Minggu 20 Oktober 2019, 11:43 WIB

Johnson Kirim Surat Perpanjangan, Brexit Kembali Ditunda

Melalusa Susthira K | Internasional
Johnson Kirim Surat Perpanjangan, Brexit Kembali Ditunda

AFP
Warga Inggris berkumpul di Kota London, Sabtu (19/10). PM Inggris Boris Johnson memutuskan menunda Inggris keluar dari Uni Eropa.

 

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson dengan sangat terpaksa mengirimkan surat ke Uni Eropa untuk meminta perpanjangan waktu Brexit setelah 31 Oktober. Surat tersebut mau tak mau dilayangkannya karena parlemen Inggris memilih amandemen yang akan menunda Brexit pada sesi pemungutan suara pada Sabtu (19/10).

Namun, Johnson yang berjanji akan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober, menolak untuk menandatangani surat yang dikirimnya kepada Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk.

Dalam hari yang bersejarah di House of Commons pada Sabtu (19/10) kemarin, para anggota parlemen menolak memberikan dukungan pada Perjanjian Penarikan yang telah direvisi Johnson dengan Uni Eropa minggu ini, sampai undang-undang yang diperlukan untuk meratifikasinya telah disahkan oleh parlemen.

Setelah menolak mendukung kesepakatan perceraian, anggota parlemen mendesak undang-undang yang mewajibkan Johnson untuk mengirimkan surat kepada pemimpin Uni Eropa untuk meminta penundaan Brexit.

Sumber dari Downing Street menyebutkan, Johnson telah mengirimkan surat yang berisi undang-undang yang mengharuskannya meminta penundaan pada Uni Eropa jika tidak ada kesepakatan terkait Brexit. Namun, Johnson tidak menandatangani surat tersebut.

Johnson justru menandatangani surat lainnya yang menjelaskan ia tidak ingin menunda Brexit pada akhir bulan ini. Adapun surat ketiga yang ditulis oleh Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa Tim Barrow, menjelaskan bahwa surat penundaan Brexit dikirimkan hanya untuk mematuhi hukum.

Surat bertanda tangan Johnson kemudian beredar di beberapa media Inggris. Dengan nada menyayangkan karena pemimpin Uni Eropa harus menghabiskan lebih banyak waktu karena persoalan Brexit yang tak kunjung usai, Johnson mengatakan ia tetap yakin untuk menyelesaikan proses ratifikasi Brexit pada 31 Oktober sebagaimana yang dijadwalkan.

"Sayangnya, parlemen melewatkan kesempatan untuk memajukan momentum ke dalam proses ratifikasi. Perpanjangan lebih lanjut akan merusak kepentingan Inggris dan mitra Uni Eropa kami, dan hubungan di antara kami. Kami harus mengakhiri proses ini,” tulis Johnson.

Terkait surat yang dilayangkan Johnson, Donald Tusk mengonfirmasi telah menerima (surat) permintaan perpanjangan waktu baru saja tiba. Sekarang saya akan mulai berkonsultasi dengan para pemimpin Uni Eropa untuk menjawabnya," terang Tusk dalam utas Twitternya, Minggu (20/10).

Adapun sumber dari Uni Eropa mengatakan kepada AFP bahwa proses menjawab surat perpanjangan Johnson akan memakan waktu beberapa hari dan menolak untuk menanggapi surat yang tak ditandatangani.

Sementara itu, juru bicara Downing Street mengatakan Johnson telah berbicara dengan Tusk, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pun mengatakan ia telah membahas situasi dengan Johnson dan berharap berhasil di tahap selanjutnya di parlemen Inggris.

Sebelumnya, upaya Johnson untuk meloloskan Brexit harus kembali menerima kekalahan. Pada sesi pemungutan suara di parlemen Inggris Sabtu (19/10) kemarin, dukungan suara parlemen atas amandemen Letwin yang akan menunda keputusan Brexit unggul sebesar 322 suara, sementara parlemen yang menolaknya sebesar 306 suara. Pertemuan parlemen yang dilangsungkan pada hari Sabtu tersebut, menjadi yang pertama kali setelah Perang Falklands pada 1982.

Amandemen Letwin diambil dari nama penggagasnya yakni Oliver Letwin, mantan angggota parlemen dari Partai Konservatif yang mengatakan House of Commons akan menahan dukungan terhadap rencana Brexit hingga semua undang-undang yang diperlukan untuk mengimplementasikan keluarnya Inggris dari Uni Eropa disahkan oleh parlemen. Hal tersebut akan memaksa Johnson meminta perpanjangan tenggat waktu kepada UE.

baca juga: Presiden Korsel Moon Jae-In Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Sementara anggota parlemen berkumpul untuk memberikan suaranya. Di luar parlemen lebih dari 100 ribu orang turun ke jalan menuntut untuk diadakannya referendum baru terkait keanggotaan Inggris di Unni Eropa. Sebelumnya, Johnson berhasil membuat kesepakatan perceraian baru dengan pada KTT Uni Eropa pada Kamis (17/10). (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More