Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA saat ini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan terkait dengan penurunan jumlah masyarakat kelas menengah, yang menjadi indikator penting dalam agenda keberlangsungan ekonomi negara. Penurunan kelas menengah di Indonesia disebabkan oleh kombinasi dari faktor-faktor ekonomi dan sosial, termasuk pandemi covid-19, kenaikan biaya hidup yang tidak diimbangi dengan kenaikan upah, struktur ekonomi yang rapuh, dan akses yang kurang pada perlindungan sosial.
Penurunan ini memengaruhi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berada di kategori kelas menengah. Dengan begitu, ketika terjadi guncangan ekonomi, maka yang turun kelas ke kelompok miskin ialah yang berada di batas bawah tersebut. Banyak masyarakat kelas menengah beralih ke pekerjaan sektor informal pascapandemi, yang tidak mampu menggantikan pendapatan mereka di sektor formal. Jumlah pekerja paruh waktu kini lebih banyak daripada pekerja penuh waktu.
Kelas menengah memiliki peran krusial sebagai bantalan ekonomi suatu negara. Penguatan daya beli kelas menengah diperlukan tidak hanya untuk kelompok miskin, tapi juga bagi kelas menengah dan yang menuju kelas menengah. Pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi penurunan kelas menengah dan meningkatkan stabilitas ekonomi di Indonesia.
Meskipun jumlah kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih mencatat angka positif, ketimpangan distribusi manfaat ekonomi semakin mencolok. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia terus dapat menunjukkan resiliensi, terlihat dari capaian pertumbuhan pada triwulan I 2024.
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Melambatnya pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mencerminkan adanya tekanan pada sisi pendapatan, khususnya yang dirasakan kelas menengah.
ASURANSI jiwa tradisional jangka panjang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia lanjut. Layanan ini juga diharapkan menjaga finansial berkelanjutan bagi keluarga.
Prioritas diri kelas menengah Indonesia juga bergeser dari Look Good menjadi Feel Good. Mereka tidak lagi mengejar validasi, melainkan ketenangan dan keseimbangan dalam hidup.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
ASURANSI jiwa seumur hidup dihadirkan untuk memberikan perlindungan finansial kepada pemegang polis seumur hidup. Ini menyasar kelas menengah yang pasarnya belum tersentuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved