Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Surat Al-Mursalat: Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, dan Keutamaan Membacanya

Wisnu Arto Subari
03/2/2026 21:12
Surat Al-Mursalat: Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, dan Keutamaan Membacanya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT Al-Mursalat merupakan surat ke-77 yang terdiri dari 50 ayat dalam juz 29 dari Al-Quran. Termasuk dalam golongan surat Makkiyah, Al-Mursalat memiliki ritme yang kuat, pendek, dan penuh penekanan, seolah-olah memberikan peringatan yang menggetarkan jiwa. Nama Al-Mursalat sendiri diambil dari ayat pertama yang berarti malaikat-malaikat yang diutus atau angin yang dikirim.

Memahami surat ini tidak hanya memberikan pahala pembacaan, tetapi juga memperkuat akidah mengenai hari akhir. Berikut ulasan mendalam mengenai sejarah, isi, dan keutamaan surat ini.

Asbabun Nuzul: Wahyu di Gua Mina

Salah satu fakta paling menarik dari Surat Al-Mursalat adalah lokasi turunnya yang sangat spesifik. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud RA, surat ini turun ketika para sahabat sedang bersama Rasulullah SAW di suatu gua di Mina.

Saat itu, Rasulullah SAW sedang membacakan surat ini yang baru saja turun. Abdullah bin Mas'ud menceritakan bahwa ia langsung menghafal surat tersebut dari lisan Rasulullah SAW dalam keadaan lisan beliau masih basah oleh wahyu.

Di tengah proses tersebut, seekor ular tiba-tiba muncul di dalam gua. Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk membunuhnya, tetapi ular itu berhasil melarikan diri. Peristiwa ini menjadi latar belakang historis yang sangat kuat bagi keberadaan Gua Al-Mursalat (Ghar Al-Mursalat) yang masih bisa dikunjungi di Mina hingga saat ini.

Fakta Unik: Gua Al-Mursalat

Gua tempat turunnya surat ini terletak di kaki Gunung Sabir di Mina. Hingga kini, lokasi ini menjadi pengingat fisik bagi para jamaah haji tentang turunnya salah satu surat paling dahsyat dalam Al-Quran.

Pesan Pokok: Peringatan bagi para Pendusta

Surat Al-Mursalat secara garis besar berbicara tentang kepastian datangnya hari kiamat dan pembalasan bagi manusia. Ada beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam surat ini:

1. Sumpah Allah atas Fenomena Alam

Surat ini dibuka dengan sumpah Allah demi malaikat atau angin yang diutus untuk membawa kebaikan. Sumpah ini bertujuan untuk menegaskan bahwa apa yang dijanjikan Allah tentang hari kebangkitan pasti akan terjadi tanpa keraguan sedikit pun.

Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

2. Pengulangan Ayat Wailun Yaumaidzin Lil Mukadzdzibin

Salah satu ciri khas surat ini adalah pengulangan ayat Wailun yaumaidzin lil mukadzdzibin (Celakalah pada hari itu bagi mereka yang mendustakan) sebanyak 10 kali. Dalam ilmu sastra Arab (Balaghah), pengulangan ini berfungsi sebagai peringatan yang berulang agar manusia tidak mengabaikan kebenaran meskipun mereka terus-menerus mencoba mengingkarinya.

3. Bukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan

Allah menantang para pendusta dengan mengingatkan kembali proses penciptaan manusia dari air yang hina (mani) dan penciptaan bumi sebagai tempat tinggal yang luas. Ini adalah argumen logis bahwa Tuhan yang mampu menciptakan dari ketiadaan pasti mampu membangkitkan manusia setelah kematian.

Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya

Keutamaan Membaca Surat Al-Mursalat

Membaca dan merenungi Surat Al-Mursalat memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam:

  • Membuat Rasulullah Beruban: Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Surat Al-Mursalat adalah salah satu surat yang membuat rambut beliau beruban karena kandungan maknanya yang sangat berat tentang hari kiamat.
  • Perlindungan dari Kesyirikan: Membaca surat ini dengan pemahaman yang dalam akan memperkuat tauhid seseorang dan menjauhkannya dari keraguan terhadap janji Allah.
  • Meningkatkan Kewaspadaan Spiritual: Surat ini berfungsi sebagai pengingat agar manusia tidak terlena dengan kehidupan dunia yang sementara.
  • Termasuk Al-Mufashal: ini diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keistimewaan dibandingkan dengan nabi-nabi sebelumnya.

  • Kelak Allah akan mengenalinya di antara ia dan Nabi Muhammad SAW.

    Abi Abdullah berkata, "Barangsiapa yang membaca surat wal-mursalati 'urfa (Surat Al-Mursalat), Allah akan mengenalinya di antara ia dan Nabi Muhammad SAW." (Tsawabul A'mal, halaman 150).

  • Dicatat tidak termasuk golongan orang-orang musyrik serta dikuatkan dalam menghadapi peradilan.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini, ia dicatat tidak termasuk orang-orang musyrik. Dan barangsiapa yang membacanya di dalam peradilannya antara ia dengan seseorang, Allah akan memberinya kekuatan kepadanya untuk melawan dan memenangkannya." (Tafsirul Burhan, Juz 8, halaman 188)

    Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membacanya (Surat Al-Mursalat), sedangkan ia berada di dalam peradilan seorang hakim, atau penguasa, Allah akan menolongnya untuk memenangkannya." (Tafsirul Burhan, Juz 8, halaman 188)

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

People Also Ask (FAQ)

Pertanyaan Jawaban
Apa arti Al-Mursalat? Malaikat atau angin yang diutus untuk membawa kebaikan.
Termasuk golongan surat apa? Surat Makkiyah (turun sebelum hijrah).
Berapa kali ayat 'Wailun' diulang? Diulang sebanyak 10 kali dalam 50 ayat.

Checklist Tadabbur Surat Al-Mursalat

  • Menyadari bahwa hari kiamat adalah janji Allah yang pasti terjadi.
  • Merenungkan proses penciptaan diri sebagai bentuk syukur.
  • Menghindari sifat sombong dan mendustakan ayat-ayat Allah.
  • Menjadikan setiap peringatan dalam Al-Quran sebagai motivasi perbaikan amal.

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya