Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ajaran Islam, mengenal Allah SWT melalui Asmaul Husna adalah fondasi keimanan yang utama. Salah satu nama yang mengandung keagungan luar biasa adalah Al-Muhyi.
Secara bahasa, Al-Muhyi berasal dari kata hayya yang berarti hidup. Sebagai salah satu nama baik Allah, Al-Muhyi berarti Yang Maha Menghidupkan.
Sifat ini menunjukkan bahwa Allah adalah satu-satunya sumber kehidupan bagi seluruh makhluk. Tidak ada satu pun entitas di alam semesta ini yang bisa memiliki kehidupan tanpa izin dan kehendak-Nya.
Al-Muhyi tidak hanya menghidupkan jasad yang mati secara biologis, tetapi juga menghidupkan hati yang gersang dengan cahaya hidayah. Mau tahu lebih lanjut? Simak penjelasan berikut.
Penyebutan sifat Allah yang Maha Menghidupkan tersebar di berbagai ayat Al-Qur'an. Hal ini menegaskan bahwa kekuasaan menghidupkan adalah mutlak milik-Nya. Salah satu dalil yang paling masyhur terdapat dalam Surah Ar-Rum ayat 50:
Fanzhur ilaa aatsaari rahmatillaahi kaifa yuhyil ardha ba‘da mautihaa, inna dzaalika lamuhyil mautaa, wa huwa ‘alaa kulli syai'in qadiir.
"Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Zat yang berbuat) demikian benar-benar dapat menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 28, Allah juga berfirman mengenai proses kehidupan manusia:
Kaifa takfuruuna billaahi wa kuntum amwaatan fa ahyaakum, tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilaihi turja‘uun.
"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
Mengimani Al-Muhyi memiliki dampak yang mendalam bagi psikologis dan spiritual seorang mukmin. Berikut beberapa keutamaannya:
Ketika seseorang merasa jalannya buntu atau usahanya seolah mati, mengingat Al-Muhyi akan memberikan kekuatan baru. Jika Allah mampu menghidupkan tanah yang kering kerontang menjadi subur, Allah juga mampu menghidupkan kembali harapan dan peluang yang tampak mustahil.
Baca juga: Asmaul Husna Al-Mubdi Allah Maha Memulai Segala Sesuatu dari Ketiadaan
Memahami Al-Muhyi secara otomatis memperkuat rukun iman kelima. Seseorang yang yakin bahwa Allah Maha Menghidupkan tidak akan ragu bahwa manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hati manusia bisa mati karena dosa dan kelalaian. Dengan mendekatkan diri kepada Al-Muhyi, seorang hamba memohon agar hatinya kembali hidup dengan zikir, ilmu, dan ketaatan.
Baca juga: Memahami Perbedaan Tafwidh dan Takwil dalam Menjelaskan Sifat Allah
Para ulama memberikan tuntunan mengenai bagaimana seorang Muslim dapat mengamalkan makna Al-Muhyi dalam kehidupan sehari-hari:
Baca juga: Penjelasan Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Alquran Lengkap dengan Contoh
Al-Khaliq berarti Maha Pencipta (menciptakan dari ketiadaan), sedangkan Al-Muhyi lebih spesifik pada pemberian nyawa atau energi kehidupan pada apa yang telah diciptakan.
Zikir ini bisa dibaca kapan saja. Namun sering disarankan dibaca setelah salat fardu atau saat sepertiga malam terakhir untuk memohon keberkahan hidup.
Baca juga: Surat Al-Mumtahanah Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya
| No | Jenis Amalan | Tujuan |
|---|---|---|
| 1 | Zikir Ya Muhyi 100x | Ketenangan jiwa dan kesehatan jasad |
| 2 | Tadabbur Alam | Melihat tanda kekuasaan Allah pada makhluk hidup |
| 3 | Menuntut Ilmu Agama | Menghidupkan hati yang lalai |
| 4 | Sedekah Jariyah | Menghidupkan pahala meski telah tiada |
Kesimpulannya, Al-Muhyi adalah pengingat bahwa kehidupan adalah anugerah yang sangat berharga. Dengan memahami makna Maha Menghidupkan, kita diajak untuk selalu optimistis dan terus berusaha menghidupkan nilai-nilai kebaikan di dunia.
Baca juga: Perbedaan Juz 28, 29, 30 Urutan, Nama Surat, Karakteristiknya
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved