Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Diet Ini Diklaim Bisa Bikin Otak Lebih Muda 2 Tahun, Benarkah?

 Gana Buana
29/3/2026 17:32
Diet Ini Diklaim Bisa Bikin Otak Lebih Muda 2 Tahun, Benarkah?
Diet MIND bisa memperlambat penuaan otak hingga 2,5 tahun.(Dok. CNN)

Sebuah studi terbaru mengungkap temuan menarik sekaligus memancing debat: pola makan tertentu diklaim mampu memperlambat penuaan otak lebih dari dua tahun. Diet tersebut adalah MIND diet, kombinasi dari diet Mediterania dan DASH, yang sejak lama dikaitkan dengan kesehatan jantung dan fungsi kognitif.

Namun di balik klaim menjanjikan ini, para peneliti sendiri mengingatkan: hubungan tersebut belum tentu sebab-akibat.

Bukan Sekadar Diet, Tapi Pola Hidup

MIND diet menitikberatkan konsumsi makanan seperti beri, sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta biji-bijian utuh. Sebaliknya, makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, daging merah, dan makanan manis, dibatasi ketat.

Dalam studi terhadap lebih dari 1.600 orang selama sekitar 12 tahun, mereka yang paling konsisten menjalani pola makan ini menunjukkan penyusutan materi abu-abu otak yang lebih lambat. Bagian ini krusial karena berkaitan dengan memori, pengambilan keputusan, dan fungsi berpikir.

Setiap peningkatan kepatuhan terhadap diet ini dikaitkan dengan penurunan penyusutan otak hingga 20%, atau setara dengan “menunda” penuaan otak sekitar 2,5 tahun.

Sinyal Kuat, Tapi Belum Final

Selain materi abu-abu, bagian lain yang terdampak adalah ventrikel, ruang berisi cairan di otak yang cenderung membesar seiring penuaan dan menjadi indikator atrofi otak.

Peserta dengan pola makan terbaik menunjukkan perlambatan pembesaran ventrikel hingga 8%, yang setara dengan pengurangan usia otak sekitar satu tahun.

Meski demikian, para ahli menegaskan studi ini bersifat observasional. Artinya, tidak bisa memastikan apakah diet tersebut benar-benar menjadi penyebab utama.

Ada kemungkinan sebaliknya: orang dengan kondisi otak lebih sehat sejak awal justru lebih mampu menjaga pola makan yang baik.

Dari seluruh komponen diet, dua jenis makanan menonjol:

  • Beri: dikaitkan dengan perlambatan pembesaran ventrikel
  • Daging unggas: berkontribusi pada perlambatan penyusutan otak

Sebaliknya, konsumsi makanan manis dan gorengan justru berkorelasi dengan percepatan penuaan otak, termasuk kerusakan pada hippocampus, pusat memori.

Namun, ada juga temuan yang tidak terduga. Misalnya, keju tampak memiliki efek protektif, sementara biji-bijian utuh justru dikaitkan dengan penurunan materi abu-abu lebih cepat. Peneliti menilai hasil ini perlu ditafsirkan hati-hati dan tidak bisa dijadikan kesimpulan langsung.

Alih-alih fokus pada satu atau dua jenis makanan, para peneliti menekankan bahwa yang paling penting adalah pola makan secara keseluruhan.

Dengan kata lain, tidak ada “makanan ajaib” yang bisa melindungi otak sendirian. Efek perlindungan kemungkinan berasal dari kombinasi berbagai makanan sehat yang dikonsumsi secara konsisten.

Jadi, Haruskah Ikut MIND Diet?

Jawaban singkatnya adalah mungkin iya, tapi jangan berharap keajaiban instan.

Diet ini sejalan dengan prinsip gizi sehat yang sudah lama direkomendasikan. Namun, menganggapnya sebagai “formula anti-penuaan otak” masih terlalu dini.

Yang lebih realistis: ini adalah salah satu strategi yang masuk akal untuk menjaga kesehatan otak, bukan jaminan.

Dan seperti biasa dalam sains: semakin menarik klaimnya, semakin penting untuk melihatnya dengan kritis. (CNN/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya