Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam di Indonesia. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah semakin rentan menghadapi bencana, terutama ketika cuaca ekstrem melanda.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, meningkatnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam.
“Beberapa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sudah sangat rentan menghadapi bencana, karena alih fungsi lahan serta menurunnya daya dukung dan daya tahan lingkungan,” ujar Suharyanto dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, banyak bencana yang terjadi saat ini bersifat berulang di wilayah yang sama. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa persoalan tata ruang dan pengelolaan lingkungan belum tertangani secara optimal.
“Kadang-kadang bencana ini bukan sesuatu yang baru, tetapi kejadian yang berulang, kadang-kadang berulangnya di satu daerah yang sama,” kata Suharyanto.
BNPB mencatat, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Dalam beberapa tahun terakhir, jenis bencana ini kerap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan permukiman dalam skala besar, terutama di wilayah yang daya dukung lingkungannya terus menurun.
Menurut Suharyanto, cuaca ekstrem memang menjadi pemicu, namun kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan membuat dampak bencana menjadi lebih berat. Hilangnya kawasan resapan air, berkurangnya tutupan vegetasi, serta berkembangnya permukiman di wilayah rawan memperbesar risiko bencana bagi masyarakat.
BNPB menilai, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan kapasitas tanggap darurat, tetapi juga memastikan pembangunan tidak mengabaikan aspek lingkungan.
"Kerentanan wilayah yang terus meningkat dikhawatirkan akan membuat bencana serupa terus berulang dengan dampak yang semakin besar," pungkas dia.
Karenanya, ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk menjaga daya dukung dan daya tahan lingkungan agar risiko bencana dapat ditekan. (H-3)
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diketahui melakukan alih fungsi lahan baku sawah (LBS) mencapai 500 hektare setiap tahunnya dan mengubahnya menjadi kawasan hunian.
Perpres No 4/2026 berpotensi mengubah paradigma penilaian aset tanah yang selama ini banyak digunakan sebagai agunan kredit.
BADAN Geologi mengungkapkan bahwa bencana tanah longsor Bandung Barat tepatnya di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten bukan semata-mata akibat alih fungsi lahan.
ESKALASI bencana berupa banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) tidak dapat disederhanakan sebagai fenomena cuaca biasa.
Banjir kali ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya karena pembukaan lahan hutan semakin masif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved