Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM deretan 99 Asmaul Husna, nama Al-Mumit sering kali dipandang dengan rasa gentar. Sebagai salah satu nama Allah SWT yang agung, Al-Mumit secara harfiah berarti Yang Maha Mematikan. Namun, memahami Al-Mumit tidak seharusnya hanya melahirkan ketakutan, melainkan kesadaran mendalam tentang hakikat kehidupan dan kebesaran Sang Pencipta.
Sifat ini merupakan pasangan dari Al-Muhyi (Yang Maha Menghidupkan). Keduanya menunjukkan kekuasaan mutlak Allah atas siklus eksistensi setiap makhluk di alam semesta. Tanpa adanya sifat mematikan, keseimbangan kehidupan tidak akan pernah tercapai.
Al-Mumit berasal dari akar kata amata yang berarti mematikan. Dalam konteks ketuhanan, Al-Mumit adalah Zat yang mencabut nyawa dari setiap makhluk yang bernyawa. Tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini, baik itu teknologi medis tercanggih maupun kekuatan sihir, yang dapat menunda atau mempercepat apa yang telah ditetapkan oleh Al-Mumit.
Secara teologis, Al-Mumit menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan transisi yang diciptakan oleh Allah. Kematian adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih kekal. Dengan memahami sifat ini, seorang mukmin diajak untuk melihat dunia sebagai tempat persinggahan sementara (darul fana).
Keberadaan sifat Allah sebagai Yang Maha Mematikan disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur'an. Hal ini menjadi pengingat bagi manusia agar tidak sombong atas kehidupan yang mereka miliki saat ini.
"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan."
Poin Kunci: Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa otoritas hidup dan mati berada sepenuhnya di tangan Allah SWT. Manusia tidak memiliki andil sedikit pun dalam menentukan kapan detak jantungnya akan berhenti.
Mengimani Al-Mumit bukan berarti kita harus terus-menerus meratapi kematian. Sebaliknya, ada pelajaran praktis yang bisa diambil untuk memperbaiki kualitas hidup:
Kesadaran bahwa kita akan mati (diterjang sifat Al-Mumit) seharusnya membuat manusia sadar bahwa harta, jabatan, dan kecantikan adalah titipan sementara. Hal ini akan melahirkan sikap rendah hati (tawadhu).
Baca juga: Asmaul Husna Al-Muid Arti, Dalil, dan Cara Mengamalkannya
Secara maknawi, implementasi Al-Mumit dalam diri adalah upaya untuk mematikan sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, sombong, dan kikir. Sebelum kematian fisik menjemput, kita diajak untuk mematikan ego yang menghalangi kedekatan dengan Tuhan.
Orang yang memahami Al-Mumit akan menjadi pribadi yang visioner. Ia tidak hanya memikirkan hari esok di dunia, tetapi juga hari esok setelah kematian. Hal ini mendorong seseorang untuk lebih rajin beribadah dan berbuat baik kepada sesama.
Memahami bahwa Allah adalah Al-Mumit membantu kita untuk ikhlas saat kehilangan orang yang dicintai. Kita menyadari bahwa mereka bukan hilang, melainkan kembali kepada Zat yang memegang otoritas atas kematian.
Baca juga: Asmaul Husna Al-Mubdi Allah Maha Memulai Segala Sesuatu dari Ketiadaan
Berbeda. Al-Mumit adalah sifat Allah yang menetapkan kematian, sedangkan Malaikat Maut (Izrail) adalah pelaksana tugas yang menjalankan perintah-Nya. Kekuatan untuk mematikan tetap berada pada Allah semata.
Dalam Surah Al-Mulk ayat 2 disebutkan bahwa Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya. Tanpa kematian, nilai dari sebuah perjuangan dan kebaikan di dunia tidak akan memiliki makna kompetisi spiritual.
Baca juga: Asmaul Husna Al-Hamid Makna, Dalil, dan Implementasi dalam Kehidupan
Baca juga:Bacaan Asmaul Husna Lengkap 99 Nama Allah Arab dan Artinya
Kematian adalah kepastian. Namun bagaimana kita mengisi waktu sebelum saat itu tiba adalah pilihan. Dengan mengenal Al-Mumit, kita belajar untuk hidup lebih bermakna dan mati dalam keadaan husnul khatimah.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Arti Al Mumit adalah Yang Maha Mematikan. Simak penjelasan lengkap makna salah satu Asmaul Husna ini, dalil Al-Qur'an, serta cara meneladaninya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved