Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mengenal Surat Al-Mufashal: Pengertian, Pembagian, dan Daftar Lengkap

Wisnu Arto Subari
01/2/2026 09:05
Mengenal Surat Al-Mufashal: Pengertian, Pembagian, dan Daftar Lengkap
Ilustrasi.(Freepik)

DALAM mempelajari Ulumul Qur'an, kita sering mendengar istilah Surat Al-Mufashal. Bagi sebagian besar umat Muslim, kelompok surat ini paling akrab di telinga dan lisan, karena sering dibaca dalam salat lima waktu maupun salat sunah.

Namun, apa sebenarnya definisi dari Al-Mufashal dan surat apa saja yang termasuk di dalamnya? Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai pengertian, pembagian kategori, serta keutamaan Surat Al-Mufashal sebagai referensi abadi bagi pembaca Media Indonesia.

Pengertian Surat Al-Mufashal

Secara etimologi (bahasa), kata Al-Mufashal (المفصل) berasal dari kata fashl yang berarti pisah atau sekat. Disebut demikian karena banyak sekat atau pemisah di antara surat-surat tersebut.

Pemisah yang dimaksud ialah basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Karena surat-surat dalam kelompok ini cenderung pendek, frekuensi perjumpaan dengan basmalah menjadi lebih sering dibandingkan dengan surat-surat panjang (At-Thiwal) di awal Al-Qur'an.

Secara terminologi, para ulama mendefinisikan Al-Mufashal sebagai kumpulan surat-surat yang terletak di bagian akhir mushaf Al-Qur'an. Mengenai batas awalnya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. 

Namun pendapat yang paling masyhur (rajih) adalah dimulai dari Surat Qaf (Surat ke-50) atau Surat Al-Hujurat (Surat ke-49) hingga akhir Al-Qur'an (Surat An-Nas).

Pembagian Kategori Surat Al-Mufashal

Untuk memudahkan pemahaman dan penerapannya dalam ibadah salat, para ulama membagi Al-Mufashal menjadi tiga kategori utama berdasarkan panjang pendeknya ayat. Berikut rinciannya:

Kategori Rentang Surat Karakteristik & Penggunaan
1. Tiwal al-Mufashal
(Mufashal Panjang)
Dari Surat Qaf (50) sampai dengan Surat An-Naba' (78) atau Al-Buruj (85). Surat-surat ini memiliki ayat yang cukup panjang tetapi tetap masuk kategori Mufashal. Disunahkan dibaca oleh Imam pada Salat Subuh dan Salat Isya.
2. Awsat al-Mufashal
(Mufashal Pertengahan)
Dari Surat An-Naba' (78) sampai dengan Surat Ad-Duha (93). Memiliki panjang ayat sedang. Sering dibaca pada waktu-waktu salat yang tidak terlalu panjang tetapi tidak terlalu pendek, seperti Salat Isya atau Ashar.
3. Qisar al-Mufashal
(Mufashal Pendek)
Dari Surat Ad-Duha (93) sampai dengan Surat An-Nas (114). Surat-surat yang sangat pendek (Juz Amma bagian akhir). Disunahkan dibaca pada Salat Maghrib, salat sunah Rawatib, atau ketika dalam perjalanan (safar).

Keutamaan Surat Al-Mufashal

Kelompok surat ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap Al-Mufashal sebagai kelebihan yang diberikan Allah SWT kepada beliau dibandingkan nabi-nabi sebelumnya.

Baca juga: Sering Salah Kaprah, Benarkah Juz Amma Berarti Juz 30 Ini Penjelasan Asal-usulnya

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Wathilah bin Al-Asqa’, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku diberi ganti dari Taurat dengan At-Thiwal (tujuh surat panjang), diberi ganti dari Zabur dengan Al-Mi’in (surat yang ayatnya seratusan), diberi ganti dari Injil dengan Al-Matsani (surat yang diulang-ulang), dan aku dilebihkan dengan Al-Mufashal." (HR. Ahmad)

Hadis ini menegaskan bahwa Al-Mufashal adalah bonus atau keistimewaan khusus yang hanya dimiliki oleh Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW yang tidak terdapat dalam kitab-kitab samawi sebelumnya.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Mengapa Penting Mempelajari Al-Mufashal?

Memahami pembagian ini bukan hanya sekadar teori akademis, melainkan memiliki implikasi praktis dalam ibadah sehari-hari:

  • Kesesuaian dengan Sunah: Dengan mengetahui pembagian ini, seorang Imam dapat menyesuaikan bacaan salatnya sesuai dengan tuntunan Nabi. Misalnya, tidak membaca surat yang sangat panjang (Tiwal al-Mufashal) saat salat Maghrib yang waktunya sempit, kecuali dalam kondisi tertentu.
  • Kemudahan Menghafal: Bagi pemula yang ingin menghafal Al-Qur'an, Qisar al-Mufashal adalah gerbang utama. Surat-surat ini mudah dihafal, memiliki rima yang indah, dan padat makna.
  • Kandungan Akidah yang Padat: Mayoritas surat Al-Mufashal adalah Makkiyah (turun di Mekah), yang fokus utamanya adalah penanaman akidah, hari kiamat, surga-neraka, dan tauhid. Membacanya dapat memperkuat iman secara instan.

Baca juga: 11 Surat dalam Juz 29 dari Al-Mulk sampai Al-Mursalat

Kesimpulan

Surat Al-Mufashal adalah bagian tak terpisahkan dari interaksi kita dengan Al-Qur'an. Mulai dari Surat Qaf hingga An-Nas, rangkaian surat ini menawarkan ringkasan ajaran Islam yang padat dan menyentuh hati. Memahaminya membantu kita untuk lebih khusyuk dalam salat dan lebih mencintai Al-Qur'an.

Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi pembaca Media Indonesia dalam memperdalam wawasan keislaman.

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya