Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Alih Fungsi Lahan Perparah Dampak Bencana di Berbagai Wilayah Indonesia

Atalya Puspa    
03/2/2026 18:37
Alih Fungsi Lahan Perparah Dampak Bencana di Berbagai Wilayah Indonesia
Kepala BNPB Suharyanto.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam di Indonesia. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah semakin rentan menghadapi bencana, terutama ketika cuaca ekstrem melanda.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, meningkatnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam. 

“Beberapa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sudah sangat rentan menghadapi bencana, karena alih fungsi lahan serta menurunnya daya dukung dan daya tahan lingkungan,” ujar Suharyanto dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (3/2). 

Ia menjelaskan, banyak bencana yang terjadi saat ini bersifat berulang di wilayah yang sama. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa persoalan tata ruang dan pengelolaan lingkungan belum tertangani secara optimal. 

“Kadang-kadang bencana ini bukan sesuatu yang baru, tetapi kejadian yang berulang, kadang-kadang berulangnya di satu daerah yang sama,” kata Suharyanto.

BNPB mencatat, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Dalam beberapa tahun terakhir, jenis bencana ini kerap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan permukiman dalam skala besar, terutama di wilayah yang daya dukung lingkungannya terus menurun.

Menurut Suharyanto, cuaca ekstrem memang menjadi pemicu, namun kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan membuat dampak bencana menjadi lebih berat. Hilangnya kawasan resapan air, berkurangnya tutupan vegetasi, serta berkembangnya permukiman di wilayah rawan memperbesar risiko bencana bagi masyarakat.

BNPB menilai, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan kapasitas tanggap darurat, tetapi juga memastikan pembangunan tidak mengabaikan aspek lingkungan. 

"Kerentanan wilayah yang terus meningkat dikhawatirkan akan membuat bencana serupa terus berulang dengan dampak yang semakin besar," pungkas dia. 

Karenanya, ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk menjaga daya dukung dan daya tahan lingkungan agar risiko bencana dapat ditekan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya