Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM memahami ketauhidan, mengenal nama-nama Allah atau Asmaul Husna adalah langkah fundamental. Salah satu nama yang mengandung keagungan luar biasa adalah Al Muta’aalii. Sebagai Asmaul Husna ke-78, nama ini mengajak setiap mukmin untuk menyadari betapa hinanya manusia di hadapan kemahatinggian kemulian Sang Pencipta.
Secara bahasa, nama ini berakar dari kata Al-Uluw yang berarti tinggi, luhur, atau mulia. Namun, Al-Muta’aalii bukan sekadar tinggi secara posisi atau kedudukan atau derajat kemuliaan, melainkan menggambarkan kesempurnaan Allah yang melampaui segala prasangka, kekurangan, dan keterbatasan makhluk-Nya.
Secara etimologi, Al-Muta’aalii berasal dari akar kata 'ala yang berarti tinggi. Dalam konteks ketuhanan, Al Muta’aalii berarti Dzat yang Maha Tinggi dalam kekuasaan-Nya, Maha Tinggi dalam kemuliaan-Nya, dan Maha Tinggi dalam Dzat-Nya. Allah berada jauh di atas segala sifat-sifat makhluk, tidak terikat ruang dan waktu, serta suci dari segala bentuk kekurangan.
"Dia (Allah) Yang Mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi (Al Muta’aalii)." (QS. Ar-Ra’d: 9)
Ayat ini menegaskan bahwa ketinggian Allah berbarengan dengan pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada satu butir debu pun yang luput dari pengawasan Sang Maha Tinggi.
Meskipun ketiganya merujuk pada sifat Tinggi, para ulama menjelaskan bahwa Al Muta’aalii memiliki penekanan pada kesucian Allah dari segala kekurangan yang dituduhkan oleh orang-orang kafir atau pikiran manusia yang terbatas. Ini bentuk hiperbola (mubalaghah) yang menunjukkan puncak dari segala ketinggian.
Nama Al Muta’aalii disebutkan dalam Al-Qur'an untuk menegaskan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang dapat menandingi atau bahkan mendekati keagungan Allah. Ketinggian Allah bersifat mutlak. Jika seorang raja di dunia memiliki batas kekuasaan, kekuasaan Al Muta’aalii tidak bertepi dan tidak akan pernah berakhir.
Baca juga: Surat Al-Ahqaf Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya
Mengamalkan zikir dengan menyebut nama Al Muta’aalii secara istikamah memiliki dampak psikologis dan spiritual yang mendalam. Berikut beberapa keutamaannya:
| Manfaat Zikir | Penjelasan Spiritual |
|---|---|
| Penghancur Kesombongan | Mengingatkan hamba bahwa segala kelebihan yang dimiliki hanyalah titipan kecil. |
| Ketenangan Jiwa | Memberikan rasa aman karena berlindung kepada Dzat yang paling berkuasa. |
| Kemudahan Urusan | Wasilah doa agar Allah mengangkat kesulitan hidup hamba-Nya. |
Baca juga: Makna Surat Muhammad Asbabun Nuzul, Pesan Utama, Keutamaan Membaca
Memahami Al Muta’aalii harus membuahkan perubahan perilaku (akhlak) dalam keseharian. Berikut adalah cara mengimplementasikannya:
Lawan dari kesombongan adalah tawadhu atau rendah hati. Seorang muslim yang menghayati Al Muta’aalii akan senantiasa bersikap santun kepada sesama, tidak meremehkan orang lain, dan menyadari bahwa setiap kelebihan adalah ujian.
Bagi mereka yang memiliki jabatan atau kekuasaan, memahami nama ini berarti menyadari bahwa ada 'Atasan' yang jauh lebih tinggi kekuasaaan dan kedudukannya. Hal ini mencegah seseorang bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan atau orang yang lebih lemah.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Kesadaran bahwa Allah adalah Sang Maha Tinggi memberikan keberanian mental. Kita tidak akan mudah tunduk pada tekanan yang bertentangan dengan syariat, karena kita tahu hanya Allah yang patut ditakuti dan ditaati perintah-Nya.
1. Apa arti Al Muta’aalii dalam Asmaul Husna? Artinya Sang Maha Tinggi yang melampaui segala kekurangan dan prasangka makhluk.
2. Apa perbedaan Al Muta’aalii dengan Al-Ali? Al Muta’aalii lebih menekankan pada kesucian Allah dari segala sifat buruk dan keterbatasan.
3. Bagaimana cara mengamalkan zikir Al Muta’aalii? Bisa dibaca Ya Muta’aalii secara rutin setelah shalat fardu dengan penuh penghayatan.
4. Apa manfaat membaca Ya Muta’aalii? Membantu menenangkan hati, menjauhkan dari sifat sombong, dan menguatkan tauhid.
Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan
Al Muta’aalii adalah pengingat abadi bagi manusia agar tidak terbuai oleh fatamorgana ketinggian duniawi. Dengan mengakui kemahatinggian Allah, kita justru akan mendapatkan kemuliaan yang sejati di sisi-Nya. Mari jadikan zikir Al Muta’aalii sebagai sarana untuk membersihkan hati dari kotoran sombong dan riya.
Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Pelajari makna mendalam Al-Waali (Yang Maha Memerintah), dalil Al-Qur'an, amalan zikir, serta perbedaan mendasarnya dengan Al-Waliy (Yang Maha Melindungi).
Pahami makna mendalam Al-Bathin (Maha Tersembunyi), dalilnya dalam Al-Quran, serta cara mengamalkan zikirnya untuk ketenangan batin dan kejujuran hati.
Pelajari makna mendalam Asmaul Husna Az-Zahir, dalil Al-Qur'an, keutamaan zikir, hingga cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pelajari makna mendalam Al-Akhir (Maha Akhir) dalam Asmaul Husna. Lengkap dengan dalil, manfaat zikir untuk ketenangan, dan cara mengamalkannya hari ini.
Pahami arti Al-Awwal dalam Asmaul Husna, dalil Al-Qur'an, khasiat zikir Ya Awwal 37 kali, serta cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved