Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SURAT Al-Munafiqun adalah surat ke-63 dalam juz 28 di Al-Qur'an yang terdiri dari 11 ayat. Tergolong dalam surat Madaniyah, surat ini menyingkap tabir gelap kemunafikan yang terjadi di Madinah pada masa Rasulullah SAW. Nama Al-Munafiqun sendiri berarti Orang-orang Munafik, istilah bagi mereka yang menampakkan keislaman di lisan tetapi menyembunyikan kekufuran di dalam hati.
Memahami surat ini sangat penting bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah). Sebab, musuh yang paling berbahaya bukanlah mereka yang terang-terangan menyerang, melainkan mereka yang berada di dalam barisan tetapi memiliki niat untuk menghancurkan dari dalam.
Peristiwa utama yang melatarbelakangi turunnya surat ini terjadi setelah Perang Bani Mustaliq pada tahun 5 Hijriah. Pemicunya adalah perselisihan antara seorang kaum Muhajirin dan seorang kaum Anshar di suatu sumur. Perselisihan kecil ini dimanfaatkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh pemimpin kaum munafik di Madinah.
Abdullah bin Ubay memprovokasi kaum Anshar dengan mengeluarkan kalimat sombong, "Jika kita kembali ke Madinah, sungguh orang yang paling mulia akan mengusir orang yang paling hina." Kalimat ini dilaporkan oleh sahabat muda Zaid bin Arqam kepada Rasulullah SAW.
Awalnya, Abdullah bin Ubay bersumpah palsu untuk menyangkalnya. Namun Allah SWT kemudian menurunkan Surat Al-Munafiqun untuk membenarkan Zaid dan membongkar kebohongan kaum munafik tersebut.
Surat ini memberikan gambaran psikologis dan perilaku orang munafik yang tetap relevan hingga saat ini:
Baca juga: Surat Al-Mumtahanah Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya
Ayat 10 dalam surat ini menceritakan penyesalan orang-orang yang lalai saat kematian menjemput. Mereka memohon, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
Membaca dan merenungi Surat Al-Munafiqun memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi ibadah umat Islam:
Termasuk Al-Mufashal: Ini diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keistimewaan dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya. Ini dilansir dari abusyuja.com.
Terbebas dari sifat munafik: Pembacanya pun dihindarkan dari keraguan dalam agama serta dapat menyembuhkan penyakit batin dan bisul.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Munafiqun), ia terbebas dari sifat munafik dan ragu dari agama. Jika dibacakan pada penyakit bisul, ia akan sembuh. Jika dibaca atas penyakit batin, ia dapat menenangkannya (mengurangi rasa sakit dan dapat menyembuhkannya)." (Tafisirul Burhan, Juz 8, halaman 15)
Wasilah doa agar diberi kesabaran dan rendah hati: Caranya membaca Surat Al-Munafiqun ayat 4 secara istikamah. Berikut bacaannya:
"Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kami mendengar perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditunjukkan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)." (QS. Al-Munafiqun: 4)
Baca juga: Surat Al-Hasyr Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, dan Keutamaan Membacanya
1. Mengapa orang munafik disebut kayu yang tersandar?
Karena mereka hanya memiliki bentuk lahiriah yang bagus namun tidak memiliki ruh iman dan tidak memberikan manfaat bagi agama, layaknya kayu mati yang hanya bisa disandarkan pada tembok.
2. Apa tanda utama orang munafik menurut hadits terkait surat ini?
Bicara berdusta, berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mereka berkhianat.
3. Apakah pintu taubat masih terbuka bagi orang munafik?
Selama nyawa belum sampai di kerongkongan, Allah senantiasa membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin memperbaiki iman dan kejujurannya.
Baca juga: Mengenal Surat Al-Mufashal Pengertian, Pembagian, dan Daftar Lengkap
| Aspek | Tindakan Nyata |
|---|---|
| Integritas | Samakan ucapan di depan orang dengan tindakan saat sendirian. |
| Ibadah | Lawan rasa malas shalat berjamaah, terutama Isya dan Subuh. |
| Sosial | Hindari kebiasaan bersumpah palsu hanya untuk mendapatkan keuntungan dunia. |
Demikian pembahasan lengkap mengenai Surat Al-Munafiqun. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk menjaga kemurnian iman dan dijauhkan dari sifat munafik yang merusak.
Baca juga: Makna Asmaul Husna Al-Hayyu Dalil, Amalan Zikir, dan Implementasi
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Pelajari makna mendalam, asbabun nuzul, dan keutamaan Surat Al-Jumu'ah. Panduan lengkap menyeimbangkan ibadah hari Jumat dengan keberkahan rezeki.
Temukan makna spiritual Surat Ash-Shaff, sejarah turunnya ayat, dan keutamaan bagi Muslim yang menjaga keselarasan antara ucapan dan perbuatan.
Pelajari makna mendalam Surat Al-Mumtahanah, asbabun nuzul tentang kisah Hatib bin Abi Balta'ah, serta keutamaan membacanya untuk memperkuat iman.
Pelajari asbabun nuzul, pesan pokok, dan keutamaan Surat Maryam. Temukan inspirasi keteguhan hati dan rahasia doa yang dikabulkan dalam ulasan lengkap ini.
Pelajari asbabun nuzul Surat Al-Hasyr, pesan pokok tentang ketakwaan, serta keutamaan luar biasa membaca tiga ayat terakhirnya bagi umat Muslim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved