Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SURAT Al-Mujadilah merupakan surat ke-58 dalam juz 28 Al-Qur'an yang terdiri dari 22 ayat. Nama Al-Mujadilah sendiri berarti Perempuan yang Mengajukan Gugatan atau Perempuan yang Membantah.
Surat ini tergolong surat Madaniyah dan menyimpan pesan mendalam tentang keadilan sosial, etika dalam berkumpul, serta kemahatahuan Allah SWT atas segala rahasia hamba-Nya. Mau tahu lebih jauh? Simak tulisan di bawah ini.
Latar belakang turunnya surat ini sangat menyentuh hati. Bermula dari seorang wanita bernama Khaulah binti Tsa'labah yang mendatangi Rasulullah SAW untuk mengadukan perlakuan suaminya, Aus bin Shamit.
Suaminya melakukan zihar kepadanya, yaitu tradisi jahiliyah berupa suami menyamakan punggung istrinya dengan punggung ibunya. Ini secara otomatis bermakna perceraian permanen tanpa hak rujuk.
Khaulah merasa diperlakukan tidak adil karena ia lama mengabdi kepada suaminya dan memiliki anak-anak yang masih kecil. Ia berdialog (ber-mujadalah) dengan Rasulullah SAW dan terus berdoa kepada Allah SWT.
Tak lama kemudian, turunlah ayat pertama surat ini yang menegaskan bahwa Allah telah mendengar perkataan wanita tersebut. Peristiwa ini menjadi tonggak penghapusan tradisi zihar yang zalim dan digantikan dengan hukum kafarat.
Membaca dan merenungi isi Surat Al-Mujadilah memberikan manfaat spiritual dan praktis bagi seorang mukmin:
Dengan memahami bahwa Allah mendengar setiap aduan, pembaca akan memiliki sifat muraqabah (merasa selalu diawasi), sehingga lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Sembilan Surat di Juz 28 Mulai Al-Mujadilah sampai At-Tahrim
Sebagaimana janji Allah dalam ayat ke-11, mereka yang mengamalkan ilmu dan menjaga adab dalam majelis akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus menuntut ilmu.
Beberapa ulama menyebutkan bahwa membacanya dengan istikamah dapat memberikan ketenangan hati dan perlindungan dari tipu daya orang-orang yang merencanakan kejahatan secara sembunyi-sembunyi.
Surat ini diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keistimewaan jika dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya. Demikian dilansir dari abusyuja.com.
Pembacanya dimasukkan ke golongan orang-orang yang beruntung, menenangkan orang sakit, serta dapat menjadi wasilah untuk memelihara suatu benda (harta) agar aman.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Mujadilah), Allah akan mengampuninya termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang menulisnya dan mengalungkannya kepada orang yang sakit atau membacakannya, penyakit akan reda (sembuh, hilang). Dan jika dibacakan atas sesuatu (harta/benda) yang dipendam atau dijaga, ia akan aman sampai pemiliknya mengeluarkannya.” (Tafsirul Burhan, Juz 7, halaman 467)
Imam Ash-Shadiq telah berkata, "Barangsiapa yang membacanya ketika sakit, ia dapat meredakan sakit itu. Dan ketika membacanya secara istikamah, di malam dan siang hari, ia akan aman di setiap jalan (saat bepergian). Dan jika ia dibaca atas sesuatu yang disimpan, atau dipendam, akan sampai dikeluarkan dari tempat itu." (Tafsirul Burhan, Juz 7, halaman 467)
Adapun caranya yaitu dengan membaca Surat Al-Mujadalah ayat 21. Berikut bacaannya:
Allah telah menetapkan, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang." Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (QS. Al-Mujadilah: 21)
Baca juga: Hafal Juz 30 dalam 30 Hari Gunakan Audio-Visual Mapping
Setelah surat ini turun, zihar dianggap sebagai perbuatan yang mungkar dan dusta. Suami yang melakukan zihar tidak boleh menyentuh istrinya sebelum membayar kafarat, yaitu memerdekakan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.
| Poin Utama | Keterangan |
|---|---|
| Kemahatahuan Allah | Allah mendengar bisikan rahasia antara tiga orang atau lebih. |
| Etika Majelis | Perintah berlapang-lapang dalam tempat duduk pertemuan. |
| Derajat Ilmu |
Janji pengangkatan derajat bagi orang beriman dan berilmu. |
Menghafal dan memahami Surat Al-Mujadilah membantu kita menjadi pribadi yang lebih beradab dalam bersosialisasi dan lebih bertakwa dalam menjaga lisan.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Pelajari makna mendalam, asbabun nuzul, kandungan pokok, dan keutamaan luar biasa membaca Surat Ash-Shaffat untuk perlindungan diri dan penguat iman.
Pelajari makna mendalam Surat Shad, sejarah asbabun nuzul penolakan kaum Quraisy, pesan kesabaran, hingga keutamaannya untuk keberkahan rezeki.
Pelajari makna mendalam Surat Az-Zumar, asbabun nuzul ayat 53 tentang rahmat Allah, pesan utama tauhid, serta keutamaan membacanya sebelum tidur.
Temukan makna mendalam Surat Ghafir, sejarah asbabun nuzul, pesan utama tentang tauhid, hingga keutamaan membacanya sebagai pelindung dan pembuka pintu doa.
Pelajari makna mendalam Surat Fushshilat, kisah asbabun nuzul Utbah bin Rabi'ah, pesan tentang istikamah, serta keutamaan membacanya bagi umat Muslim.
Pelajari makna mendalam Surat Asy-Syura, mulai dari sejarah asbabun nuzul, pokok kandungan tentang tauhid, hingga keutamaan membacanya bagi umat Muslim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved