Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Lonjakan Kasus Campak: Pakar IPB University Ingatkan Penurunan Herd Immunity

Basuki Eka Purnama
06/4/2026 09:26
Lonjakan Kasus Campak: Pakar IPB University Ingatkan Penurunan Herd Immunity
etugas menyuntikkan vaksin kepada balita saat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (1/4/2026).(ANTARA/Destyan Sujarwoko)

LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini menjadi alarm serius bagi kesehatan publik. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Aisyah Amanda Hanif, mengungkapkan bahwa fenomena ini merupakan indikator nyata menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di tengah masyarakat.

Menurut Aisyah, campak bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Sifatnya yang sangat menular membuat satu orang terinfeksi mampu menyebarkan virus kepada belasan orang lainnya yang belum memiliki kekebalan.

"Peningkatan kasus campak sering kali menunjukkan bahwa imunitas populasi sedang menurun. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ini kepada 12 hingga 18 orang rentan di sekitarnya," jelas dr. Aisyah.

Data dan Target Kekebalan Campak

Untuk mencegah wabah, cakupan imunisasi harus mencapai angka yang sangat tinggi. Berikut adalah rincian data terkait ambang batas kekebalan dan risiko penularan campak:

Indikator Persentase/Angka
Potensi tertular bagi orang tanpa kekebalan 90%
Ambang batas minimal herd immunity > 94%
Target cakupan imunisasi Kementerian Kesehatan Minimal 95%
Efektivitas vaksin (setelah dua dosis) > 95%

Bahaya Komplikasi dan Cara Kerja Virus

Virus campak menyebar melalui udara (airborne) dan masuk melalui saluran pernapasan. Setelah masuk ke tubuh, virus memperbanyak diri dan menyebar ke berbagai organ, yang kemudian memicu munculnya ruam khas pada kulit.

Aisyah menegaskan bahwa campak dapat memicu komplikasi fatal, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak dengan gizi buruk, atau individu dengan sistem imun rendah. Beberapa komplikasi serius yang patut diwaspadai antara lain:

  • Radang Paru (Pneumonia): Infeksi pada paru-paru yang mengganggu pernapasan.
  • Radang Otak (Ensefalitis): Peradangan pada jaringan otak yang sangat berbahaya.
  • Infeksi Sekunder: Penurunan sistem imun akibat campak membuat pasien mudah terserang bakteri lain yang dapat berujung pada kematian.

Vaksinasi sebagai Perlindungan Utama

Langkah perlindungan paling efektif adalah melalui vaksinasi menggunakan live attenuated virus (virus hidup yang dilemahkan). Vaksin ini melatih sistem imun untuk membentuk antibodi spesifik dan memori imun jangka panjang tanpa menyebabkan penyakit.

Bagi orangtua yang anaknya belum mendapatkan imunisasi atau terlambat dari jadwal, Aisyah menyarankan untuk segera mengikuti program catch-up vaccination atau imunisasi kejar.

"Campak adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan kesadaran masyarakat yang baik, penyebaran campak dapat dicegah," pungkasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera mengisolasi pasien yang dicurigai terinfeksi guna memutus rantai penularan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya