Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan pertemuan dengan kelompok militan Taliban untuk membicarakan finalisasi perjanjian damai konflik Afghanistan.
Dalam rangkaian tulisan di Twitter, dilansir dari BBC, Trump mengatakan sempat berencana bertemu sejumlah petinggi Taliban di Camp David hari ini, Minggu (8/9).
Namun, ia membatalkan pertemuan dan menarik negosiasi perjanjian damai usai Taliban mengklaim sebuah serangan di Kabul yang menewaskan seorang prajurit AS.
Pembatalan negosiasi dilakukan meski Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Senin (2/9), mengatakan Washington dan Taliban "secara prinsip" telah menyepakati perjanjian damai.
Perjanjian damai meliputi penarikan 5.400 personel militer AS dari Afghanistan dalam kurun waktu 20 pekan. Namun, Khalilzad menekankan pengesahan terakhir perjanjian damai masih harus diputuskan Trump.
Baca juga: Perang Dagang AS-Tiongkok Berpotensi Jadi Perang Dingin
Saat ini, AS memiliki sekitar 14 ribu prajurit yang tersebar di seantero Afghanistan.
Kamis (5/9), sebuah bom mobil di Kabul yang diklaim Taliban menewaskan 12 orang. Salah satu korban tewas adalah tentara 'Negeri Paman Sam'. Satu prajurit asal Romania yang tergabung dalam NATO juga tewas dalam serangan tersebut.
Serangan terbaru di Kabul meningkatkan kekhawatiran bahwa perjanjian damai antara AS dan Taliban tidak akan menghentikan serangan yang hampir terjadi setiap harinya di Afghanistan.
Taliban kini menguasai lebih banyak wilayah sejak invasi AS pada 2001, dan masih menolak bernegosiasi langsung dengan pemerintah Afghanistan. Taliban menilai pemerintah Afghanistan hanyalah 'boneka' AS.
Negosiasi damai AS dan Taliban telah berlangsung sebanyak sembilan putaran, yang digelar di Doha, Qatar.
Sebagai ganti dari penarikan pasukan, nantinya Taliban akan memberikan jaminan keamanan di Afghanistan dan memastikan tidak ada lagi area di negara tersebut yang dijadikan basis grup ekstremis.
Hampir 3.500 personel koalisi internasional telah tewas di Afghanistan sejak invasi 2001, dan lebih dari 2.300 korban adalah prajurit AS. (Medcom/OL-2)
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan Iran hanya mengincar kemenangan atas AS dan Israel. Ia menuntut ganti rugi serangan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Iran berencana menyerang pusat data dan infrastruktur serat optik di negara Arab yang digunakan militer AS. Ketegangan Timur Tengah meningkat pascaserangan Israel.
Presiden Masoud Pezeshkian ungkap 3 syarat akhiri perang dengan AS dan Israel. Militer Iran ancam serang titik ekonomi di Teluk Persia jika pelabuhan diincar.
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Chuck Schumer mengungkapkan bahwa sejak 28 Februari sedikitnya 140 personel militer AS mengalami luka-luka, termasuk delapan orang dengan luka serius.
FBI kirim memo peringatan potensi serangan drone Iran dari laut ke California.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Biaya perang AS-Israel melawan Iran mencapai $11,3 miliar dalam satu minggu. Di tengah inflasi domestik, pengeluaran militer ini memicu kecaman keras dari Kongres.
Presiden Donald Trump menegaskan militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dalam hitungan jam, namun ia menolak untuk menarik pasukan lebih awal.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved