Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA saat ini tengah menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang telah mempengaruhi siklus bencana alam di dalam negeri. Untuk itu, seluruh pihak tentu harus bersiaga dan melakukan mitigasi risiko terhadap potensi bencana yang akan terjadi.
Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI, Arimbi Heroepoetri mengatakan bahwa beberapa kejadian bencana yang terjadi akhir-akhir ini adalah air laut yang semakin lama semakin menghangat, berbagai macam badai terjadi dan lain sebagainya.
“Lalu walaupun kita punya berbagai macam lembaga yang harus siaga terkait bencana, hal yang perlu diantisipasi adalah pemerintah daerah harus juga bisa antisipasi. Maka dari itu, seluruh pihak juga harus siap dalam rangka mitigasi bencana,” ungkapnya dalam Forum Diskusi Denpasar 12 bertajuk Cuaca Ekstrem dan Ancamannya Bagi Indonesia, Rabu, (20/3).
Baca juga : Segera Antisipasi Dampak Perubahan Iklim Cegah Bencana Alam Meluas
Lebih lanjut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi, BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa Indonesia memang berada di kawasan yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman iklim, di mana kejadian bencana di Indonesia mayoritas disebabkan oleh bencana hidrometeorologi atau mencapai 98%.
“Dari data BNPB bencana Indonesia pada 2023 mencapai 3.372 kejadian dan frekuensi mayoritas bencananya terkait dengan hidrometeorologi di antaranya cuaca ekstrim, banjir, karhutla, tanah longsor, kekeringan, gelombang pasang dan seterusnya,” kata Raditya.
Untuk itu, menurutnya sistem informasi menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami. Pasalnya untuk memahami risiko bencana harus berdasarkan pada data dan informasi yang akhirnya dapat dianalisis.
Baca juga : Indonesia Perlu Bentuk Komite Cuaca Ekstrem
“Jadi terkait dengan perubahan iklim ini kita semua harus memikirkan bagaimana untuk memitigasikannya. Harus dipikirkan pencegahannya maupun mitigasinya untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim itu sendiri. Itu harusnya berkelanjutan artinya di situ masalah perubahan iklim dan bencana menjadi satu kesatuan yang memang harus kita antisipasi,” tuturnya.
Maka dari itu, Raditya menekankan perlu ada upaya melakukan perencanaan secara nasional dan daerah terkait upaya mengurangi risiko perubahan iklim dan bencana.
“Jadi harus ada upaya untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim termasuk penguatan kapasitas daerah. Sosialisasi kepada masyarakat, edukasi dan literasi menjadi penting bagaimana masyarakat menyikapi terhadap perubahan iklim dan apa yang dapat dilakukan. Jadi perlu kolaborasi dari semua pihak untuk menanganinya,” tegas Raditya.
Baca juga : 3.028 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2023
Di tempat yang sama, Kepala Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, BMKG, Agie Wandala Putra menambahkan bahwa beberapa hari terakhir ini memang kondisi cuaca sudah mulai membaik, di mana pada pekan lalu curah hujan tinggi bahkan ekstrim hampir merata baik itu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan beberapa wilayah Indonesia lainnya mulai membaik.
“Ini menunjukkan bahwa dinamika kondisi tropis di tanah air menjadi sesuatu hal yang sangat perlu kita perhatikan,” kata Agie.
Menurutnya saat ini prakiraan cuaca juga sudah berbeda dengan dahulu kala, saat musim penghujan diawali dengan bulan yang memiliki akhiran kata ber. Kondisi saat ini justru terjadi sebaliknya.
Baca juga : 3.092 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2021
“Secara sederhana bisa kita klasifikasikan pada Desember-Februari itu kita menghadapi ancaman yang tidak jauh dari kejadian hujan lebat. Ini diduplikasi karakteristiknya dengan proses peralihan pada Maret-Mei dan September-November. Namun di sisi lain juga kita perlu perhatikan kita mengalami ancaman bencana hidrometeorologi kering yang muncul di periode Juni-Agustus,” ujarnya.
Agie mengatakan perlu dipahami bahwa tidak semua daerah memiliki karakteristik yang sama. Maka dari itu, sangat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat di setiap wilayah memahami bagaimana karakteristik kondisi cuaca di wilayahnya masing-masing.
“Satu hal yang perlu kita jaga bersama adalah bagaimana karakteristik kondisi lingkungan kita. Kita dapat pastikan kondisi sungai atau gorong-gorong masih terhambat dan sebagainya. Kita juga harus mengetahui bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi bencana dan berdampak ke masyarakat. Juga harus selalu menjaga kondisi dan persiapan tubuh kita karena kondisi cuaca juga berdampak pada aspek kesehatan. Terakhir, selalu memantau informasi resmi BMKG sehingga dapat mengetahui perkembangan cuaca,” pungkas Agie. (Des/Z-7)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved