Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Standar kompetensi lulusan SMA ialah seberapa banyak lulusan yang diterima di perguruan tinggi. Kalau SMK, seberapa banyak bisa ditampung di dunia kerja.
KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Sigit Muryono mengatakan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan perlu mendapat sentuhan dari pemerintah pusat.
"Mulai 12 Januari 2017, saat mulai menjabat, kita mampu merehabilitasi SMA Negeri 1 Nunukan dan SMK Negeri 2 Tanjung Selor. Dan perlu diyakini untuk didukung pemerintah pusat untuk dapat sentuhan," kata Sigit.
Untuk standar nasional pendidikan itu ada delapan, yakni standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan.
"Jadi ujungnya, standar kompetensi lulusan. Kalau lulusan SMA, seberapa banyak lulusan SMA yang diterima di perguruan tinggi. Kalau SMK, seberapa banyak bisa ditampung di dunia kerja," kata Sigit.
Sementara itu, kalau bicara sarana dan prasarana, menurutnya baru 1/8 dan sarana prasarana tidak menjadi kendala karena ujungnya mutu lulusan. "Sebelum mutu lulusan harus bagaimana pengendalian dan kualitas lembaga pendidikannya. Buktinya dengan akreditas dari delapan standar nasional pendidikan dan bila lulus akreditas minimal B." Namun, soal alokasi APBD Kaltara untuk bidang pendidikan apakah sudah mencapai 20%, Sigit enggan untuk menjawabnya karena dievaluasi tiap tahun.
Sementara itu, untuk pembangun sekolah baru ada di wilayah Tanjung Palang
Tengah, dari SMA swasta menjadi negeri diupayakan membangun dengan
menggunakan APBD. Jika tidak ada, diupayakan unit sekolah baru menggunakan APBN. "Pembangunan sekolah baru diupayakan di kawasan zona PPDB (penerimaan peserta didik baru) untuk menampung siswa," katanya.
Nusantara
Di sisi lain, sebanyak 23 pelajar SMA dan SMK di Kalimantan Utara
mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara Tahun 2019 ke Tanjung
Pinang, Kepulauan Riau.
Mereka yang terpilih ialah siswa berprestasi dan kurang mampu, juga belum pernah naik pesawat. Para siswa tersebut dilepas Sigit Muryono di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan.
"Sebanyak 23 siswa, di antaranya ada tiga siswa luar biasa (SLB). Semuanya mewakili lima kabupaten/kota di Kaltara. Paling banyak siswa dari Tarakan, yakni sembilan orang. Para siswa akan mengikuti program
Mengenal Nusantara selama 7-10 hari, dan mengenalkan budaya khas
Kaltara," kata Sigit.
Menurut Sigit, dengan program Siswa Mengenal Nusantara 2019, berarti siswa tidak hanya belajar dan membaca dari buku, tetapi juga melihat langsung daerah lain.
"Sebelumnya, mereka (para siswa) sudah mempelajari tentang Kepri, untuk
dapat beradaptasi dan mengadopsi karena mereka calon pemimpin 15 tahun
mendatang."
Sementara itu, salah satu siswa yang mendapat kesempatan mengikuti program itu, yakni Gusti Prasetyo, siswa SMA Negeri 2 Tarakan yang duduk di kelas 11.
Dia mengatakan seleksi yang dilakukan mengenai kemampuan dan prestasi termasuk budaya. Para siswa akan mempromosikan budaya dan pariwisata, di antaranya wisata kuliner. Di Tarakan ini paling terkenal kuliner kepiting soka yang cangkangnya lunak sehingga bisa dimakan. (X-3)
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
BEBERAPA pekan setelah pembagian rapor, suasana sekolah biasanya dipenuhi senyum lega.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Boneka ini merupakan hasil kolaborasi tim Mattel di Indonesia dan El Segundo, California, dan dipamerkan untuk umum di Mal Kota Kasablanka hingga 24 Agustus 2025.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan IWIP Fun Games 2025 pada 8–15 Agustus 2025, yang menghadirkan delapan kategori perlombaan.
Panitia menyelenggarakan lomba edukatif yang diikuti anak balita hingga pelajar SD.
PT GNI yang beroperasi di Morowali Utara ini menggelar upacara bendera dan beragam lomba kebersamaan yang diikuti oleh ratusan karyawan.
Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, hari ini, 17 Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved