Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Asmaul Husna Al-Hamid: Makna, Dalil, dan Implementasi dalam Kehidupan

Wisnu Arto Subari
09/2/2026 20:36
Asmaul Husna Al-Hamid: Makna, Dalil, dan Implementasi dalam Kehidupan
Tulisan arab Al-Hamid.(Dok Istimewa)

MENGENAL Allah SWT melalui nama-nama-Nya yang indah (Asmaul Husna) adalah langkah awal untuk mempertebal keimanan. Salah satu nama yang memiliki makna sangat dalam adalah Al-Hamid.

Secara harfiah, Al-Hamid berarti Sang Maha Terpuji. Namun, di balik kata terpuji tersebut, terkandung samudra makna yang menuntun manusia pada hakikat syukur dan kerendahan hati.

Makna Mendalam Al-Hamid

Al-Hamid berasal dari akar kata hamada yang berarti memuji. Sebagai Asmaul Husna, Al-Hamid berarti Allah adalah Dzat yang berhak mendapatkan segala pujian dalam segala keadaan. Allah terpuji karena Dzat-Nya, sifat-sifat-Nya, nama-nama-Nya, dan seluruh perbuatan-Nya.

Pujian bagi Allah tidak bergantung pada apakah makhluk-Nya memuji-Nya atau tidak. Berbeda dengan manusia yang membutuhkan pengakuan, Allah tetaplah Al-Hamid meskipun seluruh alam semesta tidak memuji-Nya. Dia adalah sumber segala kebaikan yang menjadi alasan munculnya pujian.

Dalil Al-Qur'an tentang Al-Hamid

Nama Al-Hamid disebutkan sebanyak 17 kali dalam Al-Qur'an, sering kali disandingkan dengan nama lain seperti Al-Ghani (Maha Kaya) atau Al-Hakim (Maha Bijaksana). Berikut beberapa dalil utamanya:

  • Surat Luqman Ayat 12: "...dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (Ghaniyyun Hamid)."
  • Surat Hud Ayat 73: "...Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah (Hamidun Majid)."
  • Surat Ibrahim Ayat 8: "...Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Implementasi Al-Hamid dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengenal Al-Hamid bukan sekadar menghafal katanya, melainkan menyerap sifat-sifat terpuji tersebut ke dalam perilaku kita:

1. Menjadikan Hamdalah sebagai Napas Kehidupan

Seorang mukmin yang meyakini Al-Hamid akan selalu membasahi lisannya dengan ucapan, "Alhamdulillah". Ia memuji Allah bukan hanya saat mendapat nikmat, tetapi juga saat menghadapi ujian, karena ia yakin ada hikmah terpuji di balik setiap takdir.

2. Membangun Karakter Terpuji (Akhlaqul Mahmudah)

Implementasi nyata dari mengimani Al-Hamid adalah berusaha menjadi pribadi yang pantas dipuji oleh Allah. Bukan mencari pujian manusia (riya), melainkan menghiasi diri dengan kejujuran, amanah, dan kasih sayang.

Baca juga: Ini 99 Asmaul Husna sebagai Wirid dan Doa serta Lantunannya

3. Mengakui Kelebihan Orang Lain sebagai Titipan

Saat melihat kehebatan orang lain, kita tidak merasa iri. Kita sadar bahwa segala kelebihan itu bersumber dari Al-Hamid. Maka, pujian kita kepada manusia pada hakikatnya adalah pujian kepada Allah yang telah menitipkan kelebihan tersebut.

Tabel Perbedaan Istilah Terpuji

Istilah Subjek Sifat
Al-Hamid Hanya Allah SWT Maha Terpuji secara mutlak dan abadi.
Al-Mahmud Makhluk (Manusia/Nabi) Pihak yang dipuji karena amal baiknya.
Ahmad/Muhammad Rasulullah SAW Manusia yang paling banyak memuji Allah dan paling terpuji.

Bagaimana cara mengamalkan Al-Hamid dalam doa?

Kita sering mengamalkannya dalam bacaan Tahiyat Akhir salat, "Innakahamidummajiid". Ini adalah pengakuan bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Terpuji dan Maha Mulia. Mengulang-ulang doa ini dengan penuh penghayatan akan membersihkan hati dari sifat sombong.

Memahami Asmaul Husna Al-Hamid membawa kita pada kesadaran bahwa tidak ada satu pun di dunia ini yang layak disombongkan. Segala keindahan dan kebaikan kembali kepada Sang Maha Terpuji.

Baca juga: Surat Al-Mujadilah Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, Keutamaan Membacanya

Apa perbedaan antara Al-Hamid dan Al-Mahmud?

Al-Hamid adalah Dzat yang memuji dan berhak dipuji secara mutlak karena sifat-Nya sendiri. Sedangkan Al-Mahmud adalah pihak yang dipuji karena perbuatan baiknya.

Manusia bisa menjadi Mahmud (terpuji). Namun hanya Allah yang merupakan Al-Hamid (Maha Terpuji).

Baca juga: Asmaul Husna Allah Al-Muhshi Menghitung Makhluk dengan Detail

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa arti Al-Hamid dalam Asmaul Husna? Sang Maha Terpuji.

2. Berapa kali Al-Hamid disebut dalam Al-Qur'an? Sebanyak 17 kali.

3. Apa kaitan Al-Ghani dan Al-Hamid? Allah Maha Kaya sehingga tidak butuh pujian. Namun Dia tetap Maha Terpuji.

Baca juga: Asmaul Husna Allah Al-Waliy yang Membela Makhluk-Nya

4. Bagaimana cara mengamalkan Al-Hamid saat tertimpa musibah? Dengan mengucap "Alhamdulillah 'ala kulli hal" (Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan).

5. Apakah manusia boleh dipuji? Boleh, selama pujian itu tidak membuat sombong dan tetap dikembalikan kepada Allah.

6. Apa manfaat mengimani Al-Hamid? Hati menjadi tenang, jauh dari sifat iri, dan selalu bersyukur.

Baca juga: Allah Al-Lathif Maha Lembut dalam Ilmu dan Tindakan

7. Apa doa yang berkaitan dengan Al-Hamid? Doa dalam tahiyat akhir (Hamidun Majid).

8. Apa perbedaan Hamd dan Syukr? Hamd (pujian) lebih luas karena mencakup pujian atas sifat, sedangkan Syukr biasanya atas nikmat yang diterima.

9. Mengapa Allah disebut Maha Terpuji? Karena seluruh ciptaan-Nya sempurna dan penuh hikmah.

10. Bagaimana Al-Hamid mempengaruhi kesehatan mental? Menumbuhkan optimisme dan rasa cukup (qana'ah).

Baca juga: Bagaimana Allah Al-Muizz Memuliakan dan Al-Mudzill Menghinakan Makhluk

Kesimpulan

Memahami Asmaul Husna Al-Hamid membawa kita pada kesadaran bahwa tidak ada satu pun di dunia ini yang layak disombongkan. Segala keindahan dan kebaikan kembali kepada Sang Maha Terpuji.

Dengan mengamalkan sifat ini, kita belajar untuk hidup dengan penuh rasa syukur dan terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang mulia di mata-Nya.

Baca juga: Bagaimana Al-Khafidh Merendahkan dan Ar-Rafi Meninggikan Makhluk

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya