Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA bulan Ramadan, budaya berbuka puasa sering kali disalahartikan sebagai ajang untuk "balas dendam" dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam jumlah banyak.
Dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan waktu takjil sebagai ajang makan besar.
Menurut Tan, konsumsi gorengan, kolak, atau berbagai makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan saat berbuka justru dapat meningkatkan asupan kalori yang tidak diperlukan oleh tubuh. Padahal, tujuan utama dari takjil seharusnya sangat sederhana.
“Tujuan takjil hanya untuk membatalkan puasa dan rehidrasi. Rehidrasi itu air, bukan teh manis, bukan susu, bukan sirup,” tegas ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut, dikutip Selasa (24/2).
Lebih lanjut, Tan menyarankan agar masyarakat cukup mengonsumsi air putih dan tiga butir kurma saat berbuka.
Kombinasi tersebut dinilai efektif untuk menjaga gula darah tetap stabil sekaligus memastikan asupan nutrisi yang seimbang.
Air putih merupakan pilihan terbaik untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa, sementara kurma dalam jumlah terbatas berfungsi mempersiapkan sistem pencernaan sebelum seseorang mengonsumsi makanan berat.
“Makanan kecil seperti kurma membantu ‘membangunkan’ pencernaan tanpa menjadi beban sebelum salat magrib,” jelasnya.
Ia pun menyarankan urutan yang tepat bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan, terutama bagi yang tengah berupaya menjaga atau menurunkan berat badan.
Setelah berbuka dengan air putih dan kurma, masyarakat diimbau untuk segera melaksanakan salat Maghrib sebelum melanjutkan ke porsi makan utama. Prinsip yang dipegang haruslah moderat, yakni mengutamakan gizi seimbang dengan porsi yang wajar.
“Bukan lebih, bukan kurang, tapi cukup,” tuturnya.
Untuk makan utama setelah berbuka, Tan menekankan pentingnya mengikuti panduan “Isi Piringku” yang diterbitkan Kementerian Kesehatan.
Panduan ini bertujuan untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang optimal melalui pembagian porsi yang tepat.
Menurutnya, satu porsi makan yang ideal terdiri dari setengah piring yang diisi dengan sayur dan buah, sementara setengah piring sisanya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk sebagai sumber protein.
Dengan mengikuti pola makan yang terukur dan tetap mengutamakan hidrasi, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang tetap bugar dan terjaga kesehatannya. (Ant/Z-1)
Meski dijual dengan harga Rp25 ribu per mangkuk, permintaan gohu ikan di bulan Ramadan selalu tinggi hingga stok yang tersedia habis terjual.
petugas menyisir lapak demi lapak di area dalam pasar. Sampel makanan diambil langsung dari pedagang, lalu diuji di tempat menggunakan metode rapid test
Bingung baca niat puasa Ramadan pakai Ramadhana atau Ramadhani? Simak penjelasan kaidah bahasa Arab dan pendapat ulama agar ibadah makin mantap.
Penyaluran sembako dilakukan terorganisir dan tepat sasaran. Warga sekitar kawasan menjadi prioritas penerima manfaat.
Cari tempat bukber? Cek daftar promo All You Can Eat (AYCE) Ramadan 2026 di Jakarta, Surabaya, hingga Semarang. Harga mulai Rp60 ribuan & promo menarik!
Di kawasan Nagoya dan Batu Aji, lapak-lapak penjual es buah, kolak, gorengan, hingga aneka kue tradisional tampak berjejer di tepi jalan.
Dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen ingatkan takjil bukan ajang makan besar. Cukup air putih dan 3 kurma untuk rehidrasi tubuh saat buka puasa. Cek tips sehatnya di sini.
Hati-hati, kenyang karena takjil berisiko picu kekurangan protein saat puasa. Simak penjelasan ahli gizi Dr. Rita Ramayulis tentang pola makan sehat.
Cek jadwal buka puasa Jakarta 21 Februari 2026 (18.17 WIB). Simak tips sehat agar tidak begah dan tetap bugar selama Ramadan 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved