Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai spiritual dari peristiwa Isra Mikraj untuk membangun karakter generasi bangsa yang unggul.
Dalam peringatan bertema Isra Mikraj Momentum Pembentukan Karakter Unggul yang digelar di Masjid At-Thalibin, Kemendikdasmen, Senin (19/1), ia menggarisbawahi tiga nilai utama: kesabaran, kedermawanan, dan konsistensi dalam ibadah.
Dalam sambutannya, Mu’ti merekonstruksi sejarah Isra Mikraj sebagai titik balik perjuangan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-11 kenabian, masa yang dikenal sebagai Amul Huzni atau tahun dukacita.
Kala itu, Rasulullah baru saja kehilangan dua sosok pelindung utama, yakni pamannya, Abu Thalib, dan istrinya, Siti Khadijah.
“Dua orang yang Nabi cintai itu wafat pada tahun ke-10 setelah kenabian, sehingga dalam sejarah itu disebut sebagai amul huzni atau tahun dukacita,” tutur Mu’ti.
Di tengah kegundahan tersebut, Isra Mikraj hadir membawa wahyu salat yang menjadi kekuatan spiritual bagi Rasulullah sebelum melaksanakan perintah hijrah ke Yasrib satu tahun kemudian.
Mu’ti merangkum makna Isra Mikraj ke dalam tiga poin esensial bagi pembentukan karakter:
Pertama, kaitan erat antara shalat dan kesabaran. Merujuk pada Al-Baqarah ayat 153, ia menjelaskan bahwa kekuatan spiritual dalam berdakwah diperoleh melalui kolaborasi keduanya.
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar,” ujarnya mengutip ayat tersebut.
Kedua, salat memupuk kedermawanan. Menurutnya, orang yang taat beribadah cenderung memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal ini selaras dengan perintah dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 31 tentang kewajiban mendirikan shalat dan menafkahkan rezeki.
“Itulah mengapa kalau ada pengajian, ada di masjid itu setelah salat ada kotak amal yang keliling. Itu saya kira biar segera mengamalkan ayat itu,” kelakar Mu’ti yang disambut tawa jamaah.
Ketiga, salat sebagai kunci kemenangan. Mu’ti menegaskan bahwa kejayaan (falah) hanya akan diraih oleh orang beriman yang khusyuk dalam salatnya.
Menutup tausiahnya, Mendikdasmen mengingatkan bahwa pendidikan nasional bertujuan melahirkan generasi beriman dan bertakwa. Ia berpesan kepada para pendidik dan orangtua untuk tekun dan sabar dalam membimbing anak-anak menjadi pribadi yang taat beribadah.
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya,” ucapnya menyitir surat Thaha ayat 132.
Sebagai bentuk nyata dari nilai kedermawanan yang disampaikan, Abdul Mu’ti didampingi oleh Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dan Fajar Riza Ul Haq turut menyerahkan beasiswa semester genap tahun pelajaran 2025-2026 kepada 30 siswa putra-putri karyawan Kemendikdasmen. (RO/Z-1)
Mu’ti berpesan untuk melahirkan generasi yang unggul perlu tekun, sabar, mendidik anak-anak menjadi generasi yang taat melaksanakan salat.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
ISRA Mikraj merupakan salah satu momentum paling penting dalam sejarah Islam.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa kejadian penampilan goyang biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur bukan masalah sepele.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Menteri Mu'ti menekankan bahwa peristiwa ini mesti menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti kembali meraih penghargaan nasional. Kali ini, ia dianugerahi predikat Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved