Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini menjadi alarm serius bagi kesehatan publik. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Aisyah Amanda Hanif, mengungkapkan bahwa fenomena ini merupakan indikator nyata menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di tengah masyarakat.
Menurut Aisyah, campak bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Sifatnya yang sangat menular membuat satu orang terinfeksi mampu menyebarkan virus kepada belasan orang lainnya yang belum memiliki kekebalan.
"Peningkatan kasus campak sering kali menunjukkan bahwa imunitas populasi sedang menurun. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ini kepada 12 hingga 18 orang rentan di sekitarnya," jelas dr. Aisyah.
Untuk mencegah wabah, cakupan imunisasi harus mencapai angka yang sangat tinggi. Berikut adalah rincian data terkait ambang batas kekebalan dan risiko penularan campak:
| Indikator | Persentase/Angka |
|---|---|
| Potensi tertular bagi orang tanpa kekebalan | 90% |
| Ambang batas minimal herd immunity | > 94% |
| Target cakupan imunisasi Kementerian Kesehatan | Minimal 95% |
| Efektivitas vaksin (setelah dua dosis) | > 95% |
Virus campak menyebar melalui udara (airborne) dan masuk melalui saluran pernapasan. Setelah masuk ke tubuh, virus memperbanyak diri dan menyebar ke berbagai organ, yang kemudian memicu munculnya ruam khas pada kulit.
Aisyah menegaskan bahwa campak dapat memicu komplikasi fatal, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak dengan gizi buruk, atau individu dengan sistem imun rendah. Beberapa komplikasi serius yang patut diwaspadai antara lain:
Langkah perlindungan paling efektif adalah melalui vaksinasi menggunakan live attenuated virus (virus hidup yang dilemahkan). Vaksin ini melatih sistem imun untuk membentuk antibodi spesifik dan memori imun jangka panjang tanpa menyebabkan penyakit.
Bagi orangtua yang anaknya belum mendapatkan imunisasi atau terlambat dari jadwal, Aisyah menyarankan untuk segera mengikuti program catch-up vaccination atau imunisasi kejar.
"Campak adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan kesadaran masyarakat yang baik, penyebaran campak dapat dicegah," pungkasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera mengisolasi pasien yang dicurigai terinfeksi guna memutus rantai penularan. (Z-1)
Kasus campak di Indonesia meningkat. IDAI mengingatkan vaksin pertama ideal pada usia 9 bulan dan cakupan imunisasi harus di atas 95% untuk mencegah wabah.
Indonesia tempati peringkat 2 dunia kasus campak tertinggi. IDAI desak imunisasi kejar dan peringatkan risiko kematian anak akibat cakupan vaksin rendah.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti meningkatnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia yang dikaitkan dengan melemahnya herd immunity atau kekebalan kelompok.
HANYA 23 orang yang disuntik vaksin covid-19 dosis keempat atau booster kedua hari ini, Kamis, 16 Maret 2023. Data tersebut dikumpulkan dari Sabang sampai Merauke.
KONDISI Sungai Ciliwung dilaporkan semakin memburuk dalam dua tahun terakhir. Peningkatan pencemaran dipicu oleh tingginya beban limbah, terutama dari aktivitas domestik.
Perang Timur Tengah mulai menekan sektor pertanian RI. IPB University memperingatkan ancaman lonjakan harga pupuk, logistik mahal, dan beban berat bagi petani kecil.
Pencapaian ini tergolong istimewa karena merupakan debut perdana kedokteran hewan IPB dalam pemeringkatan global tersebut, yang langsung melesat ke jajaran elite dunia.
Tujuan pemberian beasiswa untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang agromaritim.
NASI dituding sebagai biang kerok perut buncit. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Profesor Ali Khomsan menilai anggapan tersebut lahir akibat kurangnya pemahaman soal gizi seimbang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved