Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Asmaul Husna Al-Mubdi: Allah Maha Memulai Segala Sesuatu dari Ketiadaan

Wisnu Arto Subari
10/2/2026 13:10
Asmaul Husna Al-Mubdi: Allah Maha Memulai Segala Sesuatu dari Ketiadaan
Tulisan arab Al-Mubdi.(Dok Istimewa)

PERNAHKAH Anda merasa ragu atau takut saat ingin memulai sesuatu yang baru? Dalam Islam, ketakutan tersebut dapat diatasi dengan merenungi salah satu nama agung Allah dalam Asmaul Husna, yaitu Al-Mubdi.

Di tahun 2026 yang penuh dengan perubahan cepat dan tuntutan inovasi, memahami sifat Allah Sang Maha Memulai menjadi sangat relevan untuk membangun mentalitas yang tangguh dan kreatif.

Apa Arti Al-Mubdi?

Secara bahasa, Al-Mubdi (المبدئ) berasal dari akar kata bada’a yang berarti memulai, mengawali, atau memunculkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Sebagai Asmaul Husna, Al-Mubdi bermakna bahwa Allah SWT adalah Dzat yang memulai segala penciptaan di alam semesta ini secara orisinal, tanpa ada contoh atau model sebelumnya (creatio ex nihilo).

Berbeda dengan manusia yang menciptakan sesuatu berdasarkan referensi yang sudah ada, Allah memulai segala sesuatu murni dari kehendak-Nya yang mutlak. Sifat ini menunjukkan kemahakuasaan Allah sebagai inisiator tunggal atas seluruh keberadaan.

Dalil Al-Mubdi dalam Al-Quran

Keberadaan sifat Al-Mubdi ditegaskan dalam beberapa ayat Al-Quran. Meskipun kata Al-Mubdi sebagai nama (ism fa'il) tidak muncul secara eksplisit dalam daftar 99 nama di satu ayat, bentuk kata kerjanya (fi'il) banyak ditemukan, di antaranya:

1. Surah Al-Buruj Ayat 13

"Sesungguhnya Dialah yang memulai (penciptaan makhluk) dan yang menghidupkannya kembali."

2. Surah Al-Ankabut Ayat 19

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali)? Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah."

3. Surah Ar-Rum Ayat 27

"Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya."

Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya

Apa Perbedaan Al-Mubdi dan Al-Khaliq?

Banyak yang bertanya mengenai perbedaan antara Al-Mubdi dan Al-Khaliq (Maha Pencipta). Berikut penjelasannya:

  • Al-Mubdi: Menitikberatkan pada aspek awal atau permulaan dari ketiadaan total tanpa contoh sebelumnya.
  • Al-Khaliq: Menitikberatkan pada aspek penciptaan yang melibatkan pengukuran, penentuan kadar, dan pemberian bentuk.
  • Al-Mu'id: Sering disandingkan dengan Al-Mubdi, yang berarti Dzat yang mengembalikan atau menghidupkan kembali apa yang telah hancur.

Baca juga: Ini 99 Asmaul Husna sebagai Wirid dan Doa serta Lantunannya

Implementasi Al-Mubdi dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengimani Al-Mubdi bukan sekadar menghafal katanya, melainkan meneladani spiritnya dalam aktivitas sehari-hari:

1. Keberanian untuk Memulai (The Power of Beginning)

Sifat Al-Mubdi mengajarkan kita untuk tidak takut memulai hal baik, baik itu memulai bisnis, memulai studi baru, maupun memulai pertobatan. Keyakinan bahwa Allah adalah Sang Maha Memulai memberikan energi spiritual bahwa setiap langkah awal yang diniatkan karena-Nya akan mendapatkan bimbingan.

Baca juga: 20 Sifat Mustahil bagi Allah, Arti dan Penjelasannya

2. Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

Sebagai hamba dari Sang Inisiator, manusia didorong untuk menjadi kreatif. Dalam konteks profesional, meneladani Al-Mubdi berarti berani melahirkan ide-ide segar dan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa harus selalu mengekor pada pola lama.

3. Mengatasi Penundaan (Procrastination)

Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak pernah memulai. Berdzikir dengan nama Ya Mubdi dapat menjadi terapi spiritual untuk menguatkan tekad dalam mengeksekusi rencana-rencana besar yang selama ini tertunda.

Baca juga: Mengenal 20 Sifat Wajib Allah serta Arti, Dalil, dan Lagunya

4. Menghargai Orisinalitas

Menyadari bahwa Allah menciptakan segala sesuatu secara orisinal membuat kita lebih menghargai kejujuran intelektual dan menjauhi plagiarisme. Kita diajak untuk menggali potensi unik yang Allah titipkan pada diri masing-masing.

Aspek Penerapan Praktis
Ibadah Segera memulai amal shaleh tanpa menunggu waktu luang.
Karier Berani mengambil inisiatif proyek baru yang bermanfaat.
Mental Menghilangkan rasa takut gagal pada langkah pertama.

Kesimpulan

Al-Mubdi adalah pengingat bahwa segala keajaiban di semesta ini berawal dari satu titik permulaan yang diciptakan Allah. Dengan memahami sifat ini, kita tidak hanya mengenal Allah lebih dekat, tetapi juga memperoleh kekuatan mental untuk menjadi pribadi yang proaktif, inovatif, dan berani melangkah di garis start kehidupan.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

FAQ Mengenai Asmaul Husna Al-Mubdi

  1. Apa arti singkat dari Al-Mubdi? Artinya Allah Maha Memulai segala sesuatu dari ketiadaan.
  2. Apa perbedaan utama Al-Mubdi dan Al-Mu'id? Al-Mubdi adalah yang memulai penciptaan, sedangkan Al-Mu'id adalah yang mengulanginya (membangkitkan kembali setelah mati).
  3. Bagaimana cara mengamalkan Al-Mubdi dalam dzikir? Bisa dibaca Ya Mubdi secara istiqomah, terutama saat akan memulai suatu urusan penting.
  4. Apakah ada manfaat khusus dzikir Al-Mubdi untuk ibu hamil? Dalam tradisi ulama, dzikir ini sering dibaca untuk memohon perlindungan bagi janin agar tetap kuat dalam kandungan.
  5. Mengapa Al-Mubdi penting bagi seorang inovator? Karena memberikan landasan spiritual bahwa inovasi adalah bentuk syukur atas nikmat akal dari Sang Maha Inisiator.

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya