Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Benarkah Isra Mikraj Terjadi pada 27 Rajab? Fakta yang Jarang Diketahui

Wisnu Arto Subari
15/1/2026 09:10
Benarkah Isra Mikraj Terjadi pada 27 Rajab? Fakta yang Jarang Diketahui
Ilustrasi.(Freepik)

ISRA Mikraj adalah perjalanan spiritual yang melampaui nalar manusia. Saat itu Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam.

Peristiwa tersebut menjadi titik krusial karena di sinilah perintah salat lima waktu pertama kali diturunkan. Di tengah kemegahan maknanya, muncul pertanyaan historis: benarkah peristiwa besar ini terjadi pada 27 Rajab?

Kapan Sebenarnya Isra Mikraj Terjadi?

Para ulama dan ahli sejarah Islam (muarikhin) sepakat bahwa Isra Mikraj terjadi sebelum hijrah ke Madinah. Namun, mengenai tahun dan bulannya, terdapat setidaknya enam hingga 10 pendapat yang berbeda.

Ketidakpastian ini terjadi karena pada masa awal Islam, pencatatan tanggal sebuah peristiwa belum menjadi prioritas utama dibandingkan dengan esensi ajaran dari peristiwa itu sendiri.

1. Pendapat 27 Rajab

Ini adalah pendapat yang paling populer dan dipegang oleh mayoritas umat Muslim di Indonesia, Turki, dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Pendapat ini merujuk pada keterangan dari ulama seperti Al-Qasim bin Muhammad. Meskipun banyak diikuti, pakar hadis seperti Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa pendapat ini belum mencapai derajat kepastian mutlak (qath'i).

2. Pendapat di Bulan Rabiul Awal

Beberapa ulama berpendapat bahwa Isra Mikraj terjadi pada bulan Rabiul Awal. Imam An-Nawawi sendiri dalam kitabnya, Al-Minhaj, menyebutkan bahwa Isra Mikraj terjadi pada tanggal 27 Rabiul Awal. Ada juga yang menyebut tanggal 12 atau 17 Rabiul Awal, setahun sebelum hijrah.

3. Pendapat di Bulan Ramadan

Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah mengutip pendapat yang menyatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadan, tepatnya 16 bulan sebelum hijrah. Alasan logis di balik pendapat ini adalah keterkaitannya dengan turunnya Al-Qur'an dan kemuliaan bulan puasa.

4. Pendapat di Bulan Syawal atau Zulhijjah

Pendapat lain yang lebih jarang didengar adalah bulan Syawal atau Zulhijjah. Pendapat ini biasanya dikaitkan dengan masa-masa sulit Nabi Muhammad SAW setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib (Amul Huzni), di mana Isra Mikraj hadir sebagai penghibur bagi Rasulullah.

Mengapa Para Ulama Berbeda Pendapat?

Perbedaan ini muncul karena beberapa faktor teknis dalam historiografi Islam klasik:

  • Belum Ada Kalender Hijriah: Pada saat Isra Mikraj terjadi, sistem penanggalan Hijriah yang kita kenal sekarang belum dibakukan. Kalender ini baru resmi digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
  • Fokus pada Esensi: Sahabat Nabi lebih fokus pada perintah salat dan pengalaman spiritual Nabi daripada mencatat tanggal presisi kejadian.
  • Metode Transmisi: Informasi mengenai waktu kejadian disampaikan secara lisan (mafhum) sehingga memunculkan variasi interpretasi di masa tabiin dan setelahnya.

Baca juga: Keutamaan Bulan Rajab Dalil Shahih, Hukum Puasa, dan Peristiwa Isra Miraj

Mengapa 27 Rajab Begitu Populer di Indonesia?

Meskipun terdapat khilafiyah (perbedaan pendapat), tanggal 27 Rajab telah menjadi konsensus sosial dan administratif di banyak negara Muslim. Ulama Nusantara terdahulu memilih satu tanggal yang paling kuat secara tradisi untuk mempermudah umat dalam memperingati dan mengambil ibrah (pelajaran) secara serentak. Secara sosiologis, keseragaman ini memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Banyak media hanya menyajikan daftar tanggal. Namun, yang sering terlewatkan adalah analisis dari kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri.

Baca juga: Kronologi Isra Mikraj Nabi Muhammad dari Baitullah sampai Sidratul Muntaha

Beliau melakukan gap analysis terhadap sejarah dan menyimpulkan bahwa meskipun 27 Rajab populer, secara ilmiah-historis, tanggal tersebut sulit dibuktikan kebenarannya secara mutlak karena bertabrakan dengan beberapa riwayat hadis sahih lainnya tentang waktu kewajiban salat.

Kesimpulan yang bisa diambil yaitu waktu pastinya dirahasiakan Allah agar umat Muslim senantiasa memuliakan setiap bulan, bukan hanya satu malam tertentu.

Baca juga: Isra Mikraj Berawal dari Bumi dan Langit yang Membanggakan Diri

Pertanyaan terkait Perbedaan Pendapat Isra Mikraj

Apakah sah memperingati Isra Mikraj di tanggal 27 Rajab?

Sangat sah. Peringatan ini adalah bentuk syiar agama untuk mengenang mukjizat Nabi dan perintah salat. Perbedaan tanggal tidak membatalkan nilai ibadah dan edukasi di dalamnya.

Apa kitab referensi paling kuat untuk sejarah ini?

Anda bisa merujuk pada Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dan Ar-Rahiq Al-Makhtum.

Baca juga: Kisah Isra Mikraj dalam Hadis Sahih Riwayat Bukhari

Kapan sebenarnya perintah salat lima waktu turun?

Perintah tersebut turun saat peristiwa Mikraj (Nabi naik ke Sidratul Muntaha), terlepas dari perdebatan tanggal bulannya.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik