cellis

Tangkal Covid-19,Perusahaan Tiongkok Imingi Bonus Kerja saat Imlek

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:59 WIB
Analis BloombergNEF Daixin Li mengatakan, bekerja selama liburan mungkin lebih berkaitan dengan pemerintah Tiongkok yang berjuang...
AFP/Mladen Antonov

Afrika Selatan akan Bayar Vaksin AstraZeneca Lebih Mahal

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Januari 2021, 19:30 WIB
Negara lain yang berpendapatan tinggi justru mendapat harga lebih rendah adalah karena mereka berinvestasi pada riset dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya