Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Geologi mengungkapkan bahwa bencana tanah longsor Bandung Barat tepatnya di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten bukan semata-mata akibat alih fungsi lahan. Namun dipicu beberapa faktor alam.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Edy Slameto menyatakan belum memastikan apakah alih fungsi lahan sebagai penyebab longsor Bandung Barat, tanpa kajian mendalam. Sebab, bencana alam tidak pernah disebabkan oleh satu faktor tunggal.
"Kalau ada pihak yang menyebut alih fungsi lahan sebagai salah satu faktor, itu mungkin saja. Tapi perlu kajian lebih lanjut. Yang jelas, tidak ada bencana yang terjadi hanya karena faktor tunggal atau satu penyebab," kata Edy di posko pengungsian Desa Psirlangu, Kamis (29/1/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi geologi Gunung Burangrang yang longsor didominasi batuan vulkanik yang tingkat pelapukannya sangat tinggi sehingga mudah mengalami pergerakan tanah saat longsor Bandung Barat.
"Secara geologi, wilayah ini didominasi batuan vulkanik yang sudah mengalami pelapukan intensif. Material hasil lapukan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya longsor, bukan batuan utamanya," ungkap Edy.
Selain faktor geologi, Edy menjelaskan, kemiringan lereng yang curam turut memperbesar potensi longsor Bandung Barat. Longsor telah mengubah morfologi lereng sehingga membutuhkan pemetaan ulang untuk mengetahui kondisi terbaru dan potensi bahaya susulan.
"Kondisi lerengnya sangat curam. Setelah terjadi longsor, morfologi pasti berubah. Ini perlu waktu untuk dipetakan ulang agar diketahui posisi lereng dan sebaran endapan vulkaniknya," jelas Edy.
Ditambah lagi adalah curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus di lokasi. Menurut dia, hujan merupakan parameter dinamis yang tidak dapat dikendalikan, namun sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng di kawasan yang menjadi lokasi longsor Bandung Barat tersebut.
"Tiga parameter ini, geologi, kemiringan lereng, dan curah hujan, tidak berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan memperbesar risiko longsor," bebernya.
Berdasarkan pemetaan awal, longsor Bandung Barat memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dengan lebar mengikuti alur sungai. Volume material longsoran diduga mencapai 500.000 hingga 1 juta meter kubik.
"Longsor Bandung Barat ini mengikuti pola aliran sungai karena di bagian bawah terdapat sungai. Material bergerak mengikuti jalur tersebut," lanjut Edy.
Tim Badan Geologi akan berada di lokasi mengumpulkan data dan memperbarui informasi. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar rekomendasi teknis, termasuk penentuan relokasi dan langkah mitigasi agar longsor Bandung Barat tak terulang. (H-4)
ESKALASI bencana berupa banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) tidak dapat disederhanakan sebagai fenomena cuaca biasa.
Banjir kali ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya karena pembukaan lahan hutan semakin masif.
Larangan tersebut dikeluarkan dengan tegas setelah melalui hasil kajian bahwa di Bali alih fungsi lahan pertanian semakin terstruktur, sistematis dan masif.
KOMISI XII DPR mendorong Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah lebih berani dalam merespons rangkaian bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
BENCANA yang kini tengah melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sangat mungkin terjadi di wilayah Jawa Barat, bahkan bisa lebih parah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved