Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Indonesia, sebuah isu bisa menjadi viral hanya dalam hitungan jam. Potongan video singkat, tangkapan layar percakapan, atau satu pernyataan di media sosial sering kali memicu ribuan komentar sebelum informasi lengkap tersedia. Fenomena ini menunjukkan satu kebiasaan yang kian mengakar: kita terbiasa bereaksi instan.
Refleks pertama kita saat melihat unggahan menarik adalah mengklik, berkomentar, atau membagikannya.
Padahal, di balik interaksi tersebut, terdapat ratusan "keputusan mikro" yang kita ambil setiap hari. Dalam arus informasi yang bergerak cepat, ruang untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan akurasi informasi sering kali terabaikan.
Psikolog Daniel Kahneman dalam bukunya Thinking, Fast and Slow memperingatkan bahwa kesalahan sering terjadi ketika manusia bereaksi terlalu cepat tanpa proses berpikir reflektif.
Pengamat perilaku digital menyebut kondisi ini sebagai micro decision fatigue, situasi ketika otak lelah karena terus-menerus membuat keputusan kecil, sehingga kita menjadi lebih reaktif dan kurang waspada.
Bukan teknologinya yang harus melambat, melainkan cara kita meresponsnya. Pertanyaannya: apa yang terjadi jika kita berhenti sejenak sebelum bertindak di ruang digital?
Psikolog Irma Agustina (@ayankirma) menyarankan kebiasaan sederhana untuk menghadirkan ruang refleksi, yakni memberi jeda singkat sebelum mengambil keputusan digital.
Cara-cara fisik seperti menarik napas dalam, menutup mata selama beberapa detik, atau sekadar meregangkan tubuh dapat membantu menenangkan pikiran.
Selain itu, masyarakat dapat mencoba micro-break activity melalui situs jeda10detik.com. Di sana, pengunjung diajak berhenti sejenak selama sepuluh detik sebelum merespons sebuah situasi. Tujuannya bukan untuk menentukan benar atau salah, melainkan untuk merasakan perbedaan keputusan saat kita tidak langsung bereaksi.
Sebagai panduan praktis, terdapat empat langkah JEDA yang bisa diterapkan:
Empat langkah ini bukanlah aturan kaku, melainkan pengingat agar emosi dan rasionalitas bekerja lebih seimbang.
Di tengah budaya digital yang serba cepat, kemampuan untuk berhenti sejenak adalah aset yang berharga. Sering kali, untuk melihat sesuatu dengan lebih jernih, kita hanya membutuhkan waktu sepuluh detik sebelum mengklik. (Z-1)
Djayadi juga menegaskan dipisahnya pemilu tingkat nasional dan daerah membuat koordinasi pusat dengan daerah berjalan lebih efektif.
"Setidaknya harus ada jeda dua tahun antara satu sama lain sehingga ada rentang untuk melakukan evaluasi atas pemilu sebelum kemudian melanjutkan penyelenggaraan tahapan pilkada,"
INDONESIA memasuki babak baru, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran menteri dan wakil menteri pada Senin (21/10) di Istana Merdeka, Jakarta.
Kelas menengah memiliki peran krusial sebagai bantalan ekonomi suatu negara.
Ketiga slogan itu dituangkan ke visi dan misi, kemudian dijabarkan lagi menjadi berbagai program dan strategi
Kepala BGN Dadan Hindayana, mengatakan sudah menegur pria yang berjoget di sebuah SPPG sembari menunjukkan insentif sebesar Rp6 juta. Ia minta pria yang viral itu minta maaf ke publik
PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan membuka diri bagi masyarakat apabila menemukan anomali harga pangan pokok di pasaran.
Aksi nekat seorang preman kampung bernama Tio alias Tito Kobra viral usai ia terekam kamera melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Kapolsek Pakenjeng, Garut.
Jauh sebelum pengabdiannya di dunia medis, nama Maissy Pramaisshela adalah penguasa panggung musik anak era 90-an dengan gaya centilnya yang khas.
Mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait kabar miring yang menerpa rumah tangganya, sembari menegaskan komitmennya sebagai dokter residen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved