Rabu 20 Februari 2019, 19:20 WIB

Dubes Inggris: Brexit tak Bisa Ditawar

Cahya Mulyana | Internasional
Dubes Inggris: Brexit tak Bisa Ditawar

ANTARA

 

DUTA Besar Britania Raya untuk Indonesia, Nonresiden untuk Timor Leste, dan perwakilan untuk ASEAN Moazzam Malik mengatakan keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) sudah final. Pasalnya, langkah tersebut diputuskan oleh seluruh masyarakat kemudian menjadi sikap pemerintah.

"Insha Allah beberapa minggu ke depan kita akan menyaksikan apakah akan benar-benar Brexit atau ada keterlambatan, tetapi yang jelas kami akan keluar dari Uni Eropa sesuai keputusan rakyat Inggris melalui referendum," terangnya saat ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Rabu (20/2).

Baca juga: Inggris Diprediksi Tunda Brexit

Menurut dia, Brexit tidak dapat ditawar oleh siapa pun karena keputusan tersebut lahir dari keinginan masyarakat Inggris. Saat ini tinggal menunggu perubahan kerja sama dari perdagangan bebas menjadi tidak karena Brexit.

Dengan begitu, kata dia, Brexit yang semula ditargetkan selesai pada 29 Maret besar kemungkinan bisa molor. "Penyelesaian proses Brexit 29 Maret itu belum jelas pasalnya diskusi di parlemen terus berjalan dan juga ada negosiasi dengan negara-negara Eropa di Brussel," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

AFP/ROMAIN LAFABREGUE

Interpol Peringatkan Penyebaran Vaksin Covid-19 Palsu

👤Widhoroso 🕔Rabu 02 Desember 2020, 19:48 WIB
Saat ini, distribusi tiga vaksin Covid-19 akan segera dimulai. Orang yang putus asa dan ingin melindungi diri mereka sendiri secepat...
Antara/M N Kanwa

Mulai 4 Desember, Pekerja Migran RI Dilarang Masuk Taiwan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 17:58 WIB
Keputusan Taiwan mempertimbangkan lonjakan kasus covid-19 di Indonesia yang hampir mencapai 550 ribu orang. Larangan terhadap...
AFP/Charly Triballeau

Wah, Semua Warga Jepang Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:45 WIB
Pemerintah Jepang siap menanggung biaya vaksinasi covid-19 untuk 126 juta penduduk. Kebijakan itu tertuang dalam undang-undang yang baru...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya