Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota New York Bill de Blasio, Selasa (9/4), menyatakan daurat kesehatan di sebagian wilayah Brooklyn dan memerintahkan seluruh warga di wilayah itu divaksinasi untuk memerangi wabah campak yang terkonsentrasi di komunitas ultra-Orthodox Yahudi.
Perintah itu berlaku untuk semua warga yang bekerja atau tinggal di empat kode pos Williamsburg, barat laut Brooklyn, tempat sebagian warga menolak vaksinasi dengan alasan agama, meski tidak ada ayat atau otoritas Yahudi yang melarang vaksinasi.
"Tiba saatnya menggunakan pendekatan yang lebih keras," tegas De Blasio dalam konferensi pers saat mengumumkan status darurat tersebut,
"Wabah ini bisa diatasi dengan segera. Kita bisa menghetikannya," imbuh De Blasio.
Berdasarkan aturan baru yang ditetapkan, siapa pun yang tidak mendapatkan vaksinasi measles-mups-rubella (MMR) atau memiliki bukti imunitas terancam denda sebesar US$1.000.
Baca juga: Kepala Secret Service AS Mengundurkan Diri
Pemerintah kota juga memeringatkan bahwa sekolah keagamaan yeshiva dan program day care yang melayani komunitas Yahudi Orthodox terancam penalti dan penutupan jika tetap menerima siswa yang tidak divaksinasi campak.
Seperti semua kecuali tiga negara bagian di Amerika Serikat (AS), New York mengharuskan anak usia sekolah menjalani sejumlah vaksinasi namun memberi pengecualian karena alasan medis atau keagamaan.
Namun, sejak Oktober, sebanyak 285 kasus campak terkonfirmasi di New York City. Meski tidak ada yang fatal, sebanyak 21 pasien harus dirawat di rumah sakit dengan lima di antaranya di unit pelayanan intensif.
'Saya meminta semua orang, terutama yang tinggal di kawasan terinfeksi, agar segera mendapatkan vaksinasi MMR untuk melindungi anak mereka, keluarga, dan komunitas," ungkap De Blasio. (AFP/OL-2)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
PENYAKIT campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 11.094 kasus konfirmasi dengan 69 kematian.
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai selain campak. Di antaranya batuk rejan, herpes, difteri, varicella atau cacar air, serta parotitis atau yang lebih dikenal dengan gondongan.
UPTD Puskesmas Semboro bersama TNI, Polri, dan Kades gencarkan imunisasi ORI Campak di 4 desa untuk tekan risiko KLB di Jember tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved