Minggu 30 Juni 2019, 20:05 WIB

Sekjen PBB Serukan Pencabutan Subsidi Energi Fosil

mediaindonesia.com | Internasional
Sekjen PBB Serukan Pencabutan Subsidi Energi Fosil

AFP
Sekeretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Guterres

 

SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Guterres membuka Abu Dhabi Climate Meeting di Abu Dhabi  Uni Emirate Arab, Minggu (30/6).

Dalam sambutannya, Guterres dunia sedang berjuang untuk bertahan hidup dari perubahan iklim dan pemanasan global.

"Dunia menghadapi darurat iklim. Disrupsi iklim terjadi dewasa ini dan berlangsung lebih cepat daripada yang diprediksi para pakar terkemuka," kata Guterres.

"Setiap pekan terjadi penghancuran, banjir, kekeringan, dan badai super. Di seluruh dunia, orang kehilangan rumah dan dipaksa berpindah," lanjutnya.

"Situasi semakin buruk dan kuta mesti berbuat secepatnya. Kita tak boleh lagi kalah," kata Guterres pula mewanti-wanti.

Menurut Guterres, salah satu langkah kongkret yang seharusnya ditempuh negara-negara di dunia ialah mencabut subsidi bahan bakar fosil.

"Setop subsidi energi fosil," serunya.


Baca juga: Indonesia Komit Jalankan Reformasi Energi


Sementara, Indonesia menegaskan komitmen bauran energi di Abu Dhabi Climate Meeting di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab, hari ini.

"Indonesia berkomitmen mewujudkan bauran energi berupa 23% energi baru dan terbarukan pada 2025," tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, ketika berbicara di Informal Coalition Ministerial Breakfast pagi tadi waktu setempat.

Jonan juga menegaskan komitmen Indonesia mewujudkan biofuel.

"Kita juga berkomitmen mewujudkan biofuel B20, B30, hingga B100," ujar Jonan.

Jonan selanjutnya meminta negara-negara besar terlibat aktif dalam upaya pengadaan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mengurangi ancaman perubahan cuaca.

"Kami meminta dan mendorong keterlibatan aktif Amerika, Tiongkok, India dan Jepang sebagai negara-neraa pengguna energi yang sangat besar," pungkas Jonan.

Abu Dhabi Climate Meeting yang berlangsung dua hari ini diikuti 1.700 menteri, kalangan dunia usaha dan pakar. Mereka membicarakan program berupa implementasi tujuan yang dicanangkan dalam 2015 Paris Agreement dan tantangan ke depan.

Kesepakatan Paris 2015 berisi kesepakatan untuk mengurangi emisi karbondiaksida.

 Dari Indonesia, selain Menteri ESDM Ignasius Jonan,  hadir pula Dirjen Migas Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto, dan Wakil Kepala SKK Migas Sukandar. (RO/OL-1)

 

Baca Juga

TANG CHHIN Sothy / AFP

112 Pabrik di Kamboja Dibuka Dalam Tujuh Bulan, Serap 76.624 Pekerja

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:24 WIB
Sebanyak 112 pabrik baru dengan total investasi US$1,19 miliar, telah dibuka di Kamboja selama tujuh bulan pertama 2022, kata juru bicara...
Tangkapan layar video dari Dimitri Flores

Minta Bantuan Lewat Medsos, Penyintas Kecelakaan Helikopter di Hutan Panama Berhasil Diselamatkan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 07:45 WIB
Tim penyelamat melakukan pencarian setelah politisi Dimitri Flores, salah satu penyintas kecelakaan itu, mengunggah video meminta bantuan...
AFP

Ukraina Minta Indonesia Bantu Muslim Tatar yang Menderita akibat Serangan Rusia

👤Ant 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:14 WIB
Menurut Hamianin, Muslim Tatar mendapat tekanan dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya