Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Guterres membuka Abu Dhabi Climate Meeting di Abu Dhabi Uni Emirate Arab, Minggu (30/6).
Dalam sambutannya, Guterres dunia sedang berjuang untuk bertahan hidup dari perubahan iklim dan pemanasan global.
"Dunia menghadapi darurat iklim. Disrupsi iklim terjadi dewasa ini dan berlangsung lebih cepat daripada yang diprediksi para pakar terkemuka," kata Guterres.
"Setiap pekan terjadi penghancuran, banjir, kekeringan, dan badai super. Di seluruh dunia, orang kehilangan rumah dan dipaksa berpindah," lanjutnya.
"Situasi semakin buruk dan kuta mesti berbuat secepatnya. Kita tak boleh lagi kalah," kata Guterres pula mewanti-wanti.
Menurut Guterres, salah satu langkah kongkret yang seharusnya ditempuh negara-negara di dunia ialah mencabut subsidi bahan bakar fosil.
"Setop subsidi energi fosil," serunya.
Baca juga: Indonesia Komit Jalankan Reformasi Energi
Sementara, Indonesia menegaskan komitmen bauran energi di Abu Dhabi Climate Meeting di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab, hari ini.
"Indonesia berkomitmen mewujudkan bauran energi berupa 23% energi baru dan terbarukan pada 2025," tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, ketika berbicara di Informal Coalition Ministerial Breakfast pagi tadi waktu setempat.
Jonan juga menegaskan komitmen Indonesia mewujudkan biofuel.
"Kita juga berkomitmen mewujudkan biofuel B20, B30, hingga B100," ujar Jonan.
Jonan selanjutnya meminta negara-negara besar terlibat aktif dalam upaya pengadaan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mengurangi ancaman perubahan cuaca.
"Kami meminta dan mendorong keterlibatan aktif Amerika, Tiongkok, India dan Jepang sebagai negara-neraa pengguna energi yang sangat besar," pungkas Jonan.
Abu Dhabi Climate Meeting yang berlangsung dua hari ini diikuti 1.700 menteri, kalangan dunia usaha dan pakar. Mereka membicarakan program berupa implementasi tujuan yang dicanangkan dalam 2015 Paris Agreement dan tantangan ke depan.
Kesepakatan Paris 2015 berisi kesepakatan untuk mengurangi emisi karbondiaksida.
Dari Indonesia, selain Menteri ESDM Ignasius Jonan, hadir pula Dirjen Migas Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto, dan Wakil Kepala SKK Migas Sukandar. (RO/OL-1)
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menggantikan peran PBB.
AS tidak lagi melihat PBB sebagai pilar stabilitas global, melainkan sebagai beban yang menghalangi dominasi unilateral Washington.
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Presiden Donald Trump melontarkan wacana bahwa lembaga barunya, Board of Peace, mungkin akan menggantikan PBB dalam menyelesaikan konflik global.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Ilmuwan temukan fenomena Marine Darkwaves, yakni kegelapan mendadak di dasar laut yang merusak ekosistem kelp dan terumbu karang.
Peneliti ungkap bagaimana kombinasi panas, garam, dan plastik merusak kesehatan tanah kota. Temukan mengapa satu faktor stres bisa mengubah segalanya.
Studi terbaru USC mengungkap polusi panas tak hanya mengancam nyawa, tapi merusak sel. Lansia di area panas menua lebih cepat secara biologis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved