Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ajaran Islam, mengenal Allah melalui 99 nama-Nya yang indah atau Asmaul Husna adalah kunci utama meraih ketenangan batin. Salah satu nama yang memiliki dimensi spiritual sangat dalam adalah Al-Akhir (Yang Maha Akhir).
Nama Al-Akhir menjadi pengingat bagi setiap manusia bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki batas, kecuali Sang Pencipta. Lebih jauh, simak tulisan di bawah ini.
Secara bahasa, Al-Akhir berarti Yang Terakhir. Namun, dalam konteks ketuhanan, maknanya melampaui urutan waktu. Al-Akhir berarti Allah SWT tetap ada dan kekal setelah seluruh makhluk-Nya binasa. Keberadaan Allah SWT tidak berujung dan tidak dibatasi oleh kehancuran alam semesta.
Para ulama menjelaskan bahwa sifat ini berpasangan dengan Al-Awwal. Al-Awwal menunjukkan bahwa Allah adalah sebab dari segala keberadaan. Al-Akhir menunjukkan bahwa Allah adalah tujuan akhir dari segala tujuan.
Penyebutan Al-Akhir secara eksplisit terdapat dalam Surat Al-Hadid ayat 3:
هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
Dalil Hadis: Rasulullah SAW berdoa dalam sujudnya, "Allahumma Antal Awwalu falaysa qablaka syai-un, wa Antal Aakhiru falaysa ba’daka syai-un..."* (Ya Allah, Engkau Yang Maha Awal tidak ada sesuatu sebelum-Mu, Engkau Yang Maha Akhir tidak ada sesuatu setelah-Mu). (HR. Muslim).
Baca juga: Surat Adz-Dzariyat Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, dan Keutamaan Membacanya
Memahami bahwa Allah adalah Al-Akhir seharusnya mengubah cara pandang seorang muslim terhadap dunia. Berikut bentuk implementasi nyata dalam keseharian:
Baca juga: Surat Ath-Thur Simpan Rahasia Besar di Balik Sumpah Allah
Mengamalkan zikir dengan nama Al-Akhir memiliki fadhilah yang besar bagi kesehatan mental dan spiritual. Berikut panduan dan manfaatnya:
| Metode Amalan | Manfaat/Khasiat |
|---|---|
| Membaca Ya Akhir 200 kali setelah salat fardu. | Diberikan kejernihan hati dan dimudahkan dalam menghadapi sakaratul maut. |
| Membaca doa Rasulullah (HR. Muslim) sebelum tidur. | Mendapatkan perlindungan dari kegelisahan dan utang yang melilit. |
Baca juga: Prediksi Lailatul Qadar dari Imam Al-Ghazali, Asy-Syadzili, dan Al-Bajuri
Al-Akhir menekankan pada urutan keberadaan Allah yang tetap ada setelah segalanya tiada, sedangkan Al-Baqi menekankan pada sifat kekekalan Allah yang tidak akan pernah mengalami kepunahan.
Cara terbaik adalah dengan selalu mengingat kematian (dzikrul maut) dan memastikan bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita kembali dan memohon pertolongan.
Sifat Al-Akhir mengajarkan kita tentang kerendahan hati. Di hadapan Zat yang Maha Akhir, segala kehebatan manusia akan sirna. Dengan menjadikan Allah sebagai tujuan akhir, seorang hamba tidak akan pernah merasa kecewa, karena ia bersandar pada Dzat yang tidak pernah mati. (I-2)
Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved