Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Islam, mengenal nama-nama Allah atau Asmaul Husna adalah fondasi utama untuk memperkuat iman. Salah satu nama yang sangat agung adalah Al-Hayyu. Secara bahasa, Al-Hayyu berasal dari kata hayah yang berarti hidup. Allah Al-Hayyu berarti Allah Yang Maha Hidup, yang kehidupan-Nya bersifat abadi, tidak bermula, dan tidak akan pernah berakhir.
Memahami Al-Hayyu memberikan kesadaran bahwa segala bentuk kehidupan di alam semesta ini bersumber dari-Nya. Berbeda dengan makhluk yang hidupnya bergantung pada asupan nutrisi, oksigen, dan waktu, kehidupan Allah bersifat mandiri dan sempurna.
Al-Hayyu bukan sekadar bermakna hidup dalam pengertian biologis. Sifat ini mencakup seluruh kesempurnaan sifat-sifat lain Allah SWT. Karena Allah Maha Hidup, maka Dia Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, dan Maha Kuasa. Jika Allah tidak memiliki sifat Hayah (Hidup), mustahil bagi-Nya memiliki sifat-sifat kesempurnaan lain.
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Hayyu adalah sumber dari segala eksistensi. Kehidupan manusia bersifat pinjaman dan terbatas, sementara kehidupan Allah adalah hakiki. Kesadaran ini menuntun seorang muslim untuk tidak menggantungkan harapan pada makhluk yang fana, melainkan hanya kepada Sang Pemilik Kehidupan.
Nama Al-Hayyu disebutkan dalam beberapa ayat kunci di Al-Qur'an, seringkali disandingkan dengan sifat Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri Sendiri).
Salah satu zikir yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah menggabungkan nama Al-Hayyu dengan Al-Qayyum. Zikir "Ya Hayyu Ya Qayyum" sering disebut sebagai Ismul A’dzam (Nama Allah yang Paling Agung).
Rasulullah SAW ketika menghadapi masalah berat sering mengucapkan: "Ya Hayyu Ya Qayyum bi rahmatika astaghits" (Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan).
Mengimani Al-Hayyu harus membuahkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari:
Baca juga: Asmaul Husna Al-Muid Arti, Dalil, dan Cara Mengamalkannya
Al-Hayyu merujuk pada kesempurnaan zat Allah yang Maha Hidup, sedangkan Al-Qayyum merujuk pada kesempurnaan perbuatan Allah dalam mengurus dan memelihara seluruh makhluk-Nya tanpa henti.
Zikir ini sangat baik dibaca setiap saat, terutama di waktu pagi dan petang, serta saat sujud dalam shalat atau ketika sedang dalam kesempitan hidup.
Baca juga: Asmaul Husna Al-Mubdi Allah Maha Memulai Segala Sesuatu dari Ketiadaan
Banyak ulama berpendapat bahwa kombinasi Al-Hayyu dan Al-Qayyum adalah Ismul Adzam, karena keduanya mencakup seluruh nama dan sifat lain Allah SWT (seperti ilmu, qudrah, dan iradah).
Demikian pembahasan mengenai Asmaul Husna Al-Hayyu. Semoga dengan memahami sifat Allah Yang Maha Hidup, kita dapat meningkatkan kualitas iman dan ketenangan dalam menjalani kehidupan di dunia.
Baca juga: Jarang Disadari, Inilah Rahasia Keberkahan Rezeki dalam Surat Al-Jumuah
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved