Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Makna Asmaul Husna Al-Hayyu: Dalil, Amalan Zikir, dan Implementasi

Media Indonesia
17/2/2026 13:12
Makna Asmaul Husna Al-Hayyu: Dalil, Amalan Zikir, dan Implementasi
Tulisan Arab Al-Hayyu.(Youtube JalanTintaCreative)

DALAM Islam, mengenal nama-nama Allah atau Asmaul Husna adalah fondasi utama untuk memperkuat iman. Salah satu nama yang sangat agung adalah Al-Hayyu. Secara bahasa, Al-Hayyu berasal dari kata hayah yang berarti hidup. Allah Al-Hayyu berarti Allah Yang Maha Hidup, yang kehidupan-Nya bersifat abadi, tidak bermula, dan tidak akan pernah berakhir.

Memahami Al-Hayyu memberikan kesadaran bahwa segala bentuk kehidupan di alam semesta ini bersumber dari-Nya. Berbeda dengan makhluk yang hidupnya bergantung pada asupan nutrisi, oksigen, dan waktu, kehidupan Allah bersifat mandiri dan sempurna.

Makna Mendalam Al-Hayyu dalam Asmaul Husna

Al-Hayyu bukan sekadar bermakna hidup dalam pengertian biologis. Sifat ini mencakup seluruh kesempurnaan sifat-sifat lain Allah SWT. Karena Allah Maha Hidup, maka Dia Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, dan Maha Kuasa. Jika Allah tidak memiliki sifat Hayah (Hidup), mustahil bagi-Nya memiliki sifat-sifat kesempurnaan lain.

Para ulama menjelaskan bahwa Al-Hayyu adalah sumber dari segala eksistensi. Kehidupan manusia bersifat pinjaman dan terbatas, sementara kehidupan Allah adalah hakiki. Kesadaran ini menuntun seorang muslim untuk tidak menggantungkan harapan pada makhluk yang fana, melainkan hanya kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Dalil Al-Qur'an tentang Al-Hayyu

Nama Al-Hayyu disebutkan dalam beberapa ayat kunci di Al-Qur'an, seringkali disandingkan dengan sifat Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri Sendiri).

  • Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah: 255): "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur."
  • Surah Thaha: 111: "Dan tunduklah semua muka dengan rendah diri di hadapan (Allah) Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)."
  • Surah Al-Furqan: 58: "Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya."

Amalan Zikir Al-Hayyu untuk Kekuatan Jiwa

Salah satu zikir yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah menggabungkan nama Al-Hayyu dengan Al-Qayyum. Zikir "Ya Hayyu Ya Qayyum" sering disebut sebagai Ismul A’dzam (Nama Allah yang Paling Agung).

Rasulullah SAW ketika menghadapi masalah berat sering mengucapkan: "Ya Hayyu Ya Qayyum bi rahmatika astaghits" (Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan).

Implementasi Sifat Al-Hayyu bagi Seorang Muslim

Mengimani Al-Hayyu harus membuahkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Menyadari Kefanaan Diri: Kesadaran bahwa hanya Allah yang kekal mendorong seseorang untuk lebih giat beramal saleh sebagai bekal menuju kehidupan abadi di akhirat.
  2. Bergantung Hanya kepada Allah: Implementasi Al-Hayyu adalah tawakal yang total, karena tidak logis menggantungkan nasib kepada makhluk yang juga akan binasa.
  3. Menghargai Kehidupan: Sebagai amanah dari Al-Hayyu, seorang muslim wajib menjaga kesehatan fisik dan mental serta menghargai setiap detik waktu yang diberikan.

Baca juga: Asmaul Husna Al-Muid Arti, Dalil, dan Cara Mengamalkannya

People Also Ask: FAQ Al-Hayyu

Apa perbedaan Al-Hayyu dan Al-Qayyum?

Al-Hayyu merujuk pada kesempurnaan zat Allah yang Maha Hidup, sedangkan Al-Qayyum merujuk pada kesempurnaan perbuatan Allah dalam mengurus dan memelihara seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Kapan waktu terbaik membaca Ya Hayyu Ya Qayyum?

Zikir ini sangat baik dibaca setiap saat, terutama di waktu pagi dan petang, serta saat sujud dalam shalat atau ketika sedang dalam kesempitan hidup.

Baca juga: Asmaul Husna Al-Mubdi Allah Maha Memulai Segala Sesuatu dari Ketiadaan

Apakah Al-Hayyu termasuk Ismul Adzam?

Banyak ulama berpendapat bahwa kombinasi Al-Hayyu dan Al-Qayyum adalah Ismul Adzam, karena keduanya mencakup seluruh nama dan sifat lain Allah SWT (seperti ilmu, qudrah, dan iradah).

Demikian pembahasan mengenai Asmaul Husna Al-Hayyu. Semoga dengan memahami sifat Allah Yang Maha Hidup, kita dapat meningkatkan kualitas iman dan ketenangan dalam menjalani kehidupan di dunia.

Baca juga: Jarang Disadari, Inilah Rahasia Keberkahan Rezeki dalam Surat Al-Jumuah

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik