Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Surat Al-Mujadilah: Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, Keutamaan Membacanya

Wisnu Arto Subari
09/2/2026 17:51
Surat Al-Mujadilah: Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, Keutamaan Membacanya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT Al-Mujadilah merupakan surat ke-58 dalam juz 28 Al-Qur'an yang terdiri dari 22 ayat. Nama Al-Mujadilah sendiri berarti Perempuan yang Mengajukan Gugatan atau Perempuan yang Membantah.

Surat ini tergolong surat Madaniyah dan menyimpan pesan mendalam tentang keadilan sosial, etika dalam berkumpul, serta kemahatahuan Allah SWT atas segala rahasia hamba-Nya. Mau tahu lebih jauh? Simak tulisan di bawah ini.

Asbabun Nuzul: Kisah Khaulah binti Tsa'labah

Latar belakang turunnya surat ini sangat menyentuh hati. Bermula dari seorang wanita bernama Khaulah binti Tsa'labah yang mendatangi Rasulullah SAW untuk mengadukan perlakuan suaminya, Aus bin Shamit.

Suaminya melakukan zihar kepadanya, yaitu tradisi jahiliyah berupa suami menyamakan punggung istrinya dengan punggung ibunya. Ini secara otomatis bermakna perceraian permanen tanpa hak rujuk.

Khaulah merasa diperlakukan tidak adil karena ia lama mengabdi kepada suaminya dan memiliki anak-anak yang masih kecil. Ia berdialog (ber-mujadalah) dengan Rasulullah SAW dan terus berdoa kepada Allah SWT.

Tak lama kemudian, turunlah ayat pertama surat ini yang menegaskan bahwa Allah telah mendengar perkataan wanita tersebut. Peristiwa ini menjadi tonggak penghapusan tradisi zihar yang zalim dan digantikan dengan hukum kafarat.

Pesan Pokok dalam Surat Al-Mujadilah

  • Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui: Ayat pertama dan ketujuh mengingatkan bahwa Allah selalu hadir dalam setiap percakapan, baik terang-terangan maupun bisikan rahasia (najwa). Di era informasi pada 2026, pesan ini sangat relevan sebagai pengingat bahwa setiap narasi yang kita buat di ruang publik maupun privat tidak luput dari pengawasan Ilahi.
  • Adab dalam Majelis: Ayat ke-11 memberikan instruksi spesifik mengenai etika dalam pertemuan. Allah memerintahkan umat-Nya untuk memberikan kelapangan bagi orang lain dalam majelis. Sebagai imbalannya, Allah menjanjikan akan memberikan kelapangan bagi mereka dan mengangkat derajat orang-orang yang beriman serta berilmu pengetahuan.
  • Larangan Bisikan Jahat: Surat ini juga mengatur tentang pembicaraan rahasia. Muslim dilarang melakukan bisikan yang mengandung dosa, permusuhan, atau kedurhakaan kepada Rasul. Sebaliknya, setiap pembicaraan tertutup harus didasari oleh kebajikan dan takwa.

Keutamaan Membaca Surat Al-Mujadilah

Membaca dan merenungi isi Surat Al-Mujadilah memberikan manfaat spiritual dan praktis bagi seorang mukmin:

1. Menumbuhkan Sifat Muraqabah

Dengan memahami bahwa Allah mendengar setiap aduan, pembaca akan memiliki sifat muraqabah (merasa selalu diawasi), sehingga lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak di kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Sembilan Surat di Juz 28 Mulai Al-Mujadilah sampai At-Tahrim

2. Memperoleh Derajat yang Tinggi

Sebagaimana janji Allah dalam ayat ke-11, mereka yang mengamalkan ilmu dan menjaga adab dalam majelis akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus menuntut ilmu.

3. Perlindungan dari Gangguan

Beberapa ulama menyebutkan bahwa membacanya dengan istikamah dapat memberikan ketenangan hati dan perlindungan dari tipu daya orang-orang yang merencanakan kejahatan secara sembunyi-sembunyi.

Baca juga: Hafal Juz 30 dalam 30 Hari Gunakan Audio-Visual Mapping

Apa hukum Zihar setelah turunnya Surat Al-Mujadilah?

Setelah surat ini turun, zihar dianggap sebagai perbuatan yang mungkar dan dusta. Suami yang melakukan zihar tidak boleh menyentuh istrinya sebelum membayar kafarat, yaitu memerdekakan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.

Kandungan Utama Surat Al-Mujadilah

Poin Utama Keterangan
Kemahatahuan Allah Allah mendengar bisikan rahasia antara tiga orang atau lebih.
Etika Majelis Perintah berlapang-lapang dalam tempat duduk pertemuan.
Derajat Ilmu

Janji pengangkatan derajat bagi orang beriman dan berilmu.

Menghafal dan memahami Surat Al-Mujadilah membantu kita menjadi pribadi yang lebih beradab dalam bersosialisasi dan lebih bertakwa dalam menjaga lisan.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya