Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Benarkah Nabi Khidir Penasihat Perang Zulkarnain? Ini Faktanya

Wisnu Arto Subari
14/1/2026 10:00
Benarkah Nabi Khidir Penasihat Perang Zulkarnain? Ini Faktanya
Ilustrasi.(Freepik)

SELAMA ini, narasi mengenai Nabi Khidir AS selalu identik dengan pertemuannya bersama Nabi Musa AS di Majma'ul Bahrain. Namun, dalam khazanah literatur sejarah Islam (Tarikh), sosok Khidir ternyata memiliki peran yang jauh lebih luas. Salah satu fragmen paling memikat adalah keterlibatan beliau sebagai penasihat spiritual sekaligus panglima perang bagi penguasa besar dunia, Raja Zulkarnain.

Banyak ulama terkemuka, termasuk Ibnu Katsir dalam kitab monumentalnya Al-Bidayah wan Nihayah, mencatat bahwa Nabi Khidir bukan sekadar hamba saleh yang misterius, melainkan sosok intelektual di balik strategi ekspedisi global Zulkarnain. Hubungan ini menjadi bukti nyata bagaimana kekuatan militer yang dahsyat jika dipadukan dengan kearifan spiritual dapat menciptakan tatanan dunia yang adil.

Peran Strategis Nabi Khidir dalam Pasukan Zulkarnain

Dalam catatan sejarah, Nabi Khidir disebut menjabat sebagai menteri atau penasihat utama Zulkarnain. Beliau tidak hanya memberikan nasihat terkait urusan agama, tetapi juga menjadi pemandu dalam penjelajahan wilayah-wilayah yang belum terjamah oleh peradaban saat itu. Khidir digambarkan sebagai sosok yang memahami rahasia alam, sebuah anugerah yang sangat dibutuhkan oleh Zulkarnain dalam misinya menyebarkan tauhid ke seluruh penjuru bumi.

Posisi Khidir sebagai Panglima Barisan Depan (Muqaddimah al-Jaisy) menunjukkan bahwa beliau memiliki otoritas dalam mengarahkan pasukan. Hal ini mempertegas bahwa ilmu ladunni yang dimiliki Nabi Khidir juga mencakup aspek-aspek taktikal yang sangat relevan dengan kepemimpinan negara.

Misi Rahasia Mencari Ma'ul Hayat (Air Kehidupan)

Salah satu alasan utama mengapa Khidir selalu mendampingi Zulkarnain adalah misi pencarian Ma'ul Hayat atau Air Kehidupan. Berdasarkan riwayat yang dinukil dari para ahli sejarah, Zulkarnain mendapatkan informasi tentang adanya sebuah mata air di wilayah kegelapan (Zulumat) yang dapat memperpanjang usia hingga hari kiamat.

Dalam perjalanan yang menantang maut tersebut, Nabi Khidir-lah yang berhasil menemukan mata air tersebut atas izin Allah SWT. Sementara itu, Zulkarnain, meskipun seorang raja besar, tidak ditakdirkan untuk menemukannya. Peristiwa ini mengandung pelajaran mendalam bahwa karunia Allah bersifat spesifik; kekuasaan duniawi tidak menjamin seseorang mendapatkan segalanya, termasuk keabadian.

Membedah Identitas: Zulkarnain vs. Alexander the Great

Sering terjadi kerancuan di tengah masyarakat yang menyamakan Raja Zulkarnain dengan Alexander the Great (Iskandar Agung) dari Makedonia. Padahal, secara teologis dan historis, keduanya adalah sosok yang berbeda. Berikut adalah tabel perbandingan untuk memperjelas perbedaan tersebut:

Aspek Perbedaan Raja Zulkarnain (Al-Qur'an) Alexander the Great (Makedonia)
Keyakinan Monoteis (Bertauhid kepada Allah SWT). Politeis (Penyembah dewa-dewi Yunani).
Guru/Penasihat Nabi Khidir AS (Bimbingan Wahyu). Aristoteles (Filsafat Rasional).
Era Kehidupan Sezaman dengan Nabi Ibrahim AS. Hidup sekitar 300-an SM.
Tujuan Penaklukan Menegakkan keadilan dan tauhid. Perluasan imperium dan kejayaan pribadi.

People Also Ask: Mengapa Kisah Ini Jarang Dibahas?

Kisah hubungan Nabi Khidir dan Zulkarnain lebih banyak ditemukan dalam literatur Tarikh (Sejarah) dan kitab-kitab tafsir sebagai penjelasan tambahan (Israiliyyat yang diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan akidah). Karena Al-Qur'an lebih fokus pada nilai moral perjalanannya, detail mengenai jabatan militer Nabi Khidir sering kali terlewatkan dalam kajian-kajian populer.

Baca juga: Mandi Wajib tidak Boleh Pakai Sabun dan Sampo Ini Penjelasannya

Hikmah Kepemimpinan Kolaboratif

Hubungan unik ini memberikan pelajaran bagi pemimpin modern. Seorang pemimpin besar (Zulkarnain) tetap membutuhkan sosok penasihat yang memiliki kedekatan spiritual dengan Tuhan (Khidir). Tanpa bimbingan spiritual, kekuasaan cenderung menjadi tirani. Sebaliknya, dengan bimbingan "ilmu ladunni", kekuasaan dapat menjadi sarana untuk melindungi kaum yang lemah, seperti saat Zulkarnain membangun tembok besi untuk menghalangi Ya'juj dan Ma'juj.

Kesimpulan

Nabi Khidir bukan hanya sosok yang muncul dalam mimpi atau pertemuan sunyi, beliau adalah aktor sejarah yang berperan aktif dalam membentuk peradaban melalui Raja Zulkarnain. Kisah mereka mengingatkan kita bahwa di balik setiap kejayaan besar di dunia, selalu ada bimbingan spiritual yang menjaganya tetap berada di jalan yang benar.

Baca juga: Asal Usul Imam Mahdi Nasab, Ciri Fisik, dan Kronologi Kemunculannya

10 FAQ Hubungan Khidir dan Zulkarnain

  1. Siapa nama asli Nabi Khidir? Menurut mayoritas ulama, nama aslinya adalah Balya bin Malkan.
  2. Apakah benar Nabi Khidir memimpin pasukan Zulkarnain? Ya, beberapa riwayat menyebut beliau sebagai Panglima Barisan Depan.
  3. Apa itu Ma'ul Hayat? Air kehidupan yang atas izin Allah dapat memperpanjang usia hamba-Nya.
  4. Kenapa Zulkarnain tidak menemukan Ma'ul Hayat? Karena petunjuk jalan ke mata air tersebut hanya diberikan Allah kepada Nabi Khidir.
  5. Di mana Zulkarnain bertemu Nabi Khidir? Mereka bertemu di masa kekuasaan Zulkarnain dan melakukan perjalanan bersama ke arah Timur dan Barat.
  6. Apakah Khidir masih hidup sampai sekarang? Ada perbedaan pendapat, namun jumhur ulama meyakini beliau masih hidup untuk tugas-tugas tertentu.
  7. Apakah Zulkarnain seorang Nabi? Ulama berbeda pendapat, namun mayoritas menyebutnya sebagai Raja yang sangat saleh (Wali Allah).
  8. Apa hubungan Zulkarnain dengan Nabi Ibrahim? Beberapa riwayat menyebutkan Zulkarnain pernah bertawaf bersama Nabi Ibrahim AS.
  9. Apa kitab referensi utama kisah ini? Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir.
  10. Apa pelajaran bagi pemimpin hari ini? Pentingnya memiliki penasihat yang jujur dan religius.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
  • Pemberantasan Judol tak Boleh Demi Pencitraan

    22/12/2024 16:15

    Zulkarnain meyakini bila komitmen pemberantasan judol terus digalakkan lama-kelamaan akan menekan angka pemain judol dengan sendirinya.

  • Buat Jera Penggila Judol

    22/12/2024 15:30

    Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), pemain judi online itu yang ada transaksinya sebanyak 8,8 juta orang, dan 100-200 ribu anak-anak.