Senin 02 Desember 2019, 10:29 WIB

Sekjen PBB Ingatkan Dampak Krisis Iklim Luar Biasa

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Sekjen PBB Ingatkan Dampak Krisis Iklim Luar Biasa

AFP/Cristina Quicler
Sekjen PBB Antonio Guterres

 

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan dampak dahsyat pemanasan global mengancam umat manusia karena lebih dulu menyerang alam. Hal ini disampaikan Guterres jelang konferensi tingkat tinggi iklim atau disebut COP25, Minggu (1/12).

"Selama beberapa dekade, spesies manusia telah berperang dengan planet ini,dan sekarang planet ini melawan," ujar Guterres.

Ia mengutuk ekonomi utama dunia yang tidak melakukan upaya memadai untuk mengekang peningkatan polusi karbon.

"Kita dihadapkan dengan krisis iklim global dan tidak bisa kembali ke awal," imbuhnya.

Guterres menyampaikan hal itu sebagai bagian yang ditekankan dalam laporan PBB dan akan dirilis pada Selasa (3/12). Pihaknya pun mengonfirmasi lima tahun terakhir menjadi yang terpanas dari sebelumnya.

"Bencana terkait iklim menjadi lebih sering, lebih mematikan, lebih destruktif," ungkapnya pada malam perundingan perubahan iklim bersama 196 negara COP25 di Madrid.

Baca juga: Indonesia Sambut Komitmen EU soal pengurangan Emisi 55 %

Ia menambahkan beberapa risiko yang akan dihadapi manusia, mulai dari kesehatan hingga keamanan pangan. Polusi udara, lanjut dia, menjadi penyebab tujuh juta kematian prematur setiap tahun.

Sebelumnya, kesepakatan Paris menyerukan pembatasan pemanasan global di bawah dua derajat Celcius. Namun, baru-baru ini, ilmu pengetahuan menjelaskan batas aman untuk kenaikan hanya 1,5 derajat celcius.

Laporan program lingkungan PBB atau UN Enviroment Programme juga menyimpulkan emisi CO2 harus turun 7,6% per tahun selama dekade berikutnya agar tetap dalam ambang batas.

Guterres pun meyakinkan kenaikan 1,5 derajat celcius bisa dilakukan.

"Mari kita perjelas, sampai sekarang, upaya kita untuk mencapai target ini sama sekali tidak memadai," tegasnya.

"Para penyumbang emisi terbesar di dunia tidak mengerjakan kewajiban mereka dengan sebenarnya".(AFP/OL-5)

 

Baca Juga

AFP/Yuri Kadobnov

Rusia Laporkan Kasus Varian Baru Covid-19 Lebih Menular dari Delta

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 19:42 WIB
Ada kemungkinan bahwa varian AY42 akan menyebar...
AFP

Inggris-Selandia Baru Capai Perjanjian Perdagangan Bebas

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 19:02 WIB
Kesepakatan dagang yang tercapai setelah proses negosiasi 16 bulan, bertujuan mengurangi beban tarif dan meningkatkan perdagangan jasa...
AFP/Emmanuel Dunand.

Israel Anggarkan Rp21,3 Triliun untuk Persiapan Serang Nuklir Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:55 WIB
Anggaran NIS 5 miliar terdiri dari NIS 3 miliar dari anggaran sebelumnya dan tambahan NIS 2 miliar dari anggaran berikutnya yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya