Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PARLEMEN Eropa memutuskan tidak meratifikasi kesepakatan Brexit baru sampai majelis legislatif Inggris melakukannya. Ini bisa saja berarti para anggota Parlemen Inggris akan membalik kesepakatan pekan ini saat Parlemen Eropa duduk di Strasbroug.
"Parlemen Eropa akan menjadi 'aktor' terakhir yang memiliki suara pada kesepakatan Brexit. Kita akan mengikuti pemeriksaan dari Parlemen Inggris dan menyetujui perjanjian," kata juru bicara Parlemen Eropa David Sassoli dilansir dari AFP, Selasa (22/10).
Dia menambahkan komite urusan konstitusional Parlemen Eropa saat ini akan memeriksa kesepakatan tersebut. Sassoli melanjutkan diskusi akan lebih banyak dilakukan pada Kamis (24/10) mendatang.
"Kami berada di jalur yang benar. Kami melakukan tugas dan akan bertemu lagi pada Kamis mendatang untuk membahas kemajuan terbaru," imbuhnya.
Baca juga: Johnson Kirim Surat Perpanjangan, Brexit Kembali Ditunda
Ketua Komite Parlemen Brexit Guy Verhofstadt, sebelumnya, mengonfirmasi menunggu ratifikasi Ingris juga akan dapat menjadi sarana untuk pemimpin partai.
"Sekarang tergantung pada Parlemen Inggris untuk membuat pilihan mereka," katanya.
Parlemen Eropa telah menandatangani persetujuan perjanjian antara Inggris dan eksekutif Uni Eropa pada pertemuan puncak di Brussel, pekan lalu.
Namun, ada beberapa anggota parlemen Inggris menentang upaya Perdana Menteri Boris Johnson untuk meratifikasi kesepakatan dengan cepat.
Pekan lalu, PM Johnson mengungkapkan telah membuat perjanjian baru dan sudah disepakati dengan Uni Eropa. Perjanjian kali ini menghapus klausul kontroversial, yang dinilai sejumlah kritikus dapat membuat Inggris tetap terikat dengan aturan bea cukai UE untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
Irlandia Utara akan tetap berada di bawah serikat bea cukai Inggris di bawah perjanjian baru. Namun, nantinya, tetap akan ada pemeriksaan bea cukai untuk sejumlah barang yang menuju Irlandia dan pasar tunggal UE.
PM Johnson dan timnya berusaha merayu sejumlah pemberontak dari Partai Buruk, mantan Konservatif dan juga Brexiteer agar perjanjian Brexit dapat diloloskan parlemen.
Seperti sebelumnya, PM Johnson mengulangi kembali tekadnya bahwa Brexit akan tetap terjadi pada 31 Oktober mendatang, dengan atau tanpa perjanjian.
Brexit, atau Britain Exit, adalah istilah untuk keluarnya Inggris dari keanggotaan UE. Isu ini bergulir usai digelarnya referendum Brexit pada 2016. (Medcom/OL-2)
Pada Jumat (27/2) belum ada permintaan resmi yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Presiden AS Donald Trump mengaku sedih hubungan AS-Inggris tak seerat dulu setelah PM Keir Starmer sempat menolak izin penggunaan pangkalan udara untuk serang Iran.
Siprus protes keras Inggris setelah pangkalan RAF Akrotiri diserang drone. Nikosia tuntut kepastian pangkalan hanya untuk misi kemanusiaan, bukan serangan militer.
Pangkalan militer Diego Garcia, milik Inggris dan AS, terletak di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia, sekitar 2.000 km selatan Sumatra.
Presiden AS Donald Trump mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena lambat menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk operasi militer ke Iran.
Grace Bell mencetak sejarah di Inggris dengan melahirkan Hugo melalui transplantasi rahim dari donor yang sudah meninggal.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Donald Trump.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved