Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini kita tengah berada di dalam kemuliaan Bulan Rajab 1447 H. Sebagai salah satu dari empat Bulan Haram (bulan yang disucikan), Rajab memegang peranan istimewa sebagai pembuka musim kebaikan sebelum umat Islam memasuki Sya'ban dan puncaknya pada Ramadan.
Mengingat kita sedang mendekati penghujung bulan ini, penting untuk meluruskan pemahaman mengenai amalan-amalan yang valid serta mempersiapkan diri menyambut peringatan Isra Mi'raj yang jatuh pada pertengahan Januari 2026 ini. Artikel ini akan mengupas tuntas fakta hukum puasa Rajab dan amalan shahih berdasarkan pandangan ulama.
Keutamaan paling mendasar dari bulan Rajab adalah statusnya sebagai Ashurul Hurum. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu..."
Rasulullah SAW mempertegas dalam hadits shahih bahwa empat bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar (yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya'ban).
Baca juga: Menggabungkan Puasa Rajab dan Puasa Qadha, Apa Hukumnya
Sering beredar pesan berantai (broadcast) mengenai pahala fantastis puasa di tanggal tertentu bulan Rajab. Berikut adalah fakta hukum berdasarkan penelitian ahli hadits seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani:
Ibnu Hajar dalam kitab Tabyinul 'Ajab menegaskan bahwa tidak ada hadits shahih yang secara spesifik menjanjikan pahala tertentu untuk puasa khusus di bulan Rajab (misal: "Puasa hari pertama menghapus dosa 3 tahun"). Hadits-hadits semacam itu statusnya dhaif (lemah) atau maudhu (palsu).
Meskipun tidak ada dalil khusus, berpuasa di bulan Rajab tetap disunnahkan karena ia bagian dari Bulan Haram. Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak puasa di bulan-bulan haram secara umum.
Kesimpulan: Silakan berpuasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh di bulan Rajab dengan niat puasa sunnah bulan haram. Namun jangan meyakini fadhilah palsu yang tidak diajarkan Nabi.
Baca juga: Puasa Rajab Berdasarkan Hadis-Hadis Palsu, Benarkah
Peristiwa agung Isra Mi'raj yang merupakan tonggak perintah shalat 5 waktu, masyhur diperingati pada tanggal 27 Rajab.
Berdasarkan Kalender Hijriah Kemenag RI, 27 Rajab 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026. Momentum libur nasional ini sebaiknya digunakan untuk:
Baca juga: Keutamaan Bulan Rajab Dalil Shahih, Hukum Puasa, dan Peristiwa Isra Miraj
Salah satu ritual yang sering muncul di bulan Rajab adalah Shalat Raghaib (dilakukan di Jumat pertama Rajab). Penting diketahui bahwa Imam An-Nawawi (ulama besar Mazhab Syafi'i) dalam Syarah Shahih Muslim menyebut shalat ini sebagai bid'ah yang mungkar.
Beliau menegaskan bahwa hadits yang menjadi landasan shalat ini adalah palsu. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk mencukupkan diri dengan shalat sunnah yang jelas tuntunannya (Rawatib, Dhuha, Tahajud, Witir).
Baca juga: Hukum Puasa Rajab Menurut Empat Mazhab
Sebelum bulan ini berlalu dan kita memasuki Sya'ban, maksimalkan sisa hari dengan amalan berikut:
| Jenis Amalan | Keterangan |
|---|---|
| Taubat Nasuha | Perbanyak istighfar. Rajab adalah bulan penyucian badan, Sya'ban penyucian hati, Ramadan penyucian jiwa. |
| Qadha Puasa | Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan tahun lalu, sisa bulan Rajab adalah waktu tepat untuk melunasinya (boleh digabung niat dengan puasa Senin-Kamis). |
| Doa Keberkahan | "Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya'bana wa ballighna Ramadhana" (Ya Allah berkahilah kami di Rajab & Sya'ban, sampaikan kami ke Ramadan). |
Baca juga: Hukum Puasa Rajab Menurut Empat Mazhab
Isra Mi'raj 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Pemerintah menetapkan tanggal ini sebagai hari libur nasional.
Baca juga: Doa Isra Mikraj Malam ini 27 Rajab dan Cara Mengamalkannya
Menurut pandangan mayoritas ulama Syafi'iyah, hal ini diperbolehkan. Niatkan yang utama untuk Qadha (wajib), maka pahala puasa sunnah di bulan mulia otomatis akan didapatkan.
Bulan Rajab 1447 H diperkirakan berakhir pada 19 Januari 2026, dan 1 Sya'ban 1447 H akan dimulai pada 20 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved