DALAM mempelajari Ulumul Qur'an, kita sering mendengar istilah Surat Al-Mufashal. Bagi sebagian besar umat Muslim, kelompok surat ini paling akrab di telinga dan lisan, karena sering dibaca dalam salat lima waktu maupun salat sunah.
Namun, apa sebenarnya definisi dari Al-Mufashal dan surat apa saja yang termasuk di dalamnya? Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai pengertian, pembagian kategori, serta keutamaan Surat Al-Mufashal sebagai referensi abadi bagi pembaca Media Indonesia.
Pengertian Surat Al-Mufashal
Secara etimologi (bahasa), kata Al-Mufashal (المفصل) berasal dari kata fashl yang berarti pisah atau sekat. Disebut demikian karena banyak sekat atau pemisah di antara surat-surat tersebut.
Pemisah yang dimaksud ialah basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Karena surat-surat dalam kelompok ini cenderung pendek, frekuensi perjumpaan dengan basmalah menjadi lebih sering dibandingkan dengan surat-surat panjang (At-Thiwal) di awal Al-Qur'an.
Secara terminologi, para ulama mendefinisikan Al-Mufashal sebagai kumpulan surat-surat yang terletak di bagian akhir mushaf Al-Qur'an. Mengenai batas awalnya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Namun pendapat yang paling masyhur (rajih) adalah dimulai dari Surat Qaf (Surat ke-50) atau Surat Al-Hujurat (Surat ke-49) hingga akhir Al-Qur'an (Surat An-Nas).
Pembagian Kategori Surat Al-Mufashal
Untuk memudahkan pemahaman dan penerapannya dalam ibadah salat, para ulama membagi Al-Mufashal menjadi tiga kategori utama berdasarkan panjang pendeknya ayat. Berikut rinciannya:
| Kategori | Rentang Surat | Karakteristik & Penggunaan |
|---|---|---|
| 1. Tiwal al-Mufashal (Mufashal Panjang) |
Dari Surat Qaf (50) sampai dengan Surat An-Naba' (78) atau Al-Buruj (85). | Surat-surat ini memiliki ayat yang cukup panjang tetapi tetap masuk kategori Mufashal. Disunahkan dibaca oleh Imam pada Salat Subuh dan Salat Isya. |
| 2. Awsat al-Mufashal (Mufashal Pertengahan) |
Dari Surat An-Naba' (78) sampai dengan Surat Ad-Duha (93). | Memiliki panjang ayat sedang. Sering dibaca pada waktu-waktu salat yang tidak terlalu panjang tetapi tidak terlalu pendek, seperti Salat Isya atau Ashar. |
| 3. Qisar al-Mufashal (Mufashal Pendek) |
Dari Surat Ad-Duha (93) sampai dengan Surat An-Nas (114). | Surat-surat yang sangat pendek (Juz Amma bagian akhir). Disunahkan dibaca pada Salat Maghrib, salat sunah Rawatib, atau ketika dalam perjalanan (safar). |
Keutamaan Surat Al-Mufashal
Kelompok surat ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap Al-Mufashal sebagai kelebihan yang diberikan Allah SWT kepada beliau dibandingkan nabi-nabi sebelumnya.
Baca juga: Sering Salah Kaprah, Benarkah Juz Amma Berarti Juz 30 Ini Penjelasan Asal-usulnya
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Wathilah bin Al-Asqa’, Rasulullah SAW bersabda:
"Aku diberi ganti dari Taurat dengan At-Thiwal (tujuh surat panjang), diberi ganti dari Zabur dengan Al-Mi’in (surat yang ayatnya seratusan), diberi ganti dari Injil dengan Al-Matsani (surat yang diulang-ulang), dan aku dilebihkan dengan Al-Mufashal." (HR. Ahmad)
Hadis ini menegaskan bahwa Al-Mufashal adalah bonus atau keistimewaan khusus yang hanya dimiliki oleh Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW yang tidak terdapat dalam kitab-kitab samawi sebelumnya.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Mengapa Penting Mempelajari Al-Mufashal?
Memahami pembagian ini bukan hanya sekadar teori akademis, melainkan memiliki implikasi praktis dalam ibadah sehari-hari:
- Kesesuaian dengan Sunah: Dengan mengetahui pembagian ini, seorang Imam dapat menyesuaikan bacaan salatnya sesuai dengan tuntunan Nabi. Misalnya, tidak membaca surat yang sangat panjang (Tiwal al-Mufashal) saat salat Maghrib yang waktunya sempit, kecuali dalam kondisi tertentu.
- Kemudahan Menghafal: Bagi pemula yang ingin menghafal Al-Qur'an, Qisar al-Mufashal adalah gerbang utama. Surat-surat ini mudah dihafal, memiliki rima yang indah, dan padat makna.
- Kandungan Akidah yang Padat: Mayoritas surat Al-Mufashal adalah Makkiyah (turun di Mekah), yang fokus utamanya adalah penanaman akidah, hari kiamat, surga-neraka, dan tauhid. Membacanya dapat memperkuat iman secara instan.
Baca juga: 11 Surat dalam Juz 29 dari Al-Mulk sampai Al-Mursalat
Kesimpulan
Surat Al-Mufashal adalah bagian tak terpisahkan dari interaksi kita dengan Al-Qur'an. Mulai dari Surat Qaf hingga An-Nas, rangkaian surat ini menawarkan ringkasan ajaran Islam yang padat dan menyentuh hati. Memahaminya membantu kita untuk lebih khusyuk dalam salat dan lebih mencintai Al-Qur'an.
Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi pembaca Media Indonesia dalam memperdalam wawasan keislaman.
Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
