Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Kelas Menengah Dinilai Masih Kuat, SMRA Investasi Rp1 Triliun di Bekasi

 Gana Buana
05/2/2026 14:28
Kelas Menengah Dinilai Masih Kuat, SMRA Investasi Rp1 Triliun di Bekasi
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat.(Dok. Summarecon)

DI tengah kekhawatiran melemahnya daya beli kelas menengah sejak awal 2025, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) justru melihat sinyal berbeda. Pengembang properti ini menilai segmen kelas menengah ke atas masih menunjukkan kekuatan, tercermin dari capaian penjualan yang melampaui target.

Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adi, mengatakan perusahaan sempat mencermati isu perlambatan ekonomi, termasuk kekhawatiran terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) dan potensi penurunan daya beli masyarakat.

“Kami memang sempat melihat ada concern soal kelas menengah. Awal 2025 banyak pembahasan soal PHK dan potensi penurunan belanja,” ujar Adrianto saat pembukaan Summarecon Mall Bekasi (SMB) Phase II, kemarin.

Namun demikian, ia menegaskan keyakinan perseroan bahwa kondisi ekonomi nasional akan terus membaik di bawah pemerintahan saat ini. Hal tersebut tercermin dari capaian marketing sales yang menjadi indikator utama respon pasar.

Sepanjang 2025, SMRA mencatatkan marketing sales sebesar Rp5,5 triliun, melampaui target yang sebelumnya dipatok di Rp5 triliun. Kontributor terbesar berasal dari Summarecon Serpong dengan porsi sekitar 45% dari total penjualan.

“Marketing sales kita mencapai target bahkan melebihi target. Artinya, segmen yang kita sasar, mulai dari kelas menengah ke atas, masih merespons dengan baik produk yang kami tawarkan,” jelas Adrianto.

Kepercayaan konsumen tersebut menjadi dasar bagi SMRA untuk terus melanjutkan ekspansi, termasuk pengembangan kawasan dan fasilitas baru di Bekasi.

Ia menekankan bahwa keputusan ekspansi ini didasarkan pada perhitungan bisnis yang matang, bukan sekadar optimisme semata.

“Optimisme ini bukan emosional, tapi rasional dan terukur. Itu yang membuat kami berani menginvestasikan Summarecon Mall Bekasi Phase II,” ujarnya.

Dalam pembangunan SMB Phase II, SMRA mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun yang berasal dari dana internal dan pinjaman perbankan.

Konsep Wellness Jadi Pembeda

Director Summarecon, Soegianto Nagaria, menyebutkan salah satu daya tarik utama mal baru ini adalah penerapan konsep wellness lifestyle yang lebih menyeluruh. Menurutnya, pusat perbelanjaan kini tidak lagi sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang aktivitas harian.

“Kini orang ke mal tidak hanya belanja, tapi juga bisa olahraga. Pagi olahraga, jam 10 belanja, sore main padel, berenang, hingga malam nonton,” ujarnya.

Konsep ini dihadirkan melalui fasilitas Sports & Wellness Center, Wellground, yang disebut sebagai genre baru dalam pengembangan mal.

“Kami bukan merebut pasar, tapi menambah pilihan. Setiap bisnis punya keunikan masing-masing,” tambahnya.

Summarecon meyakini kehadiran fasilitas berskala besar ini akan memperkuat ekosistem Bekasi sebagai kota modern yang semakin terkoneksi dan memiliki komunitas yang tumbuh.

“Modalnya adalah memberikan fasilitas lebih dulu. Kalau sudah lengkap, orang akan yakin tinggal di Bekasi dan komunitasnya pun berkembang,” tuturnya.

Selain itu, perbaikan konektivitas dan transportasi juga menjadi faktor pendukung.

“Pemerintah memberikan solusi traffic dan transport management yang semakin baik. Semua jadi terasa lebih dekat,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik