Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah studi terbaru mengungkap temuan menarik sekaligus memancing debat: pola makan tertentu diklaim mampu memperlambat penuaan otak lebih dari dua tahun. Diet tersebut adalah MIND diet, kombinasi dari diet Mediterania dan DASH, yang sejak lama dikaitkan dengan kesehatan jantung dan fungsi kognitif.
Namun di balik klaim menjanjikan ini, para peneliti sendiri mengingatkan: hubungan tersebut belum tentu sebab-akibat.
MIND diet menitikberatkan konsumsi makanan seperti beri, sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta biji-bijian utuh. Sebaliknya, makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, daging merah, dan makanan manis, dibatasi ketat.
Dalam studi terhadap lebih dari 1.600 orang selama sekitar 12 tahun, mereka yang paling konsisten menjalani pola makan ini menunjukkan penyusutan materi abu-abu otak yang lebih lambat. Bagian ini krusial karena berkaitan dengan memori, pengambilan keputusan, dan fungsi berpikir.
Setiap peningkatan kepatuhan terhadap diet ini dikaitkan dengan penurunan penyusutan otak hingga 20%, atau setara dengan “menunda” penuaan otak sekitar 2,5 tahun.
Selain materi abu-abu, bagian lain yang terdampak adalah ventrikel, ruang berisi cairan di otak yang cenderung membesar seiring penuaan dan menjadi indikator atrofi otak.
Peserta dengan pola makan terbaik menunjukkan perlambatan pembesaran ventrikel hingga 8%, yang setara dengan pengurangan usia otak sekitar satu tahun.
Meski demikian, para ahli menegaskan studi ini bersifat observasional. Artinya, tidak bisa memastikan apakah diet tersebut benar-benar menjadi penyebab utama.
Ada kemungkinan sebaliknya: orang dengan kondisi otak lebih sehat sejak awal justru lebih mampu menjaga pola makan yang baik.
Dari seluruh komponen diet, dua jenis makanan menonjol:
Sebaliknya, konsumsi makanan manis dan gorengan justru berkorelasi dengan percepatan penuaan otak, termasuk kerusakan pada hippocampus, pusat memori.
Namun, ada juga temuan yang tidak terduga. Misalnya, keju tampak memiliki efek protektif, sementara biji-bijian utuh justru dikaitkan dengan penurunan materi abu-abu lebih cepat. Peneliti menilai hasil ini perlu ditafsirkan hati-hati dan tidak bisa dijadikan kesimpulan langsung.
Alih-alih fokus pada satu atau dua jenis makanan, para peneliti menekankan bahwa yang paling penting adalah pola makan secara keseluruhan.
Dengan kata lain, tidak ada “makanan ajaib” yang bisa melindungi otak sendirian. Efek perlindungan kemungkinan berasal dari kombinasi berbagai makanan sehat yang dikonsumsi secara konsisten.
Jawaban singkatnya adalah mungkin iya, tapi jangan berharap keajaiban instan.
Diet ini sejalan dengan prinsip gizi sehat yang sudah lama direkomendasikan. Namun, menganggapnya sebagai “formula anti-penuaan otak” masih terlalu dini.
Yang lebih realistis: ini adalah salah satu strategi yang masuk akal untuk menjaga kesehatan otak, bukan jaminan.
Dan seperti biasa dalam sains: semakin menarik klaimnya, semakin penting untuk melihatnya dengan kritis. (CNN/Z-10)
Di tengah gempuran produktivitas digital, banyak anak muda tak sadar bahwa kesehatan otak mereka terganggu atau "menciut" lebih cepat akibat kebiasaan remeh.
Studi terbaru menunjukkan otak pria menyusut lebih cepat, namun perempuan tetap lebih rentan Alzheimer. Faktor hormonal, genetik, dan usia diduga berperan.
Studi longitudinal baru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan adanya perbedaan signifikan dalam penuaan otak antara pria dan perempuan.
Penelitian menunjukkan konsumsi pemanis rendah kalori dan tanpa kalori, mempercepat penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Brain fog merupakan gambaran umum dari penurunan kemampuan kognitif yang kerap dipicu oleh stres, perubahan hormon, hingga efek pascainfeksi.
Makanan instan dan gorengan masih mendominasi pola konsumsi masyarakat. Ahli menekankan pentingnya edukasi gizi dan peran keluarga dalam menjaga kesehatan.
Guru Besar Gizi UI Prof Sandra Fikawati peringatkan risiko porsi makan tak terkontrol saat Lebaran yang picu lonjakan gula darah dan kolesterol.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Jungkook BTS ungkap rahasia diet satu kali sehari (OMAD) dan rutin olahraga. Simak analisis pakar kesehatan mengenai efek samping dan tips diet sehatnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved