Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jaga Kebugaran Saat Ramadan: Ini Pentingnya Gerak dan Sleep Hygiene

Basuki Eka Purnama
27/2/2026 10:56
Jaga Kebugaran Saat Ramadan: Ini Pentingnya Gerak dan Sleep Hygiene
Ilustrasi(Freepik)

MENJALANKAN ibadah puasa Ramadan bukan berarti menghentikan seluruh aktivitas fisik. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Citra Ariani, SpKP, MBiomed, mengimbau masyarakat untuk tetap bergerak aktif secara proporsional guna menjaga kebugaran tubuh dan mencegah kelelahan yang berlebihan.

Menurut Citra, aktivitas fisik yang seimbang merupakan kunci utama agar tubuh tidak lemas selama berpuasa. Pergerakan tubuh yang terukur justru membantu menjaga stabilitas energi harian.

"Meski berpuasa, tubuh tetap perlu bergerak. Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu menjaga energi dan kesehatan secara keseluruhan," ujarnya.

Strategi Nutrisi dan Hidrasi

Selain faktor aktivitas, Citra menekankan bahwa pengaturan pola makan dan kecukupan cairan memegang peranan vital. 

Ia menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih menu sahur dan berbuka. 

Konsumsi makanan kaya gizi seperti protein, karbohidrat kompleks, dan serat sangat dianjurkan untuk memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan energi yang stabil.

Sebaliknya, ia memperingatkan agar masyarakat menghindari konsumsi makanan yang terlalu berlemak dan pedas saat berbuka puasa, karena dapat memicu gangguan pencernaan yang mengganggu kenyamanan beribadah. 

Kebutuhan air putih juga harus dipastikan terpenuhi di antara waktu berbuka hingga sahur agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Tantangan Pola Tidur

Salah satu aspek yang sering terabaikan selama Ramadan adalah perubahan pola tidur. Citra menyoroti bahwa kurangnya kualitas tidur dapat berdampak langsung pada performa harian.

"Perubahan pola tidur juga bisa berpengaruh pada performa sehari-hari, seperti menurunnya konsentrasi dan energi dalam menjalankan aktivitas harian," tambahnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, ia merekomendasikan penerapan sleep hygiene atau praktik kebersihan tidur untuk meningkatkan kualitas istirahat. 

Langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain mengatur suhu ruangan agar lebih sejuk dan mematikan lampu saat tidur.

"Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, misalnya dengan mengatur suhu ruangan lebih sejuk, mematikan lampu, serta tidak menggunakan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur," jelas Citra.

Konsistensi Pasca-Ramadan

Lebih lanjut, Citra berharap kebiasaan sehat ini tidak hanya dilakukan selama bulan suci, tetapi tetap dipertahankan setelah Ramadan berakhir. 

Menjaga konsistensi waktu tidur malam, mengurangi asupan kafein menjelang tidur, serta menghindari kebiasaan merokok adalah langkah jangka panjang untuk kesehatan yang lebih baik.

Dengan kombinasi aktivitas fisik yang proporsional, pola makan bergizi, dan kualitas tidur yang terjaga, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah Ramadan dengan kondisi tubuh yang tetap sehat, bugar, dan produktif. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya